Menikah Kontrak Dengan Tuan Muda

Menikah Kontrak Dengan Tuan Muda
Bonus 1


__ADS_3

"Selamat Rey, akhirnya macan beku sepertimu laku juga," celetuk Morgan setelah acara sesi foto selesai.


"Terimakasih Tuan muda, ucapan Tuan muda sungguh menyentuh hati saya," jawab Rey dengan ramah.


"Ini ... satu lagi hadiah untukmu karena kau telah bekerja dengan sangat baik selama ini."


Morgan merogoh dan menyerahkan sebuah kotak kecil berwarna abu tua.


"Ini terlalu berlebihan Tuan, saya tidak bisa menerimanya," kata Rey seraya menyerahkan kembali kotak yang baru saja dibukanya tadi.


"Ini perintah dariku! Kau harus pindah kerumah baru ini. Kau telah menikah dan rumahmu terlalu sempit jika harus ada satu orang lagi yang tinggal disana. Aku tidak ingin kesehatanmu menurun karena kau kekurangan udara dirumah mu yang sempit itu."


Morgan yang tadi melipat tangannya di depan dadanya, kini berganti posisi dan memasukkan kedua tangannya ke saku celananya. Ia lalu pergi begitu saja meninggalkan sekertarisnya yang masih berdiri di tepi kolam.


Terserah yang anda katakan Tuan.


Sementara disisi yang lain, Eylina dan Sista sedang asik mengobrol di sebuah ruangan yang kosong yang ada di dalam gedung pernikahan.


"Gue nggak nyangka, jodoh lo bakal sedekat ini," kata Eylina seraya tersenyum dan mengusap perutnya yang mulai membuncit karena usia kehamilannya sudah hampir memasuki bulan kelima.


"Gue sendiri juga nggak nyangka, kak Reynard yang bahkan udah gue lupain ternyata muncul kembali dalam hidup gue. Rasanya tuh aneh tau nggak, orang yang lo benci dan lo umpatin tiap hari ternyata adalah orang yang dulu pernah ada di dalam hidup lo. Yang bahkan pernah lo tolongin dan lo kagumin dulu. Bayangin deh!"


Sista menunduk dan menatap cincin yang melingkar di jari manisnya.


Perlahan senyumnya pun mulai mengembang, mengingat semua yang terjadi di dalam hidupnya.


Ia terhenyak saat sebuah suara membuyarkan lamunannya.


"Kalau gue bilang, kadang takdir itu konyol banget. Lo sendiri bahkan juga jadi saksi dalam hidup gue. Dimana gue dulu hidupnya kayak apa? Dan gara - gara ide konyol lo, gue jadi seperti ini sekarang," kata Eylina.

__ADS_1


"Iya juga ya, Lin?"


Kedua wanita itu lalu tertawa mengingat semua kekonyolan hidup mereka.


Siapa yang akan menyangka jika Eylina si gadis miskin yang yang hidupnya jungkir balik dengan penampilannya yang sangat lusuh, pada akhirnya bisa bersanding dengan salah satu pewaris tahta kepemimpinan dari perusahaan Globalindo milik Wiratmadja.


Dan juga Sista, si gadis yang hampir kehilangan nyawanya karena percobaan bunuh diri gara - gara perselingkuhan calon suaminya, kini bisa bersanding dengan seorang kepercayaan dari sang pemimpin perusahaan terbesar di Indonesia dan Asia tenggara bernama Reynard Prayogo.


Seorang pria yang ditakuti oleh sebagian besar para penggerak bisnis. Namanya bahkan lebih terkenal dari pada nama tuan mudanya sendiri.


Terkadang hidup memang selucu itu, tapi apapun itu. Bersyukur adalah cara terbaik untuk menambah kebahagiaan.


"Sayang," panggil Morgan dari arah belakang.


Lelaki itu berjalan menghampiri istrinya yang masih mengobrol dengan sahabat sekaligus mantan bodyguardnya.


Morgan tidak sungkan mencium Eylina di hadapan pengantin baru, Sista Amelia. Yang malam ini baru saja diresmikan menjadi istri dari sekertaris pribadinya.


"Tidak, baby boy kita sangat pintar dan sangat mengerti sekali, sayang," jawab Eylina.


Gadis itu menyunggingkan senyum manisnya. Banyak sekali perubahan dalam diri Eylina, pipinya sedikit lebih tembam dan tubuhnya juga lebih berisi saat ini. Namun hal itu tidak merubah kecantikannya sama sekali.


Morgan bahkan sering bilang jika istrinya justru semakin terlihat cantik dengan perutnya yang membuncit.


Dua orang suami istri itu terlihat mengusap perut Eylina secara bersamaan. Sesekali mereka tertawa seolah lupa jika di dekat mereka masih ada Sista.


Istri baru dari sekertaris Rey kemudian tersenyum melihat kemesraan dua orang di depannya.


"Ayo ikut denganku," kata Rey yang berada di belakang istrinya.

__ADS_1


Sista yang mendengarnya pun sedikit terkejut dan menoleh ke belakang.


"Kak Reynard?" panggilnya, namun mengandung pertanyaan.


Eylina dan Morgan yang mendengar hal itu pun menoleh secara bersamaan ke arah sepasang pengantin baru.


"Rey, apa kau tidak mengajari istrimu? Sudah menikah, apa tidak aneh jika dia memanggilmu dengan sebutan kakak?" sindir Morgan.


"Tentu saja saya akan mengajarinya, Tuan," jawab Rey, masih ramah dan hormat seperti biasanya.


Lelaki itu lalu menggandeng tangan Sista dan membantu istri barunya untuk berdiri.


"Tuan, saya permisi dulu."


Rey lalu menundukkan kepalanya dan berlalu dari ruangan itu.


"Rey, jika ada yang tidak kau tahu, kau bisa bertanya padaku!" teriak Morgan saat sekertarisnya berada di ambang pintu.


Rey dan Sista pun menjadi pias dibuatnya. Bagaimana tidak, hubungan antara sepasang pengantin ini masih sangat canggung mengingat pergantian hubungan yang sangat mendadak antara sekertaris Rey dan Sista menjadi kak Reynard dan Amel.


Semuanya sungguh tidak mudah dan masih sulit dipercaya. Tapi Rey sangatlah yakin, karena dia tidak ingin Amel kecilnya kembali menghilang, maka Rey memintanya menikah dengannya. Meski awalnya menolak, tapi pada akhirnya Sista menerimanya setelah membaca pesan dari almarhum orang tuanya.


"Oh ya, tadi aku ada titipan dari Aaron sebelum dia pergi," Morgan menghampiri sepasang pengantin yang masih mematung dan menoleh ke arahnya.


"Ini ... kata Aaron jangan lupa diminum!"


Morgan menyerahkan sebuah bingkisan kecil ke tangan Rey, yang langsung dibuka olehnya.


Mata Rey membulat sempurna melihat isi dari kotak tersebut.

__ADS_1


Aaron, lihat saja! Aku akan membuat perhitungan denganmu, nanti!


💗💗💗💗💗💗


__ADS_2