Menikah Kontrak Dengan Tuan Muda

Menikah Kontrak Dengan Tuan Muda
Bonus 6


__ADS_3

Setelah bersiap-siap, Rey membawa Sista serta bi Ani berkunjung ke makan orang tua Sista.


Sepanjang perjalanan, tidak banyak obrolan diantara ketiganya. Rey fokus pada kemudinya, sementara Sista juga terlihat menatap kosong ke depan.


Tak lupa mereka mampir untuk membeli bunga tabur di jalan dekat makam.


Rey turun dan membukakan pintu untuk istrinya dan juga bi Ani. Entah ini karena kepeduliannya atau hanya karena kebiasaannya melayani tuan mudanya.


Tapi yang membuat Sista trenyuh adalah, saat Rey mengulurkan tangannya untuk membantu dirinya.


Lelaki itu menggenggam erat tangan Sista meski gadis itu sudah keluar dari dalam mobil. Sentuhannya terasa hangat sekali, seperti mengalirkan sebuah rasa sayang, atau entahlah namanya. Yang jelas saat ini Sista merasa nyaman dan merasa dilindungi, atau mungkin disayangi.


Ya, mungkin dia kini merasa disayangi. Setelah keduanya saling menyadari sebuah kenyataan saat itu, nyaris tidak ada perdebatan konyol lagi diantara mereka.


Tapi justru hal itu yang membuat Sista merasa canggung hingga sekarang. Bahkan lelaki yang kini menjadi suaminya pun belum pernah bilang cinta padanya.


"Aku ingin kau menikah denganku," kata Rey saat itu. Datar, sangat jauh sekali dari kata romantis.


Dan entah kenapa, meski begitu pun Sista tak bisa menolaknya.


Lelaki itu, sebelum menjadi kak Reynard nya, ternyata sudah ada di dalam hatinya.


Ya, Sista telah lama mencuri pandang padanya. Terkadang ia sangat penasaran dengan kehidupan pribadi sekertaris Rey.

__ADS_1


Hingga beberapa bulan setelah dirinya dilamar, ia dan Rey bahkan tak pernah berkencan atau saling mendekatkan diri untuk lebih mengenal satu sama lain.


Belasan tahun tidak pernah bertemu, tentu saja membuat semuanya sangat berubah. Jika dulu keduanya masih anak-anak, tapi kini keduanya sama-sama dewasa.


Sista pun juga bingung harus memulainya darimana.


Hingga pada hari pernikahan telah tiba pun mereka masih sangat canggung, seperti hari ini.


Rey menggandeng tangan Sista sampai pada pusara mendiang mertuanya. Mereka duduk berjongkok dan menaburkan bunga diatas makam tersebut.


Rey nampak menundukkan wajahnya, ada guratan kesedihan terlihat menghiasi wajah tampannya.


Selama ini ia bekerja keras agar ia suatu saat bisa memberi sedikit kebahagiaan pada orang tang telah baik dan tulus padanya saat itu.


Tapi kenyataannya, saat ia menemukan titik terangnya, orang yang sangat ingin ia temui sudah lebih dulu menghadap sang Pemilik Kehidupan.


Lelaki itu menggenggam tangan istrinya lalu mengajaknya berdiri.


"Aku sudah berjanji pada ayah dan ibu untuk menjagamu," katanya. Entahlah, sepertinya susah sekali baginya untuk mengungkapkan perasaannya. Jika dirinya sangat merasa senang setelah menemukan sosok wanita yang selama ini dicarinya kemana-mana.


Rey menarik Sista kedalam pelukannya. Ia memeluk gadis itu dengan sangat erat.


"Jangan pernah menghilang lagi," lirihnya tulus.

__ADS_1


Mendengar hal itu, Sista menganggukkan kepalanya di dalam pelukan suaminya.


Cukup lama juga mereka berpelukan. Tidak ada kata manis yang terucap, tapi momen ini terasa sangat int*m sekali.


Aroma dari tubuh Rey begitu membuat Sista merasa sangat nyaman berada di dalam pelukan suaminya. Sementara bagi Rey, bisa memeluk gadis yang ia pedulikan dan menjadi beban pikirannya selama ini, membuatnya sangat bahagia.


Sadar jika dirinya tidak pandai berkata, jadi dia memilih menyalurkan segalanya melalui pelukan.


Beruntung bi Ani telah meninggalkan mereka berdua disini, jadi mereka bisa berlama-lama menikmati momen ini.


"Jika ada yang kau perlukan, kau katakan saja. Aku akan menyiapkannya, nanti,"


Tuh kan, lelaki ini memang tidak pandai sekali mengatakan sesuatu yang manis dan enak didengar.


Tapi Sista sudah memakluminya, momen romantisnya jadi rusak kan sekarang.


Gadis itu menatap Rey sebentar, lalu mencium pipi lelaki itu.


Mungkin dia yang harus memulainya, begitulah batin Sista.


Lelaki itu diam sebentar lalu mencoba meraih istrinya dan mulai mencium keningnya.


Gugup? Jelas saja, Rey tidak pernah sama sekali bersinggungan dengan wanita selama ini. Karena satu-satunya wanita yang selama ini menyita pikirannya adalah Amel kecilnya seorang.

__ADS_1


Selepas itu mereka kembali saling memeluk. Sungguh seperti remaja yang baru saja mulai menjalin hubungan.


Di kejauhan bi Ani terlihat tersenyum melihat pemandangan manis di sana.


__ADS_2