Menikah Kontrak Dengan Tuan Muda

Menikah Kontrak Dengan Tuan Muda
Dasar Keras Kepala!


__ADS_3

"Sayang ... aku juga merindukanmu. Hehe ... bagaimana dengan urusanmu? Apakah sudah beres?" Eylina berusaha mengalihkan pembicaraan. Gadis itu menatap hangat ke dalam mata hitam suaminya. Ia tentu tidak ingin suaminya itu semakin konyol bertingkah.


"Sudah ... bagaimana denganmu? Apa mereka menjagamu dengan baik?" Morgan bertanya seraya memutar tubuh istrinya untuk memastikan.


Astaga ... memangnya ada apa sih? Aku dari tadi berada di dalam ruangan ini dan baik - baik saja. Memangnya apa yang dia takutkan?


"Sayang ... apa yang kau lakukan? Aku baik - baik saja, ketiga pengawal itu bekerja dengan sangat baik. Mungkin mereka pantas mendapat hadiah." Kata Eylina seraya tersenyum.


Hey, kalian dengar itu kan? Aku membela kalian, jadi menurut lah dengan ku lain kali.


Batin Eylina.


"Bagaimana keadaan temanmu?"


Tanya Morgan seraya membelai pipi Eylina. Ia tak peduli pada apapun yang ada di sekelilingnya. Yang ia pedulikan hanya satu nama dan satu wajah yang tak lain adalah Eylina.


"Sista sudah boleh pulang sayang. Mmm ... bisakah kita mengantarnya?" Tatap gadis itu seolah memohon.


"Mmm ... boleh. Tapi harus ada imbalan untuk ini." Lelaki itu menyeringai licik.


Apa lagi? Apa dia tidak pernah ikhlas melakukan sesuatu. Sedikit - sedikit hadiah, sedikit - sedikit imbalan. Batin Eylina.


"Kenapa diam? Apa kau tidak setuju?"


Tanya lelaki tersebut dengan tatapan matanya yang penuh hasrat.


"Sayang kumohon jangan bahas hal itu disini."


Eylina berbisik ditelinga suaminya. Pipinya bersemu merah.


Hhhh ... sial! andai saja ini bukan dirumah sakit. Gerutu Morgan dalam hatinya.


"Baiklah, ku anggap itu adalah sebuah persetujuan. Kapan kita mengantarnya?"


"Sekarang sayang."


"Rey ... kau dengar itu?" Kata Morgan seraya melirik ke arah sekertarisnya.


"Tentu saja Tuan."


"Tunggu apa lagi? Bantu gadis itu!"


Perintah Morgan. Lelaki itu lalu melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu bersama istri tercintanya. Ia merangkul pinggang ramping Eylina dengan mesra.


Maafkan aku ya Sis, aku tidak bisa menolaknya. Eylina menatap sahabatnya karena merasa tidak enak telah meninggalkannya, namun hal itu justru dibalas senyuman oleh Sista.


Morgan berhenti di depan pintu dan mengambil beberapa lembar uang untuk memberi bonus pada para pengawal yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik sejak kemarin.


"Ambil ini! Dan kembalilah ke pekerjaan kalian." Kata tuan muda seraya menyerahkan lembaran - lembaran uang yang ada ditangannya.


"Terimakasih Tuan, terimakasih Nona." Ketiga pria kekar itupun menundukkan kepalanya bersamaan kemudian berlalu dari hadapan mereka.

__ADS_1


Morgan dan Eylina pun melanjutkan langkahnya menuju lobby rumah sakit.


Sementara di dalam ruangan hanya tinggal Rey dan Sista.


Lelaki itu nampak mengulurkan tangannya untuk membantu Sista turun dari ranjang pasien.


Ia tak mengucapkan apa - apa dan hanya menunjukkan wajah datarnya.


Sista yang melihat hal itu pun membalas tatapan Rey dengan ekspresi wajah yang tidak suka. Ia mengerutkan dahinya.


"Kau mau pulang atau tetap disini?" Tanya Rey tanpa merubah ekspresi wajahnya dengan tangan yang masih terus terulur.


Kau ini menawarkan bantuan atau mengajakku bertengkar hah? Bukankah tuan muda bilang kau harus membantuku.


Apa kau tidak bisa bersikap baik?


Sista yang merasa jengkel itupun tak menghiraukan uluran tangan sekertaris Rey. Ia memilih turun sendiri.


Namun tiba - tiba matanya sedikit berkunang - kunang dan membuat tubuhnya sedikit sempoyongan.


"Dasar keras kepala!" Ucap Rey seraya menahan tubuh Sista.


"Aku tidak keras kepala! Lepaskan aku! Aku bisa sendiri." Balas gadis itu. Ia memijat pelipisnya yang masih terasa berdenyut.


Kenapa pusing sekali. Uhft ... ini pasti gara - gara aku terlalu lama berbaring sejak kemarin. Batinnya.


"Baiklah." Rey lalu melepaskan tangannya yang merangkul dan menahan tubuh Sista.


Sehingga sekertaris Rey kembali meraih tubuh gadis yang hampir tersungkur itu.


"Dasar bodoh!"


