
"Permisi Tuan, semuanya sudah siap." Rey datang dan memberi kabar pada Morgan.
"Baiklah."
Morgan dan semua orang yang berada di ruangan itupun kemudian keluar mengikuti langkah kaki sekertaris Rey menuju sebuah ruangan yang sangat luas, yang berisi ribuan orang yang merupakan wakil dari perusahaan masing - masing.
Lelaki itu bersama sekertarisnya berjalan menuju sebuah panggung yang telah disediakan untuk memberikan beberapa patah kata sebagai sambutan.
Sementara Eylina, dan kedua adik iparnya juga ibu mertuanya duduk di kursi VVIP yang telah disiapkan. Mereka duduk di satu barisan dengan Bella dan juga keluarganya yang ikut menyaksikan bagaimana acara hari ini berlangsung.
Lain dari biasanya, Bella nampak tenang hari ini. Ia bahkan tak terlihat banyak mengobrol dengan Ayu.
"Terimakasih atas kehadiran saudara semua dalam acara peresmian gedung yang merupakan Mega proyek dari Globalindo Group.
Atas kerja keras kita semua, akhirnya gedung yang kita tunggu - tunggu dan menjadi icon baru Globalindo Group bisa resmi dibuka ... bla ... bla ... bla ...."
Cukup panjang Morgan memberikan kata sambutan.
Setelah itu ia pun turun dan berjalan ke arah istrinya dan melihat jalannya acara.
Banyak hiburan yang disuguhkan. Termasuk para artis papan atas pun turut meramaikan acara hari ini.
Bagi Eylina ini adalah hal yang luar biasa. Ya, dirinya yang sejak dulu hanya bisa bermimpi untuk menonton konser secara live, dan kini ia bahkan bisa menyaksikan artis - artis tersebut secara eksklusif di depan matanya.
Acara berlangsung sangat meriah, semua orang bergembira.
Hingga tiba saatnya acara "Q & A" bersama calon Presdir Globalindo, yang tak lain adalah Morgan Wiratmadja.
"Berikan tepuk tangan untuk menyambut calon Presdir kita yang baru." Ucap seorang pemandu acara.
Semua yang hadir dalam ruangan itu pun bertepuk tangan dengan riuh. Dengan wajah yang antusias mereka memandang dan mendengarkan setiap kata yang dilontarkan oleh lelaki yang kini duduk di sebuah kursi diatas panggung.
Ada banyak sekali pertanyaan yang di tanyakan oleh pembawa acara namun tak semuanya dijawab oleh Morgan.
"Tuan Muda, jika tidak keberatan kami semua ingin mendengar jawaban ini langsung dari tuan Morgan. Ini adalah pertanyaan yang paling banyak ditanyakan oleh orang - orang."
Pembawa acara itu berkata dengan sangat berhati - hati.
"Yah, tanyakan apa saja yang ingin kalian ketahui!" Kata Morgan dengan enteng.
__ADS_1
"Baik Tuan, hal apakah yang membuat Tuan Muda akhirnya mau terjun langsung menjalankan perusahaan raksasa ini?"
"Hahaha ...pertanyaan macam apa itu? Tentu saja karena aku tidak ingin perusahaan yang sudah merajai seluruh negri ini menjadi hancur begitu saja."
"Apakah ada dorongan yang lainnya Tuan?"
"Tentu saja, itu semua karena seorang wanita yang menemaniku dan menjadi semangatku."
"Waaahhhh ... apakah itu nona muda? atau justru ibu anda, Tuan?"
"Menurut kalian?" Morgan justru bertanya balik.
"Waaah ... rupanya Tuan Muda suka memberikan teka teki, hehehe ...."
"Ya, dia adalah istriku. Wanita yang kini duduk di hadapanku."
Morgan melirik Eylina yang duduk tepat dihadapannya.
Sementara Eylina, wajahnya memerah. Ia tak menyangka jika lelaki itu bahkan mengakui statusnya dihadapan ribuan orang yang hadir disini.
Apa hatinya senang dan bangga?
Tidak! Eylina justru takut, jika suatu saat ia telah berpisah dengan suami kontraknya. Dan semua sandiwaranya terungkap, ia tidak tahu lagi dimana ia harus menyembunyikan dirinya. Hal itu semakin bertambah buruk karena acara yang dihadirinya ini ditayangkan di TV secara live. Semua orang tentu melihatnya. Semua orang di seluruh penjuru negri ini kini juga tau statusnya.
