Menikah Kontrak Dengan Tuan Muda

Menikah Kontrak Dengan Tuan Muda
Malam Panjang


__ADS_3

Beberapa bulan pun telah berlalu, dan semuanya masih aman terkendali. Meski Jordan dan Hendrawan belum ditemukan namun keluarga Wira kini bisa hidup seperti biasanya. Rey dan Riu bekerjasama dengan sangat baik beberapa bulan ini.


Merasa semua masih aman, Rey kemudian meminta Riu kembali ke kota B untuk mengurus kantor cabang yang lain.


Dirumah Wiratmadja, hanya orang laki - laki saja yang mengetahui kekacauan selama beberapa bulan ini, sementara para wanita tetap menjalani hari - harinya dengan bahagia. Ya, walaupun kadang mereka terheran - heran karena pengawalan lebih diperketat dari yang sebelumnya, namun mereka tidak menanyakan banyak hal. Bahkan kejadian yang menimpa anak dan istri Mathias juga dirahasiakan.


Lelaki itu kini juga telah kembali bekerja di gedung utama. Para kepala divisi dan staf menyambutnya dengan baik, karena sebelumnya Wira sendirilah yang membersihkan nama Mathias yang sempat dianggap pengkhianat beberapa bulan yang lalu.


*****


Sore ini begitu syahdu karena awan hitam yang menggelayut manja di langit.


Eylina tengah duduk di sofa dan membaca novel online di aplikasi yang ada di ponselnya.


"Kau mau apa?" tanya Eylina yang terkejut karena suaminya tiba - tiba mengangkat tubuhnya. Ponsel yang ia pegang terjatuh begitu saja ke lantai.


"Sayang ponselku jatuh," serunya.


"Nanti kubelikan yang baru," jawab Morgan dengan enteng.


"Apa yang akan kau lakukan?"


"Aku ingin mencicipi mu, seperti apa rasanya? Rasanya sudah seperti berabad - abad aku berpuasa dan hanya bisa memandangi lekukan tubuhnya yang begitu menggoda," kata Morgan seraya membaringkan tubuh istrinya di atas tempat tidur. Ia menatap Eylina dengan penuh gairah, dengan menggigit bibir bawahnya.


"Tunggu ... tunggu, kita harus konsultasi dulu pada dokter Mira kan? Sudah boleh atau belum?" Eylina menutupi dadanya yang terlihat menyembul.


"Ini sudah berapa bulan? Apa kau ingin melihat cairanku mengeras menjadi batu karena terlalu lama disimpan di dalam sini. Sayang aku sudah tidak tahan lagi, apa tidak cukup kau menyiksaku beberapa bulan ini? Kau tega sekali membiarkanku seperti orang gila setiap hari."


Lihatlah lelaki itu! Mana wajahnya yang tadi sangat macho dan menggoda?


Kenapa cepat sekali berubah? Dan lihatlah! Sekarang dia seperti balita yang menginginkan sesuatu. Merengek - rengek dan memasang wajahnya yang menggemaskan.


Uuu ... Eylina gemas sekali rasanya. Tapi ia juga masih ragu - ragu. Jujur saja, berpuasa hubungan seperti ini juga hampir membuatnya gila.


Mereka berciuman sangat panas setiap hari, tapi pada akhirnya mereka hanya bisa mengakhiri hasratnya dengan mandi air dingin lalu melupakan semuanya.


Beberapa bulan ini Eylina dan Morgan banyak sekali belajar, bagaimana caranya agar bisa menuntaskan hasrat meski tanpa penyatuan.


Tapi entah kenapa, Morgan sepertinya tidak bisa dengan cara - cara tersebut. Ia tidak bisa fokus sementara Eylina tak cukup lihai.


Kalian tahu sendiri, Eylina sangat tidak berpengalaman. Bahkan sampai menjelang dirinya dioperasi, ia dan Morgan baru tahu dan mencoba satu gaya saja. Percayalah, mereka sungguh polos sekali.


"Ayolah, sayang! Rasanya sakit sekali, kau tahu? Setiap hari adikku menegang tanpa pelampiasan," pinta Morgan dengan wajah wajah memohon.


Melihat suaminya yang sudah seperti itu, Eylina pun tidak tega rasanya jika harus mengabaikannya lebih lama lagi.


Ia menghela napasnya, kemudian bangun dan bersandar di kepala tempat tidurnya.

__ADS_1


"Aku sendiri masih takut, sayang," ujarnya lirih.


"Aku akan melakukannya dengan pelan - pelan, okey? Lagipula ini sudah bulan ke lima setelah kau dioperasi,"


Setelah mengucapkan kalimatnya, Morgan meraih wajah Eylina menempelkan bibirnya di bibir lembut istrinya. Terasa hangat dan lembut sekali, aroma mint bercampur stoberi menambah gairah Morgan semakin tak terkendali.


Baginya bibir Eylina terasa sangat manis sekali. Sekian lama mereka berpuasa hubungan ternyata membuahkan sesuatu yang tak mereka sadari.


Keduanya semakin mahir dalam hal berciuman, desahan demi desahan menambah kesan erotis sore hari ini.