"Beraninya kau mengatai ku?" Sista mendorong tubuh Rey serta menepis tangan lelaki tersebut seraya melotot ke arahnya.


"Baiklah, urus dirimu sendiri! Aku tidak akan membuang waktuku lagi." Kata Rey tanpa ekspresi. Lelaki itupun membalikkan badannya dan mulai melangkahkan kakinya meninggalkan Sista.


"Apa kau akan terus mematung disitu?" Rey berhenti di depan pintu. Ia berkata tanpa menoleh ataupun melirik ke arah gadis yang masih berdiri di samping ranjang pasien.


"Dasar gila."


Celetuk Sista dengan pelan.


"Aku bisa mendengarnya." Jawaban dari Rey membuat wajah Sista menjadi pias.


Ups ... bagaiman bisa? Aku bahkan mengatakannya dengan sangat pelan.


Sista menutup mulutnya rapat - rapat.


"Tunggu apa lagi? Aku akan benar - benar meninggalkanmu disini hingga kau membatu nanti." Rey melangkahkan kembali kakinya.


Akhirnya mau tidak mau Sista pun bergegas menyusul dibelakang lelaki tersebut. Jejak aroma maskulin yang ditinggalkan oleh lelaki tersebut membuat indera penciuman Sista meronta - ronta karena saking harumnya.

__ADS_1


Dia pakai parfum apa ya? Wangi sekali ....


Batin Sista seraya terus mengikuti langkah kaki pemuda yang ada di depannya.


Langkah kaki mereka berhenti di lobby rumah sakit. Sista nampak membelalakkan matanya melihat kemesraan di antara Eylina dan tuan Morgan.


"Tutup matamu!" Ucapan Rey menyadarkan gadis itu.


"Oh ... oke." Ya ampun ... lucu banget sih mereka. Syukurlah Lin, gue seneng lihat lo kayak gini. Lanjutnya dalam hati.


Rey lalu pergi mengambil mobilnya.


Ia lalu membawa Morgan, Eylina serta Sista dan melajukan mobil itu ke tempat tujuan setelah mendengar penjelasan dari nona mudanya.


Di dalam perjalanan dua orang yang ada di kursi belakang itu tengah berpelukan mesra.


Morgan tak melepaskan tangannya yang merangkul Eylina dengan erat. Ia juga berkali - kali menciumi pipi dan kepala gadis itu.


Sista sesekali melihat kemesraan mereka dari kaca mobil, lalu menoleh pada pria disampingnya yang sedang fokus pada kemudinya.


Apa tuan Morgan selalu seperti itu bersama Eylin? Dan apa pria menjengkelkan ini tidak merasa terganggu sama sekali atau bagaimana? Hebat sekali ... dia bisa tetap fokus meski di belakangnya ada drama dengan adegan yang memacu adrenalin bagi siapa saja yang melihatnya. Aku saja deg - degan mendengarnya.


Tuan Morgan, bagaimana bisa jadi sebucin itu sama Eylin. Hahaha ... lucu juga sih, gemes lihatnya.


Batin Sista.


Sesampainya di toko kue milik ibu Eylina. Kedatangan mereka disambut dengan sangat baik oleh Dara dan Ibunya.


Eylina masuk ke dalam toko bersama Sista, sedangkan Suaminya menunggu di luar bersama dengan sekertarisnya.


Kedua lelaki itu duduk di meja yang berada di sudut sisi luar toko tersebut.


Eylina menceritakan semua yang menimpa Sista pada ibunya dan juga Dara. Ia juga meminta tolong agar ibunya menerima kehadiran Sista dirumahnya.


"Sabar ya Sista, tante turut prihatin atas kejadian ini. Serahkan semuanya pada Tuhan, selalu ada hikmah di setiap ujian Nak. Tuhan pasti sedang menyiapkan rencana terbaiknya untuk hidup Sista. Relakan yang tidak pantas untuk diperjuangkan Nak, dan bukalah lembaran baru untuk menerima berkah yang yang lebih besar." Kata Santi dengan lembut seraya mengusap pundak gadis itu. Ia sudah menganggap Sista sebagai anaknya sendiri. Hatinya juga merasa sakit kala melihat gadis yatim piatu itu tersakiti. Hatinya bahkan terasa pilu saat mendengar gadis itu berniat mengakhiri hidupnya.


Andai ayah sama ibu masih hidup, mungkin mereka juga bisa menguatkan ku seperti tante Santi. Batin Sista.


"Terimakasih ya Tante, Sista nggak tau kayak apa jadinya kalau nggak ada kalian." Gadis itu menatap ketiga wanita yang ada di dekatnya secara bergantian.


"Sudahlah Nak, ini bukan apa - apa. Justru nak Sista yang selalu bantu keluarga Tante sejak dulu." Santi lalu memeluk gadis itu seperti ia memeluk Eylina.


Kasihan banget kak Sista. Batin Dara.


Gadis itu nampak menatap iba pada sahabat kakaknya.


Semoga lo segera menemukan kebahagiaan seperti yang gue rasakan ya Sis. Gue nggak akan berhenti doa in lo.


Eylina tersenyum menatap sahabatnya yang berada dalam pelukan ibunya.


💗💗💗💗💗💗

__ADS_1


__ADS_2