Menikah Kontrak Dengan Tuan Muda

Menikah Kontrak Dengan Tuan Muda
Perasaan Sesungguhnya


__ADS_3

Hotel Lexus


Hotel Lexus merupakan salah satu nama hotel milik keluarga Wiratmadja, yang telah tersebar di seluruh kota - kota besar di Indonesia.


Hotel Lexus juga merupakan hotel paling mewah dari segala hotel - hotel yang ada di negri ini.


****


Di sebuah restoran yang berada di dalam hotel itu, Morgan nampak sedang berbincang - bincang dengan seorang wanita.


"Kurasa kau sedikit keterlaluan Morgan." Ucap Jessica setelah selesai mendengarkan cerita dari sahabatnya.


"Ya, aku kesal sekali padanya waktu itu. Kau tahu, belum pernah ada wanita yang berani berbicara kasar padaku. Tapi dia? dia bahkan memakiku dan bukan hanya aku saja kau tahu. Rey pun tak lepas dari makiannya."


Morgan berusaha mempertahankan pendapatnya.


"Tapi tetap saja, kau sudah keterlaluan. Kau telah merampas kebebasannya, bagaimana bisa kau mengurungnya dikamar selama dua minggu lebih setelah menikahinya hah? kurasa kau sudah tidak waras." Jessica menggelengkan kepalanya.


"Hey, aku ingin memberinya hukuman atas perbuatannya lagipula aku sekarang sudah membebaskannya. Aku merasa kasihan padanya, dan ...." Morgan mengusap wajahnya dengan kasar saat menyadari ada desiran aneh yang mengalir dalam darahnya ketika ia mengingat Eylina.


"Dan, apa?" Jessica mengernyitkan dahinya.


"Aku tidak tahu, entah kenapa dadaku terus berdebar saat berada di dekatnya."


Bahkan hanya mengingat namanya saja membuatku berdebar - debar. Lanjut Morgan dalam hatinya.


"Kau merasa mencintainya?" Perempuan itu mencoba memastikan.


"Apa kau sudah gila? mana mungkin aku mencintainya. Dia hanya tawanan ku, suatu saat aku akan melepaskannya jika aku sudah merasa puas bermain."


"Kau yakin?" Pertanyaan Jessica seolah membuat Morgan merasa terpojok.


"Te ... tentu saja. Kau tahu aku tidak mungkin membuka hatiku kembali setelah kepergian Alice."


Selalu Alice yang menjadi alasan, meski di dalam hatinya nama itu sudah mulai memudar.


"Morgan, please. Kejadian itu udah lama, dan Alice udah tenang disana. Jadi berhenti untuk menyiksa dirimu sendiri. Semua yang terjadi karena memang sudah kehendakNya. Itu bukan kesalahanmu, oke? Dan sekarang kumohon jangan menutup hatimu seperti itu, kau mencintai istrimu kan?" Jessica mencoba menatap kedalam mata lelaki yang kini ada dihadapannya, seolah sedang menyelidik.


Dan dia melihatnya, ada sebuah rasa mendalam yang terlihat dari sorot matanya.


"Aku tidak tahu Jess." Lelaki itu terlihat menunduk. Seolah ada beban yang teramat berat.


"Tunggu apa lagi? Datangi dia, dan katakan kau mencintainya. Jangan sampai pada suatu saat, akhirnya dia menemukan orang lain, dan melabuhkan cintanya pada orang tersebut." Kata Jessica penuh arti.


"Mana bisa begitu, dia sudah menikah denganku." Rasa gugup membuat lelaki itu kehilangan kontrol atas dirinya.


"Hahaha ... dan kau menyangkal jika kau tidak mencintainya? Hey pria bodoh, kau bahkan takut kehilangannya dan kau masih saja mengeraskan hatimu dan menyangkal jika kau tidak mencintainya? Ingat Morgan, gadis itu masih menganggap bahwa kau hanya suami kontraknya. Dia masih berharap bisa bebas darimu bukan?"


Keringat dingin tiba - tiba menyerang Morgan tanpa ampun. Ia mengusap wajahnya.


Ia tidak percaya, setelah cukup lama ia berusaha mengeraskan hatinya untuk tidak jatuh hati pada seorang wanita. Dan kini ia justru terjerat dalam sebuah perasaan yang semakin lama semakin membuncah di dalam hatinya.


"Bagaimana ... bagaimana aku akan mengatakannya?" Morgan berkata dengan gusar.

__ADS_1


"Jika rival bisnismu melihat ini dia akan mengolok - olok dirimu tanpa ampun kau tahu?" Jessica berbicara dengan setengah berbisik.


"Kenapa?" Lelaki yang nampak tidak mengerti itu hanya mengernyitkan dahinya.


"Karena pria angkuh dan arogan sepertimu bisa segugup ini hanya karena sedang jatuh cinta."


"Jess, jangan menyudutkan ku terus menerus ."


"Dan kau tahu? Mereka bisa saja menggunakan istrimu sebagai sandra untuk membuatmu lemah."


"Tidak, aku akan menyewa lebih banyak penjaga untuk mengawal Eylina."


"Nah, sudah jelas kan? Jangan menyangkal lagi, jika kau memang mencintainya. Katakan padanya segera, jangan sampai orang lain mendahului mu."


"Jess, tapi ...."


"Turunkan sedikit gengsi dan harga dirimu dasar bodoh, apa kau tidak pernah menyatakan cinta sebelumnya?" Jessica yang merasa gemas atas sikap kekanak - kanakan Morgan itu pun hampir tidak bisa mengontrol dirinya. Ia sudah mengepalkan tangannya, bersiap untuk meninju lelaki yang dianggapnya bodoh itu.


