Menikah Kontrak Dengan Tuan Muda

Menikah Kontrak Dengan Tuan Muda
Sepenggal Kenangan (Part 2)


__ADS_3

Di situlah anak buah sekertaris Ji mengamankannya. Dan sial bagi Jordan maupun Hendrawan, orang suruhannya tersebut rupanya bukanlah orang yang setia.


Jadi tanpa perlu menghajarnya hingga babak belur, orang tersebut mengakui bahwa orang yang menyuruhnya adalah Jordan dan Hendrawan.


Anak buah sekertaris Ji yang bernama Riu itu kemudian menyeret orang berpakaian sekuriti tersebut ke belakang panggung, ia menelepon sekertaris Ji.


Suasana menjadi berubah, Wira yang saat itu sedang melakukan pidatonya pun seketika menjadi diam dan raut wajahnya pun berubah seketika saat sekertaris Ji memberitahukan berita dari Riu. Semua orang bertanya - tanya, begitu juga Ayu beserta putra putrinya. Saat itu Alice dan keluarganya juga hadir disana.


Namun Wira adalah orang yang pandai mengendalikan isi hatinya, ia lalu kembali melanjutkan sambutannya sampai selesai.


Sekertaris Ji menghampiri Riu dibelakang panggung. Setelah mendengar apa yang disampaikan oleh Riu, sekertaris Ji kemudian menatap tajam pada lelaki yang dibawa oleh bawahannya itu.


"Siapa yang membayar mu untuk melakukan hal ini?" tanya sekertaris Ji seraya meremas pakaian lelaki tersebut.


"** ... Tuan Jordan," katanya lirih.


"Tuan Jordan? Jangan mengada - ada! Katakan dengan sebenarnya!" bentak sekertaris Ji.


"Saya mengatakan yang sebenarnya, Tuan."


"Berapa banyak jumlah kalian?"


"Saya tidak tahu, yang jelas mereka ada banyak dan tersebar di seluruh gedung ini. Saya mohon jangan bunuh saya, Tuan. Saya mempunyai anak dan istri." Orang tersebut menyatukan kedua tangannya dan memohon.


"Bawa dan amankan dia!" perintah sekertaris Ji pada Riu.


Riu pun membawa orang suruhan tersebut berjalan menjauhi area peresmian.


Sekertaris Ji kemudian kembali ke sisi Wira dan menyampaikan hal tersebut. Ia kemudian memerintahkan semua orang yang diundang untuk meninggalkan gedung.


"Karena ada sebuah urusan penting, Tuan Wira tidak bisa melanjutkan acara peresmian gedung ini hari ini. Saya mohon kalian mengerti dan segera meninggalkan gedung ini dengan tertib. Tidak perlu banyak bertanya, saya berharap kalian bisa mematuhi apa yang kami sampaikan," kata sekertaris Ji saat itu.

__ADS_1


Mendengar hal tersebut, semua tamu undangan pun bertanya - tanya. Begitu pula keluarga Herlambang dan keluarga Alice. Mereka saling berpandang - pandangan satu sama lain.


Jordan dan Hendrawan menjadi target utama hari ini, namun kedua pria itu rupanya sudah lebih dulu meninggalkan tempat saat semua orang sedang mendengarkan sambutan Wira tadi.


Setelah memastikan semua tamu undangan meninggalkan gedung, sekertaris Ji memberi kode agar semua tim berkumpul.


Semua tim keamanan diturunkan untuk memeriksa setiap ruangan, ada puluhan personil yang turun di sana. Termasuk teman - teman Morgan, Gavin dan Rey yang saat itu usianya masih sangat muda juga ikut terjun memeriksa ke seluruh sudut bangunan. Beruntungnya peledak - peledak yang di pasang belum diaktifkan timernya.


Kepanikan terjadi di seluruh isi gedung, semua tim keamanan mengumpulkan peledak - peledak tersebut beserta beberapa pelaku yang masih berada disana.


Belum habis kepanikan mereka, di gedung bawah, tepatnya di loby. Putri sekertaris Ji meraung dan menjerit karena seseorang menyanderanya. Semua wanita yang ada disana berteriak histeris. Namun mereka tidak bisa berbuat apa - apa karena orang - orang tersebut menodongkan pistol kearah mereka dan juga kearah gadis kecil yang sedang mereka sandera.


Orang - orang itu mengira gadis kecil itu adalah Luna, putri dari Wiratmadja. Namun nampaknya mereka salah sasaran. Yang mereka bawa adalah Aiko. Gadis kecil yang usianya setahun lebih muda dari Luna.


