Menikah Kontrak Dengan Tuan Muda

Menikah Kontrak Dengan Tuan Muda
Akhir


__ADS_3

Akhirnya sarapan pagi pun tertunda karena mereka lebih memilih olahraga pagi dikamar.


Selesai menyelesaikan sebuah misi, mereka harus mengulangi acara mandi pagi ini.


Membuat jadwal sarapan menjadi mundur lebih lama.


Rey yang sudah selesai duluan akhirnya memutuskan keluar kamar lebih dulu dan menunggu di meja makan sambil meminum kopi pahit nya yang sudah hilang uap panasnya.


Sementara Sista masih sibuk dikamar untuk bersiap-siap. Rambutnya masih basah kuyup dan akan memakan waktu lama jika ia harus mengeringkannya terlebih dahulu.


Akhirnya ia pun memutuskan untuk membiarkannya begitu saja.


Ia berjalan ke arah meja makan dan tidak sengaja berpapasan dengan bi Ani yang baru saja selesai dari depan.


Sista hanya tersenyum sedikit canggung saat bi Ani menunjukkan keterkejutannya ketika melihatnya tadi.


Perasaan yang kena kuah tadi tangannya, kok jadi rambut Non Sista yang basah kuyup? batin Bi Ani yang terbengong.


"Bibi habis dari depan ya?" tanya Sista mengusir kecanggungannya.


"Oh ... iya Non, Bibi habis membersihkan ruang tamu. Non Sista mau sarapan?"


"Iya, Bi. Kak Rey sudah menunggu di ruang makan. Bibi ikut sarapan juga, ya?"


"Nggak usah, Non. Bibi nanti saja," tolak bi Ani secara halus. Sementara Sista hanya mengangguk menanggapinya.


Setelah itu mereka pun memisahkan diri. Sista menuju ruang makan, sementara bi Ani berjalan menuju teras belakang.


*****


Hari terus berganti, begitulah kehidupan baru bagi rumah tangga sekertaris Rey dan juga Sista. Keduanya mulai saling menunjukkan sikap kepedulian dan perhatian masing-masing hingga hubungan mereka semakin erat dari hari ke hari.


Hingga empat bulan setelah menikah, akhirnya sebuah kabar bahagia kembali menghiasi rumah tangga mereka. Sista dinyatakan hamil oleh dokter setelah perempuan itu mengalami telat datang bulan selama dua minggu.


Dan di satu sisi yang lain, keluarga besar Wiratmadja telah kedatangan penghuni baru yang bernama Marvin Wiratmadja.


Bayi laki-laki yang lahir dengan berat 3,6 kilogram dan panjang 53 sentimeter, terlahir pada pukul 21.00.


Eylina mengalami nyeri hebat setelah sebelumnya suaminya memintanya dan merengek-rengek untuk dilayani.


Meski dengan perut yang sudah sangat membesar, tak membuat gairah Morgan menjadi surut begitu saja.


Ia justru semakin dibuat penasaran akan tubuh istrinya yang menurutnya justru semakin terasa nikmat baginya. Terlebih lagi, dokter Mira juga menganjurkan agar lebih sering berhubungan di hari-hari menjelang perkiraan persalinan.


Eylina dilarikan kerumah sakit setelah usai menunaikan kewajibannya sebagai seorang istri pada suaminya.

__ADS_1


Kepanikan pun tak bisa dihindari di dalam keluarga Wiratmadja, mengingat ini adalah cucu pertama di keluarga ini.


Semua penghuni rumah ikut serta pergi kerumah sakit saat itu.


Setelah sampai disana, Eylina dibaringkan di atas ranjang pasien dan dilakukan pemeriksaan untuk melihat sudah ada pembukaan atau belum.


Setelah dokter menyatakan jika sudah pembukaan tiga, Eylina diminta untuk berjalan-jalan terlebih dahulu.


Morgan sebenarnya ingin cara instan, yaitu dengan jalan operasi sesar. Tapi Eylina ingin mencoba untuk melahirkan dengan cara normal, lantaran dokter Mira juga mengatakan jika kondisi Eylina sangat memungkinkan untuk melakukan persalinan dengan cara normal.


Setelah berjam-jam ia berjuang melawan rasa mulas, nyeri dan sakit yang bercampur menjadi satu, Eylina akhirnya dibawa masuk ke ruang persalinan.


Ada Morgan yang menemaninya disana, ia ada untuk memberikan dukungan mental pada istrinya agar bisa melewati perjuangannya dengan lancar.


Dokter mulai siaga saat semuanya sudah siap.


"Nona Eylina, ikuti aba-aba dari saya, ya!"


Dokter Mira mulai berada di posisinya beserta para perawat yang siaga disana.


"Sakit sekali, Dokter," rintihnya.


"Tenang, Nona. Ini adalah puncak perjuangan Nona untuk melahirkan sebuah kehidupan baru. Ambil nafas, Nona!" perintah dokter Mira.


Eylina mengikuti setiap instruksi yang diberikan oleh dokter Mira. Sementara Morgan menggenggam erat dan menciumi tangan istrinya seraya tak berhenti untuk memberikan dukungan.


