Menikah Kontrak Dengan Tuan Muda

Menikah Kontrak Dengan Tuan Muda
Drama Pagi


__ADS_3

Eylina berlari menghampiri sahabatnya yang masih berdiri disamping sekertaris Rey.


"Kok lo ada disini?" tanyanya seraya melihat Sista dari bawah hingga ke atas.


"Karena mulai sekarang gue jadi bodyguard lo," jawab Sista dengan bibir yang tertarik lebar.


"Serius? Kok nggak ngabarin gue? Gimana bisa?" Eylina memukul bahu sahabatnya dengan pelan.


Sista hanya meringis seraya menggaruk bagian belakang kepalanya.


Mau bilang gimana? Makhluk setengah astral ini melarang ku kemarin.


"Sayang, kok bisa Sista sih?" Eylina berjalan ke arah suaminya, ia meminta penjelasan.


"Apa kau tidak suka? Baiklah kalau kau tidak suka, aku akan suruh Rey untuk mencarikan orang lain untukmu."


"Bukan begitu, maksudku bagaimana ceritanya kok kalian bisa sampai memilih Sista?"


"Ceritanya panjang, aku dan Rey mau berangkat ke kantor dulu. Kau bisa tanya langsung pada temanmu itu," jelas Morgan seraya mentowel hidung mancung istrinya.


"Mmm ... baiklah, apa Sista akan tinggal disini juga?" tanya Eylina dengan antusias. Matanya yang berbinar menatap ke dalam mata Morgan.


Hhh ... rubah kecilku, jangan pasang wajah seperti itu. Kau nampak menggemaskan sekali.


Morgan menganggukkan kepalanya lalu mengusap puncak kepala Eylina dengan gemas dan tersenyum.


"Benarkah?"


"Iya ... sayangku," jawab Morgan dengan gemas, ia meraih kedua pipi Eylina dan menekannya hingga membuat bibir gadis itu mengerucut kemudian mendaratkan beberapa ciuman disana.


Sista yang melihat hal itupun menutup matanya, tidak kuat melihat adegan manis diantara sepasang suami istri yang sedikit tidak tahu malu itu. Namun sebuah sentilan di telinganya membuatnya tersentak dan dengan reflek membuka matanya. Ia memegangi telinganya seraya melirik kesal kearah Rey.


Nyebelin amat sih, pagi - pagi sudah kena sentil seperti ini, batinnya.


"Jaga pandanganmu!" Rey memperingatkan gadis itu.


Sista memonyongkan bibirnya seraya mendengus kesal.


"Sayang, bisa ambilkan tas kerjaku?" pinta Morgan dengan lembut. Tangannya mengusap pipi Eylina.


"Baiklah, tunggu sebentar!" Eylina lalu berlari - lari kecil menuju ke dalam rumah dan menaiki tangga. Ia mengambil tas kerja yang sudah siap diatas sofa dan membawanya turun.


"Selamat pagi Nona," sapa seorang pelayan yang berpapasan dengannya. Eylina membalasnya dengan anggukan kepala dan tersenyum.


Ia lalu melanjutkan langkahnya ke tempat suaminya berada. Rumah yang begitu besar dan halaman yang terhampar luas membuat Eylina sedikit merasa lelah.


"Sayang ... ini ... tasnya," ucapnya dengan nafas ngos - ngosan.


"Kau lelah?" tanya Morgan seraya meraih tubuh Eylina ke dalam pelukannya. Gadis itu mengangguk cepat.


Morgan menciumi kening Eylina yang mengeluarkan sedikit keringat lalu membelainya.

__ADS_1


"Sepertinya kau harus mulai rajin berolahraga, agar stamina mu lebih baik." ucapnya lembut.


"Oya?"


"Mmm ..." Morgan mencebik. "Ya sudah, aku berangkat dulu. Jaga dirimu baik - baik! Papa dan Mama mungkin baru akan pulang nanti malam, Emily juga ... mungkin sore baru pulang, dia mulai sibuk sekarang. Mmm ... oiya titip Luna, ya? Akan ku usahakan pulang cepat, tapi aku tidak janji. Ada banyak sekali urusan penting hari ini ..." kata Morgan seraya menangkup kedua pipi Eylina.


"Baiklah, hati - hati dijalan."


"Terimakasih, aku berangkat ... aku mencintaimu," tanpa sungkan Morgan melum*t bibir Eylina dihadapan kedua orang yang berdiri berdampingan disisi mobil baru Eylina.


Mau berangkat ke kantor saja berpamitannya lama sekali, seperti mau berangkat ke bulan selama berabad - abad. Hhh ... Rey menarik nafasnya dan memutar bola matanya.


Uwuuu ... suami lo manis banget sih Eylin, ya Tuhan ... sisakan satu lagi yang seperti itu untukku. Sista menutup mulutnya dengan kedua tangannya, ia ikut merasa tersipu melihat adegan romantis yang ada di depan matanya.


"Ehem ..." Rey berdehem pelan.


"Apa?" Sista membuka tangannya yang menutupi mulutnya.


"Sudah kubilang jaga pandanganmu! Jangan membiasakan melihat adegan seperti itu! Itu bisa membuat matamu menjadi rabun, kau tahu?" kata Rey asal.


"Hah? Teori apa itu?" Mengada - ada saja. Lanjut Sista dalam hati.


Kedua sejoli itu telah usai bermain drama saat Sista menoleh pada mereka. Eylina dan Morgan berjalan ke arahnya.


"Rey, berangkat sekarang!" perintahnya. "Dan kau, jaga istriku baik - baik!"


"Baik Tuan, saya akan menjalankan tugas dengan baik," jawab Sista seraya menundukkan kepalanya sesuai protokol yang telah dijelaskan oleh Rey. Tidak lupa, ia juga tersenyum ramah.


