
Jalanan kota lumayan ramai malam itu, terlebih daerah sini adalah salah satu pusat jajanan dan kuliner yang lumayan besar di kota ini, banyak ruko berjejer di sepanjang jalan. Para pengunjung mulai berlalu lalang disana, ada yang berjalan bergerombolan namun banyak juga diantara mereka adalah pasangan muda - mudi. Orang - orang nampak sangat menikmati waktu yang mereka miliki untuk menikmati malam yang cerah hari ini.
Cafe - cafe dan juga restoran yang berderet di sana nampak mulai sibuk melayani para pengunjung.
Sista berjalan tanpa menghiraukan kanan kirinya. Ia terlihat masih menunjukkan wajah kesalnya. Kakinya terus berjalan tanpa tau arah mana yang akan dia tuju. Perutnya sangat lapar, kakinya sudah terasa pegal dan tubuhnya pun juga sudah sangat lelah. Ia pun akhirnya duduk di pinggir trotoar. Memeriksa tasnya, dan membuka dompetnya untuk memastikan isinya. Ia berniat ingin mengisi perutnya di salah satu kedai makanan yang ada disana.
Astaga ... kenapa hari ini aku apes banget sih? Uang cuma tinggal segini, mana dari tadi tidak ada mesin ATM. Huft ... lapar sekali. Duit segini dapat apa? Kalau aku bayar pakai debit, takut nggak cukup juga.
Gadis itu memegangi selembar uang pecahan sepuluh ribuan dan membolak - balikkannya dan nampak berpikir beberapa saat. Ia tersentak saat sebuah mobil berhenti di depannya dan membunyikan klaksonnya. Sista pun memasukkan kembali uang itu ke dalam dompet dan memasukkannya kedalam tas, ia kemudian berdiri untuk melihat siapa yang ada di dalam mobil tersebut.
Hhh ... dia lagi, mau apa lagi sih?
"Masuklah!" perintah Rey setelah menurunkan kaca jendela mobilnya.
"Untuk apa?" jawabnya jutek.
"Tidak perlu banyak bertanya! Aku adalah atasanmu!" Rey melirik dengan mata tajamnya. Membuat Sista jadi menciut. Gadis itupun kemudian mengikuti perintah Rey.
Benar juga, dia adalah atasanku ... tapi dia nyebelin sih, gumamnya.
"Kau mau membawa ku kemana?" Sista berusaha mencari tahu, namun lelaki itu tak menjawabnya. Ia tetap fokus pada apa yang ada didepan matanya.
Ih ... dasar! Bagaimana bisa ada lelaki seperti ini? Tidak mau menjawab ya sudah ... memangnya aku peduli?
Mobil terus melaju, sepanjang perjalanan tidak ada obrolan lagi antara Rey dan Sista. Gadis itu merasa bosan setelah dari tadi hanya melihat pemandangan jalan dari jendela mobil, ia lalu mengeluarkan ponselnya dan mencari nama Eylina. Berharap bisa mengirim pesan pada sahabatnya. Wajahnya tersenyum setelah menemukan nomor Eylina, ia bersiap menulis pesan.
"Jangan mencoba memberi tahu Nona Muda tentang apapun yang telah kau sepakati hari ini!"
"Kenapa? Dia sahabatku, terserah aku mau bilang atau tidak! Ini kan pekerjaanku."
"Ini perintah!"
"Oya? Aku tidak peduli, lagipula bukan aku yang mau kerja denganmu."
"Jangan banyak membantah jika kau tidak ingin melihat Tuan Muda murka!"
Apa?
"Tunggu! Apa waktuku akan diikat juga? Sampai jam berapa aku harus patuh? Apa aku tidak akan bisa bebas?"
"Tidak juga,"
"Lalu kenapa aku tidak boleh menghubungi Eylina?"
__ADS_1
"Jangan sembarangan memanggil nama Nona Muda!" Rey memperingatkan seraya melirik tajam ke arah Sista.
Nah kan, bener ... meski nanti aku dekat dengan Eylina tapi keadaannya akan berbeda. Sekarang saja aku sudah dilarang sembarangan memanggil namanya.
"Baiklah, Nona Eylina itu sahabatku. Apa setelah aku selesai bertugas aku tidak boleh menyapanya? Maksudku menyapa secara akrab sebagai seorang sahabatnya, apa itu tidak boleh?"
"Kau bisa menyapanya, tapi jaga sopan santun mu dengan baik!"
"Baiklah, mmm ... oh ya, apa Tuan Morgan itu benar - benar mencintai Eylina?" Sista bertanya tanpa ragu dengan wajah tanpa beban. Namun wajahnya menjadi berubah seketika saat sekilas Rey meliriknya dengan tajam.
Baiklah, semua tidak boleh ditanyakan. Lebih baik aku diam. Aku diam, oke? batinnya.
"Jangan mengurusi apa yang bukan menjadi urusanmu!"
"Baiklah, aku mengerti!"
Aku hanya ingin tahu dan ingin memastikan saja, aku tidak ingin Eylina harus menelan kenyataan pahit di ujung cerita nantinya.
Tak ada lagi obrolan, Rey membelokkan mobilnya ke sebuah pusat perbelanjaan.
"Hey, kenapa kita kesini?" tanya Sista heran.