"Ambil nafas lagi, mengejan Nona! Jangan naikkan pant*tnya!"


"Lagi, Nona! Sekali lagi!"


Eylina lalu mengambil tarikan nafas yang lebih panjang dan mengerahkan segala tenaganya yang tersisa untuk mengejan. Kepalanya terangkat sementara tangannya menggenggam erat tangan suaminya.


Lalu sebuah tangisan bayi pun akhirnya menggema memenuhi ruangan itu. Eylina menjatuhkan kepalanya kebelakang dengan perasaan lega dan bahagia.


Semua orang juga bernafas lega dan tersenyum bahagia. Sementara itu Eylina yang sudah sangat lemah karena energinya yang habis terkuras, memejamkan matanya seraya mengucap syukur karena telah diijinkan melewati perjuangan ini dengan baik.


Proses melahirkan yang disaksikan sendiri oleh mata kepala Morgan ini sungguh membuatnya sampai menitikkan air mata. Ia menyaksikan sendiri betapa Eylina kesakitan, bersusah payah memperjuangkan antara hidup dan matinya untuk melahirkan sebuah kehidupan baru di dunia ini.


Membuat perasaannya seperti diremas-remas. Ia berjanji di dalam hatinya untuk tidak pernah sekalipun memberatkan istrinya dalam hal apapun.


"Selamat, Nona, Tuan. Bayinya sangat sehat dan tampan," ujar dokter Mira seraya meletakkan bayi baru lahir itu ke atas dada Eylina untuk belajar menyusu pada ibunya.


Eylina dan Morgan tersenyum haru, ia akhirnya bisa bertemu malaikat kecil yang sejak sembilan bulan yang lalu tumbuh di dalam rahimnya.


Sementara diluar ruang persalinan, ibu Santi juga sudah berada disana. Ia dan Ayu saling memegang tangan dan mendoakan yang terbaik untuk putri dan menantu mereka.

__ADS_1


Semua orang berdiri saat dokter Mira keluar dari ruangan itu. Mereka berhambur menghampiri dokter itu dan menyerbunya dengan berbagai pertanyaan.


"Tenang Tuan, Nyonya! Bayi Nona Eylina lahir dengan selamat. Saat ini Nona sedang belajar menyusui bayinya bersama suster. Nanti jika bayinya sudah dipindahkan diruang perawatan, Tuan dan Nyona bisa melihatnya secara bergantian," kata dokter Mira menjelaskan.


Setelah mendengar penjelasan dari dokter Mira akhirnya mereka pun bisa bernafas lega. Ya, meskipun masih belum sepenuhnya lega karena mereka penasaran pada bayi Eylina.


Namun mereka harus menunggu hingga esok hari baru bisa melihat cucu mereka.


*****


Hari masih pagi namun keluarga Wiratmadja sudah heboh menunggu di depan ruang rawat khusus yang diperuntukkan bagi keluarga besar Wiratmadja.


Mereka menunggu Eylina dipindahkan kesana.


Dan akhirnya setelah menunggu, beberapa perawat pun datang juga mengantarkan orang yang ditunggu-tunggu.


Setelah semuanya siap, baru satu persatu dari mereka masuk untuk melihat bayi Eylina. Dan hebatnya, bayi Marvin seolah tahu jika itu adalah keluarga besarnya. Ia tersenyum lebar sementara matanya masih terpejam.


"Selamat ya Lin, akhirnya lo jadi seorang ibu," ujar Sista yang juga sudah menunggu gilirannya sejak tadi.


"Makasih ya, Sis. Lo juga selamat, sebentar lagi giliran lo yang jadi ibu,"


Kedua orang bersahabat itupun saling memeluk satu sama lain.


"Doain yang terbaik buat gue!" pinta Sista.


"Pasti dong, Sis. Gue selalu doain yang terbaik buat lo,"


Sementara dua orang laki-laki yang berdiri tak jauh dari mereka hanya tersenyum melihat istri-istri mereka masih akur hingga kini.


Morgan merangkul bahu sekertarisnya, "Jika ada sesuatu yang kau butuhkan, kau bisa mengatakannya padaku. Aku tidak punya saudara laki-laki, tapi selama ini kau sudah seperti saudara bagiku. Terimakasih atas baktimu pada kami, Rey."


"Sama-sama, Tuan. Itu sudah menjadi tugas saya. Tuan Wira sudah seperti ayah bagi saya, dan keluarga Tuan muda juga sudah seperti keluarga saya sendiri,"


Begitulah akhir kisah mereka, semua orang berbahagia, semua orang juga bergembira.


💗💗💗💗💗💗


Sampai jumpa lagi di kisah author yang lain.


Ada sebuah permulaan, pasti akan ada sebuah akhir.


Begitu pula pertemuan, pasti akan ada perpisahan.


Sebuah kisah telah berakhir di sini, namun ada kisah lain yang siap menghiasi hari-hari kalian.

__ADS_1


Terimakasih atas segala dukungannya 🙏 dan juga doa kalian.


__ADS_2