Astaga ... adegan itu sungguh tidak cocok untuk orang seumuran anda, Tuan. Aku yang melihatnya saja malu.


Rey menggelengkan kepalanya.


Ia melajukan mobil tersebut keluar dari halaman rumah itu.


"Sis, masuk yuk!" ajak Eylina seraya menarik tangan sahabatnya.


Gila ... tangan lo halus banget sekarang. Nggak kayak yang dulu.


"Lin, tunggu Lin ... ini gue nggak dimarahi apa? Posisi gue kan termasuk pelayan disini. Tadi gue udah diajak masuk ke rumah bagian belakang lewat jalan itu tuh. Nah kamar gue ada disana, tadi ada kepala pelayan ... siapa namanya? Mmm ...." Sista mencoba mengingat.


"Pak Gunawan? Lo nggak dibolehin masuk rumah utama kalau nggak ada kepentingan? Udah ah nggak papa. Lagian gue cuma mau ngajak lo ke taman belakang aja kok. Deket kolam renang, enak banget disana."


"Oke deh, eh tapi kayaknya lo lebih baik jangan gandeng gue kayak gini deh. Tadi sekertaris itu bilang, gue harus berada di belakang lo. Nggak boleh sejajar kayak gini, apalagi gandengan. Gue bisa kena hukuman ntar."


"Udah lo tenang aja! Ntar biar gue yang urus," kata Eylina dengan enteng.


Sista hanya menurut, mengikuti kemanapun langkah Eylina. Matanya terbelalak saat kakinya memasuki ruang tamu rumah itu. Ia sangat takjub melihat isi dalam rumah yang sering menjadi topik pemberitaan di televisi itu.


Selama ini memang bagian dalam rumah keluarga Wiratmadja tak pernah terekspos oleh media. Kabarnya tidak sembarangan orang bisa masuk ke dalam rumah ini. Dan sekarang, dua orang gadis yang dulunya hanya cecunguk itu bisa memasuki rumah yang menjadi impian dan dambaan banyak orang. Bahkan sahabatnya telah berhasil menjadi menantu dan dicintai di keluarga ini.


Gila ... keren banget sih ini. Sista membiarkan matanya bergerak menyapu seluruh sudut ruangan sepanjang ia melangkahkan kakinya.

__ADS_1


Eylina membawanya melewati ruang keluarga yang tak kalah mewahnya. Membuat Sista tak henti berdecak kagum melihatnya.


Emang bener - bener kaya raya keluarga ini, rumahnya super mewah dan luas banget. Mau ke taman belakang aja jauh amat.


Akhirnya mereka sampai di taman belakang yang asri dan sejuk. Eylina mengajak Sista duduk di bangku taman dengan meja berada ditengahnya. Ia memanggil pelayan dan meminta dibuatkan minuman dan cemilan untuknya dan Sista.


"Keren banget lo Lin, bisa jadi menantu keluarga kaya raya kayak gini," katanya setengah berbisik.


"Apaan sih lo, lo kan tau jalan ceritanya kayak gimana? Eh tapi makasih ya Sis, lo udah bantuin gue menemukan jodoh. Ternyata yang namanya jodoh itu nggak selalu berawal dengan yang manis - manis ya?"


"Iya lo bener, bahkan yang awalnya manis pun lama - lama justru menjadi sebuah kepahitan," jawab Sista lalu menundukkan kepalanya. Ia tersenyum getir.


"Eh ... gue nggak maksud ngingetin lo sama cowok itu, sumpah! Aduh ... maafin gue ya Sis," Eylina menyambar tangan Sista dan menggenggamnya.


"Ye ... apaan sih? Gue udah lupa kali manusia lucknut itu." Sista tertawa.


"Bagus kalau lo udah lupa, lo harus segera move on, okey?"


"Iya ... Nona Muda," Sista berdiri kemudian membungkukkan badannya, bergaya seperti seorang pelayan.


"Apaan sih lo, manggil gue kayak gitu?"


"Protokolnya kan harus begitu," ucap Sista, mereka pun lalu tertawa bersama.


"Oh iya, omong - omong lo keren banget pakai baju kayak gini. Beli dimana? Bagus banget, mahal ya?"


"Oh ... ini? Ini tuh fasilitas dari Tuan Morgan. Gue beli sama sekertaris itu semalam." Sista tersipu saat mengatakannya.


"Cieee udah jalan bareng aja nih... gue kecolongan deh. Eh dia ganteng kan? Coba deketin deh! Dia masih single lho ...."


"Apaan sih lo? Ngaco deh. Lagian gue kesel banget sama tuh orang."


"Kenapa?"


"Ya ... pokoknya dia ngeselin banget. Udah ah, ngapain jadi bahas dia sih? Gak ada faedahnya tau?"


"Ciiee ... awas ntar kecantol lho, ati - ati kalau ngomong. Hahaha ...."


"Nona Muda, kurasa anda keterlaluan sekali. Amit - amit dah kecantol sama laki - laki kayak gitu. Mending gue jomblo aja,"


"Masa sih?" goda Eylina, tangannya mentowel dagu Sista.


"Udah, ih ... Eylin." Wajah Sista sampai bersemu merah.


Eylina dan Sista bercerita panjang lebar, sesekali mereka tertawa terbahak - bahak. Banyak sekali yang mereka bicarakan, bahkan tak terasa cemilan di meja sudah hampir habis. Begitu pula minuman mereka.


💗💗💗💗💗💗


Double up untuk kalian semua


Happy weekend ....

__ADS_1


Oya kabarin dong kalau ada typo,,, 🙏🙏


__ADS_2