Keamanan di loby saat itu sangat lengang, karena semua orang fokus untuk mencari peledak yang di letakkan di beberapa bagian gedung ini. Mereka melupakan jika ada hal lain yang juga harus diamankan. Aiko yang saat itu tengah menghampiri Ayu untuk mengambil tisu, malah disangka Luna. Sementara Luna saat itu berada ditengah - tengah antara Emily dan Alice.


Dengan tangan bergetar, Ayu menelepon suaminya yang masih berada di dalam ruangan peresmian tadi. Ia menyampaikan jika putri sekertaris Ji dibawa oleh orang - orang tak dikenal. Beberapa sekuriti yang ada disana juga tidak mampu menghentikan mereka, karena kalah jumlah.


Suasana semakin bertambah panik, istri sekertaris Ji jatuh pingsan. Sementara Luna merasa sangat ketakutan. Bahkan Emily dan Alice juga bergetar hebat saat itu. Mereka memegang erat tangan Luna.


"Kalian, tolong jaga Ayumi," pinta sekertaris Ji saat itu. Sementara dirinya dan anak buahnya mengejar mobil hitam yang membawa putrinya.


Aksi kejar - kejaran pun terjadi. Mobil yang dikemudikan sekertaris Ji berusaha memepet mobil tersebut, namun beberapa kali mereka lolos.


Anak buah sekertaris Ji tidak menyerah begitu saja, mereka terus mengejar hingga akhirnya bisa menghadang mobil yang membawa Aiko tadi.


Beberapa orang berbadan tinggi besar pun keluar dari mobil itu. Aksi baku hantam pun tak bisa dihindari, sekertaris Ji pun turut andil didalamnya.


Beruntung ada bantuan datang, sehingga sekertaris Ji bisa lebih menjauh dan membantu melumpuhkan mereka dengan timah panas yang dilesatkan mengenai kaki mereka.


Aiko pun bisa diselamatkan dan kembali ke pelukan ayahnya. Gadis itu nampak masih sangat ketakutan, terlihat dari ekspresinya.

__ADS_1


Rupanya suara tembakan yang begitu keras dan beruntun telah terekam oleh memori otaknya.


Aiko menangis dengan tubuh yang bergetar hebat. Melihat hal itu, sekertaris Ji langsung membawanya masuk ke dalam mobil dan meminta anak buahnya mengantarnya kembali ke gedung utama.


Sementara orang - orang suruhan Jordan tadi telah diurusi oleh anak buahnya, dan tinggal menunggu kedatangan pihak berwajib saja.


"Tenanglah, ada Ayah disini. Ayah akan menjagamu, Aiko. Kau lihat tadi Ayah sudah menghajar mereka, bukan?"


Sekertaris Ji memeluk putrinya di atas pangkuannya dan mengusap kepalanya.


"Mereka siapa Ayah? Aiko takut ... Aiko takut ...." gadis kecil itu kembali berteriak histeris dan menangis.


"Tidak apa, Nak. Sudah ada Ayah disini bersamamu. Lihatlah, banyak yang menjagamu disini." Sekertaris Ji menunjukkan anak buahnya yang menyertainya tadi.


Aiko melihat ke sekelilingnya dan melihat satu persatu orang - orang tersebut, lalu kembali memeluk ayahnya dengan erat.


Sementara di gedung utama, pihak berwajib sudah datang dan membawa barang bukti serta menangkap beberapa tersangka yang tadi diamankan oleh anak buah sekertaris Ji.


Meski masih dalam suasana mencekam, tapi mereka setidaknya sudah bisa sedikit bernapas lega.


Seluruh keluarga Wira diantar pulang oleh Rey dengan dikawal oleh mobil polisi. Begitu juga dengan keluarga Herlambang dan keluarga Alice. Mereka pun sama, dikawal oleh polisi juga.


Hari itu juga pihak berwajib langsung memburu Jordan dan juga Hendrawan yang merupakan otak dari kejahatan ini. Mereka di bantu oleh tim dari sekertaris Ji. Dan akhirnya setelah pengejaran yang panjang, kedua orang tersebut berhasil diringkus.


Saat itu juga, kedua lelaki itu langsung dijebloskan ke dalam jeruji besi oleh sekertaris Ji.


Sementara gedung utama masih dijaga dan diperiksa hingga beberapa minggu kemudian, untuk memastikan bahwa gedung tersebut benar - benar sudah aman.


Sungguh tidak disangka, ternyata dua orang itu juga yang telah beberapa kali membuat Globalindo dalam kesulitan.


Rey terhenyak dari lamunannya saat ponselnya berdering.

__ADS_1


"Robin?" gumamnya lirih.


💗💗💗💗💗💗


__ADS_2