"Tentu saja pernah, tapi itu sudah lama sekali. Lagipula dia berbeda dari Alice."


"Semua wanita sama saja Morgan, jika kau tidak memberinya kepastian dia akan lari."


"Bukan itu maksudku, aku dan Alice sudah terbiasa bersama sejak kecil. Dan kau juga tahu hal itu. Aku sudah mengenalnya dengan baik, dan Alice juga sangat kalem. Berbeda dengan Eylina, aku takut dia menolak perasaanku dan memakiku. Kau tidak tahu bagaimana dia membenciku setengah mati Jess." Morgan menundukkan kepalanya.


Lelaki itu nampak putus asa sebelum memulai. Ia sadar, ia telah memulai semuanya dengan sangat buruk. Memaksa gadis itu menikah dengannya, memperbudaknya, mengurungnya, mengatainya bodoh, membiarkannya meringkuk di sofa dan kedinginan setiap malam. Ada penyesalan dan rasa takut yang tiba - tiba datang dan menyelimutinya.


"Justru karena itulah, mulailah bersikap manis padanya. Tunjukkan perhatianmu dan juga cintamu agar dia dapat merasakan perasaan itu. Setelah kau yakin dia memiliki perasaan yang sama denganmu, baru ungkapkan jika kau mencintainya."


Jessica mencoba memberi ide serta membuat sahabatnya itu lebih tenang.


Setelah percakapan panjang itu, Morgan menjadi lebih tenang. Ia mulai yakin akan perasaannya. Jessica memang sahabat yang paling bisa ia andalkan untuk berbagi.


Lelaki itu kemudian pulang saat sekertaris Rey tiba menjemputnya.


Sekertaris itu nampak tersenyum setelah menerima kode dari Jessica.


Ia kemudian membungkukkan badan dan berlalu.


****


Sepanjang perjalanan pulang Morgan nampak tersenyum - senyum sendiri mengingat segala tingkah istrinya yang baginya nampak natural dan sangat menggemaskan.


Gadis itu memang berbeda dari kebanyakan gadis lainnya.


Cara berbicaranya yang apa adanya, tingkahnya dan juga sikapnya yang sangat sabar menghadapi mertuanya merupakan nilai lebih yang tidak dimiliki oleh gadis - gadis lain.


Jessica mungkin benar, aku sudah jatuh cinta padamu Eylina. Tunggu aku.


Sementara sekertaris Rey, ia terlihat tersenyum tipis sesaat setelah melirik Tuannya dari kaca mobil.


*****


Setelah berselang kurang lebih 45 menit, mobil yang membawa Morgan itupun memasuki gerbang utama rumah Wiratmadja.

__ADS_1


Para pelayan juga telah berbaris sesuai dengan protokol yang telah ditetapkan.


"Selamat malam Tuan Muda." Pak Gun menyapa lelaki itu namun ia tak mendapatkan jawaban.


Morgan berjalan tergesa - gesa menuju kamarnya. Ia lalu membuka pintu kamarnya dengan hati - hati.


Lelaki itu nampak sedang mengendap - ngendap untuk melihat keadaan di dalam kamar.


Dia sudah tidur rupanya.


Morgan kemudian masuk dan langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Aku mencintaimu Eylina, ah tidak ... tidak itu terlalu kaku.


Istriku, aku mencintaimu. Ah sial ... itu justru terlihat kuno. Dia akan menertawakan ku nanti.


Sayang, aku mencintaimu.


Shit!!! itu malah terdengar seperti bocah ingusan jatuh cinta.


Argh sial ....


Morgan sedikit putus asa karena tidak menemukan kalimat yang tepat untuk menyatakan perasaannya.


Ia akhirnya berjalan gontai menuju ruang ganti. Mengambil pakaian dengan asal lalu memakainya. Kemudian melangkah keluar.


Matanya menatap gadis yang tengah tidur meringkuk di sofa, ia lalu menghampirinya.


Bagaimana kau bisa mencuri hatiku hah? S**etelah sekian lama aku menguncinya.


Morgan nampak tersenyum memandangi paras Eylina yang nampak semakin cantik dan menggemaskan saat tertidur.


Tangannya mengusap pipi Eylina dengan lembut. Membuat gadis itu menggeliat karena merasa terusik.


Bagaimana bisa, setiap malam kau tidur di sofa sempit seperti ini? Dasar bodoh!


Morgan lalu mengangkat tubuh Eylina dan membaringkannya di tempat tidurnya yang empuk dan nyaman. Kemudian menyelimuti gadis itu.


Entah karena terlalu pulas atau bagaimana, Eylina bahkan tak terbangun dari tidurnya. Ia hanya menggeliat kemudian melanjutkan kembali mimpinya.


Karena merasa lelah setelah beraktivitas seharian, Morgan pun membaringkan tubuhnya di samping Eylina dan memeluknya dengan erat. Ia bahkan berkali - kali menciumi pundak dan pipi Eylina.


Jessica benar, aku bahkan merasa sangat nyaman berada didekatmu. Aku mencintaimu.


Aroma tubuh Eylina terasa sangat menenangkan bagi Morgan, hingga tak butuh waktu lama untuknya tertidur. Lelaki itu tidur dengan sangat nyaman, seperti seorang bayi yang berada dalam pelukan.


Sementara Eylina, ia semakin larut dalam mimpinya.


Ia bermimpi, dalam mimpinya ada seorang pangeran tampan datang padanya dan menyatakan cinta untuknya. Pangeran tampan itu kemudian memeluk tubuhnya dan membuatnya merasa sangat nyaman.


💗💗💗💗💗💗


Cover baru ya

__ADS_1



__ADS_2