Morgan memindahkan posisi Eylina sehingga gadis itu berpindah kepangkuannya saat ini. Ciuman mereka semakin dalam, tangan Eylina merem*s rambut Morgan dengan sangat bergairah. Sementara tangan Morgan bergerilya tak terkendali.


Tanpa menyudahi ciumannya, Morgan mulai menanggalkan satu persatu pakaian yang menempel di tubuh istrinya.


Lelaki itu berganti menyusuri leher jenjang Eylina dan berakhir di dada gadis itu.


Keduanya sudah berada di puncak gairah, Morgan membaringkan Eylina dan menindih tubuh polosnya.


"I love you, sweety," bisiknya ditelinga Eylina.


Ia menghentikan sebentar aksinya dan melepaskan segala atribut yang dipakainya.


Wajah Morgan dan Eylina sama - sama memerah karena tuntutan hasrat yang telah lama terpendam. Nafas mereka begitu memburu.


"Ready?"


Morgan pun menyatukan kedua tubuh mereka. Setelah sekian lama ia menahannya, akhirnya hari yang dinanti pun tiba.


Lelaki itu memejamkan matanya, begitu pula Eylina. Keduanya hanyut dalam sebuah rasa yang telah lama mereka rindukan selama ini. Bersatu dalam sebuah suasana dan rasa yang begitu indah. Semuanya seolah menjadi tersalurkan melalui aktivitas ini.


Morgan tak hentinya memberikan hujan ciuman pada wanita yang berada dibawah tubuhnya.


Udara disekitar mereka semakin terasa panas. Pendingin ruangan itu seperti tidak bekerja dengan baik. Bahkan Eylina dan Morgan sama - sama berpeluh di ruangan ini.


"I love you Eylina," bisiknya, kemudian erangan panjang pun keluar dari bibir Morgan. Lelaki itu nampaknya telah mencapai apa yang telah ia rindukan selama ini. Bersamaan dengan itu, Eylina juga mencengkeram lengan suaminya dengan Erat.


Morgan menjatuhkan tubuhnya dengan lunglai diatas tubuh Eylina, nafasnya masih terdengar sangat memburu dan terasa hangat ditelinga Eylina.


Jantung mereka berdua juga masih berpacu dengan cepat.


Morgan mengangkat tubuhnya dan memandang gadis kesayangannya yang masih memejamkan matanya. Ia kembali memberikan hujan ciuman lembut di seluruh wajah gadis itu.


"Bagaimana rasanya!" tanyanya dengan berbisik.


Sontak saja membuat wajah Eylina memerah. Gadis itu membuka matanya dan menggigit bibir bawahnya untuk menahan perasaan malunya.


"Jangan seperti itu, kau nampak menggoda jika melakukan hal itu."

__ADS_1


Morgan lalu menciumi kening Eylina dan menciumi beberapa bekas merah mahakaryanya yang baru saja ia ciptakan tadi.


Dengan bagian bawah yang masih menyatu, Morgan dapat menegang kembali dengan mudah.


Eylina yang merasakan dibawah sana semakin sesak pun membelalakkan matanya.


"Sayang, kita bisa terlambat makan malam, nanti."


"Kita bisa makan belakangan," jawab Morgan seraya menatap sayu pada Eylina.


Hhh ... sepertinya tidak akan mudah untuk lolos darinya malam ini.


Eylina pun mulai mengimbangi apa yang Morgan inginkan. Dan pergulatan panjang pun kembali terjadi.


"Terimakasih sayang," ujar lelaki itu setelah menyudahi permainannya, kemudian bangun dan pergi ke kamar mandi.


Sementara Eylina, ia meringis karena bagian bawah tubuhnya terasa panas dan perih.


Ia berjalan terseok - seok ke kamar mandi. Mereka berdua sudah terbiasa tidak pernah mengunci pintunya saat berada di dalam.


"Hahaha ... kau kenapa?" tanya Morgan yang tengah mengguyur tubuhnya di bawah pancuran air.


"Tidak apa - apa."


Melihat hal itu, Morgan menghampirinya dan membawanya ke bawah pancuran air. Ia membasuh tubuh Eylina dan membantu gadis itu membersihkan tubuhnya.


"Kau tahu kenapa aku sangat mencintaimu?"


"Eemmm ... kenapa?" Eylina menggelengkan kepalanya.


"Karena kau sangat lucu, kau juga sangat langka. Kau ingat saat kau bersendawa waktu acara table manner? hahaha ... itu lucu sekali. Aku hampir saja tidak bisa menahan tawaku saat itu."


Mendengar hal itu, Eylina menjadi tersipu malu. Sungguh saat itu ia sangat memalukan sekali.


"Bukankah itu menjijikkan?"


"Hahaha ... tapi aku sangat terhibur. Kau tahu tidak semua orang bisa melakukan hal seperti itu di depan banyak orang."


"Aku tidak sengaja melakukannya, waktu itu."


"Apapun itu, yang jelas kau adalah sesuatu yang sangat unik bagiku," jawab Morgan seraya memeluk tubuh Eylina yang polos.


Jangan ditanya lagi, tangan Morgan masih tidak bisa dikendalikan.


Malam ini sepertinya akan menjadi malam yang sangat panjang bagi keduanya.


💗💗💗💗💗💗

__ADS_1


__ADS_2