"Otak dangkal! Aku ragu jika otakmu itu benar - benar ada," jawab Rey.
"Hey! Bisakah kau tidak menyinggung otakku hah? Aku hanya bertanya, apa salahnya?"
Sista pun menuruti perintah Rey dengan hati yang kesal. Ia mengikuti langkah kaki sekertaris itu, berjalan dan terus berjalan menyusuri setiap jengkal bangunan itu. Beberapa orang yang berpapasan dengan mereka nampak heran karena keadaan Sista yang cukup kacau dengan memar di dagunya.
Rey berhenti di sebuah toko yang khusus menjual aneka jas dan pakaian kerja.
"Selamat datang di toko kami Tuan, ada yang bisa saya bantu?" sapa seorang resepsionis butik itu.
"Antar gadis ini memilih pakaian kerja!" perintah Rey. Lelaki itu lalu duduk di sofa yang tersedia disana.
Salah seorang pegawai toko kemudian memandu Sista untuk memilih pakaian.
"Mau pakaian kerja yang seperti apa Nona?" tanya pegawai tersebut dengan ramah.
"Apa saja, maksudku ... bisakah kau memilihkannya? Aku bertugas sebagai seorang bodyguard, bisakah kau membantuku memilih pakaian itu?"
"Tentu saja, kami punya banyak setelan pakaian kerja wanita disana, mari saya antar," pegawai tersebut kemudian berjalan ke sebuah deretan pakaian yang tergantung di bagian ujung toko.
"Nah, ini dia Nona ... ini adalah model - modelnya," pegawai itu mengambil beberapa setelan yang tergantung dan menunjukkannya pada Sista. Gadis itu lalu memeriksa setiap sisi setelan tersebut, semuanya bagus, jahitannya benar - benar istimewa, sangat rapi, namun ada sesuatu yang membuatnya membelalakkan mata dan menelan salivanya. Harga dari satu setel pakaian kerja itu lebih dari dua kali lipat gajinya di cafe tempat kerjanya dulu.
__ADS_1
Gila! Pakaian untuk bodyguardnya saja semahal ini satu setel. Gimana dengan harga pakaian Eylina dan Tuan Morgan ya? Gila sih ini, aku merasa insecure dengan gaun - gaun yang ku banggakan itu, hahaha ...
Sista tersenyum sendiri, padahal ia pikir gaun - gaun yang dibelinya itu juga sudah termasuk mahal. Ia harus menabung dulu jika ingin membelinya, bahkan pernah juga ia membeli dengan cara mengkreditnya.
"Apa aku boleh mencobanya?" tanyanya kemudian.
"Tentu saja Nona, ruang gantinya ada di sebelah sana."
Pegawai itu lalu memandu Sista menuju ruang ganti dengan membawa beberapa setel pakaian.
Wuih ... keren banget! Celana dan blazer ini nyaman sekali dipakai, benar - benar bagus sih ini. Ukurannya juga pas sekali.
Ia lalu berjalan berlenggak lenggok dalam ruangan yang tak terlalu luas tersebut, memutar badannya kekiri dan kekanan serta mengambil gambar dengan berpose sedemikian rupa.
Baiklah, kurasa aku tidak perlu mencoba yang lainnya. Barangnya bagus begini, aku hanya perlu mencari ukuran yang sama dengan yang ini saja.
Sista lalu keluar dan menyerahkan setelan yang baru saja ia coba kepada pegawai yang menungguinya di depan ruang ganti.
"Mbak, aku mau ukuran yang sama seperti ini ya ... untuk modelnya, boleh yang mana saja," kata Sista dengan ramah.
"Baik Nona, Nona mau berapa setel?"
"Itu ... mmm ... aku juga tidak tahu, kau bisa tanyakan pada orang yang membawaku kemari tadi," jawabnya seraya menyeringai kuda.
"Oh ... seperti itu? Baiklah kalau begitu Nona, Nona bisa tunggu di depan."
Pegawai itu lalu berjalan kedepan untuk menanyakannya pada sekertaris Rey. Sementara Sista sudah lebih dulu berada didepannya.
"Permisi Tuan," sapa pegawai tersebut.
"Bagaimana?"
"Nona tadi sudah memilih ukurannya, Tuan. Tuan membutuhkan berapa setel?"
"Ada berapa banyak model disana? Bungkus semua yang ukurannya sama seperti yang dipilihnya!"
"Baik Tuan," pegawai itu menundukkan kepalanya kemudian berlalu dari hadapan Rey dan Sista.
Hooaa ... ini gila! Benar - benar gila! Berapa uang yang akan dia keluarkan untuk membayar semua pakaian itu? Apa harta Tuan Morgan itu tidak terhitung jumlahnya ya? Sehingga untuk seorang bodyguard yang akan bekerja menjaga istrinya saja di berikan pakaian kerja semahal dan sebanyak ini?
Lo benar - benar beruntung Lin, batinnya.
Setelah membayar, Rey dan Sista keluar dari toko pakaian tersebut. Diikuti oleh beberapa orang pegawai yang membawakan total 15 paper bag besar berisi belanjaan dari toko tadi.
__ADS_1
Mereka memasukkannya ke dalam mobil Rey lalu kembali masuk ke dalam pusat perbelanjaan tadi.
💗💗💗💗💗💗