Jika saja ini bukan pernikahan kontrak, tentu ia pasti menjadi wanita yang paling bahagia hari ini. Bagaimana tidak? lelaki yang menjadi suaminya itu memperkenalkannya dihadapan publik tanpa ragu. Dan dengan bangga mengakuinya sebagai istri.
Rupanya kau memang mencintainya, Morgan. Jujur hatiku sakit sekali mendengar ini. Bella.
Hatinya terasa teriris mendengar semua pengakuan dari Morgan. Namun ia tak ingin terlihat menyedihkan di depan semua orang hari ini.
Sementara di sebelahnya, Gavin mengamati raut wajah kakaknya. Ia tersenyum melihat sikap Bella yang menunjukkan ketabahan dan berusaha menerima kenyataan.
"Waa ... hahaha ternyata tuan muda kita sangat romantis sekali saudara - saudara. Terimakasih tuan Morgan, anda sudah bersedia menjawab pertanyaan dari kami semua. Dan, bolehkah kami menanyakan satu hal lagi?"
"Tanyakan saja!"
"Semua yang hadir di sini sedang penasaran, Tuan. Mereka semua ingin mendengarkan jawaban dari Tuan Muda hehehe.
Maaf jika pertanyaan ini terlalu lancang, Tuan. Saya mohon anda tidak memasukkan saya ke dalam daftar hitam. Karena saya hanya menyampaikan apa yang mereka tanyakan. Bukankah begitu sekertaris Rey?"
__ADS_1
Pembawa acara itu mencoba meyakinkan posisinya agar tetap aman setelah melontarkan pertanyaan terakhirnya.
Sementara sekertaris Rey yang berdiri dibelakang Morgan hanya mengedihkan bahunya.
"Tanyakan saja, aku jamin posisimu tetap aman." Morgan memberikan jaminan yang membuat wajah pembawa acara itu tersenyum dan terlihat bernafas lega.
"Baiklah kalau begitu Tuan, ada banyak sekali yang menanyakan hal ini. Kami berharap anda mau menjawabnya."
"Jangan berbasa - basi, atau aku akan berubah pikiran." Morgan membenarkan posisinya.
"Baiklah, maaf jika ini lancang. Tuan, apakah nona muda sudah memperlihatkan tanda - tanda kehamilan?" wajah pembawa acara itu berubah menjadi pias setelah melontarkan pertanyaan.
"Hahaha ... apa kalian semua tak sabar menunggu kehadirannya?"
Entah kenapa ada rona bahagia di wajah lelaki tersebut. Sekilas ia membayangkan, bagaimana jika ia memiliki putra dan putri yang lucu sebagai penerus tahta perusahaan yang berikutnya.
"Waah, apa ini berarti tanda - tandanya sudah mulai terlihat, Tuan?
"Tunggu saja saatnya." Morgan mengatakannya dengan tanpa beban lalu mengedihkan bahunya dan melirik sekilas seorang wanita yang duduk dihadapannya.
Membuat jantung Eylina berdebar.
Apa lagi yang sebenarnya direncanakannya ya Tuhan.
Sementara Emily dan Luna terlihat tersenyum bahagia. Mereka bahkan saling menggenggam tangan. Mengira jika apa yang dikatakan Morgan adalah sebuah kode yang berarti bahwa kakak ipar mereka sedang mengandung calon keponakan mereka. Kedua gadis itu kemudian menatap Eylina secara bersamaan.
Sedangkan Eylina hanya mengernyitkan dahinya kemudian menggelengkan kepalanya.
Dasar gila, permainan apa lagi ini?bersentuhan dengannya saja tidak pernah bagaimana aku bisa mengandung. Eylina.
Diantara ribuan orang yang hadir dan duduk disana, hanya Ayu lah yang terlihat tidak suka mendengar nama Eylina disebut, juga dengan jawaban yang dilontarkan oleh putranya.
Semua orang yang hadir itu kemudian bertepuk tangan bahagia. Mereka sama halnya seperti Emily dan Luna. Mengira jika apa yang dikatakan Morgan adalah sebuah isyarat bahwa istrinya tengah mengandung saat ini.
"Waaahh, selamat Tuan Muda. Selamat Nona Muda, semoga semuanya berjalan lancar sampai tiba saatnya tuan muda atau nona muda junior lahir ditengah - tengah kita semua."
Morgan tersenyum menanggapi ucapan pembawa acara tersebut. Ia beberapa kali melirik istrinya yang terlihat gelisah.
Gadis bodoh, bagaimana kau bisa menggemaskan seperti itu.
__ADS_1
Morgan nampak tersenyum simpul. Entah apa yang ia pikirkan.
💗💗💗💗💗💗