Menikah Kontrak Dengan Tuan Muda

Menikah Kontrak Dengan Tuan Muda
Ke Mall


__ADS_3

"Hai, Morgan!" sapa seorang laki - laki yang berdiri di depan sekertaris Rey seraya melambaikan tangannya.


Morgan tersenyum ke arah lelaki yang tak lain pernah menjadi sahabat dekatnya dan telah menikah dua bulan yang lalu.


"Hai, apa kabar, Martin?" balas Morgan seraya berjalan dan menjabat tangan Martin.


"Apa istrimu sedang melakukan pemeriksaan hamil juga? Wah selamat ya, akhirnya akan ada Morgan junior," kata Martin ramah. Lelaki ini sedang berusaha mengakrabkan dirinya kembali dengan Morgan. Ya, setelah drama panjang antara dirinya, Bella dan Morgan. Hubungan mereka tak lagi harmonis, sekarang setelah Bella resmi menjadi istrinya bukankah lebih baik menyambung kembali ikatan sahabat yang telah berantakan itu. Lagipula Morgan juga telah memiliki istri.


"Oh, tadinya kami sedang ingin merencanakan program kehamilan. Tapi setelah kami masuk ke dalam, kami berubah pikiran dan sepertinya kami ingin menunda hal ini dulu. Yah, kami masih ingin menikmati masa - masa romantis kami berdua. Bukan begitu, sayang?" Morgan lalu melirik istri yang dirangkulnya sejak tadi.


"Wah, kau beruntung sekali bisa menikmati masa - masa romantis kalian lebih lama lagi. Aku juga sebenarnya ingin seperti itu, tapi ternyata Tuhan memberikan kami berkah secepat ini. Bella tengah hamil saat ini, dan ini adalah hal yang sangat membahagiakan bagi kami," ujar Martin.


Mendengar hal itu Eylina pun tersenyum ke arah Bella, "Selamat ya Bella, kau pasti akan menjadi ibu yang sangat baik untuk anak - anakmu nanti."


Bella tersenyum, "Terimakasih, semoga kau juga cepat diberi momongan."


"Emm ... baiklah, aku duluan. Oh ya, berkunjunglah ke rumah jika kau sempat," kata Morgan dengan hangat


"Tentu, aku rindu persahabatan kita yang dulu. Kapan - kapan aku akan ajak Aaron dan Alex kerumah mu. Tapi kau harus siapkan acara khusus untuk menyambut kami," gurau Martin.


"Tenang saja, aku akan berikan apapun yang kalian inginkan. Asal jangan istriku, hahaha ...."

__ADS_1


Morgan menepuk pundak Martin dan melangkahkan kakinya bersama istrinya dan sekertaris Rey yang mengekor di belakangnya. Sejujurnya Morgan cukup grogi dan canggung juga, karena kesalahpahaman dan pertikaian mereka dimasa lalu. Tapi kembali lagi, itu adalah masa lalu. Toh Martin juga tahu kebenarannya.


Hari ini sudah menjelang siang, namun Morgan dan Eylina tidak langsung pulang kerumah.


Mereka memutuskan untuk mampir di sebuah pusat perbelanjaan yang ada ditengah kota. Tempat yang dulu ia datangi saat kencan pertama dengan suaminya. Tempat yang menjadi kenangan manis saat seorang anak konglomerat pertama kalinya mencicipi rasa sayur asam.


Mereka turun dari mobil dan berjalan lebih dulu meninggalkan Rey yang masih mengurus mobilnya serta meminta anak buahnya untuk merapat ke lokasinya saat ini.


"Sayang, sepertinya sudah lama sekali aku tidak mengajakmu jalan - jalan seperti ini," kata Morgan.


"Benar juga, kenapa aku tidak menyadarinya? Selain pergi ke taman untuk melihat Sista dan sekertaris Rey latihan, kau hanya mengajakku ke pernikahan Bella dan juga makan malam dengan kolega mu waktu itu."


Eylina menoleh pada suaminya dan terlihat sedang berpikir, atau mungkin sedang mengingat sesuatu.


"Sudahlah, yang penting hari ini aku mengajakmu jalan - jalan. Kau senang, bukan? Kau bisa beli apapun yang kau mau. Ah ya, sepertinya kau harus melihat koleksi pakaian terbaru. Dan satu lagi, jangan membeli barang secara online lagi, Oke? Kualitasnya kurang bagus, sayang."


"Ehm ... aku, sebenarnya aku membelikannya untuk Sista. Tidak apa - apa kan?" jawab Eylina ragu.


"Sista? Oke ... tidak masalah, Jadi semua paket yang datang itu untuk sahabatmu?"


"Ya, aku memintanya untuk menyimpan uang gajinya. Dia juga butuh masa depan yang cerah, kan? Lagi pula, dia juga mungkin tidak akan menjadi bodyguardku selamanya. Dan selama ini dia sudah menjadi sahabat yang sangat baik untukku. Jadi tidak masalah kan, jika aku memberi sedikit hadiah untuknya?"

__ADS_1


Tanpa menjawab, Morgan tersenyum dan mengusap kepala Eylina dengan gemas. Selain gemas ia juga kagum akan pemikiran istrinya.


Mereka berdua kemudian bergandengan tangan, masuk dan melihat - lihat berbagai koleksi pakaian mewah di salah satu toko yang ada di dalam mall tersebut.


Eylina membolak balikkan pakaian yang tergantung dihadapannya.


"Sayang, kenapa kau tadi berbohong pada temanmu? Bukankah kita memang sedang ingin memiliki anak?" tanya gadis itu tanpa mengalihkan pandangannya dari benda - benda dihadapannya.


"Tidak apa - apa,"


"Apa kau takut jika ada orang yang mencela ku?"


Eylina berbalik dan mendongakkan kepalanya menghadap suaminya.


"Mmm ... bisa dikatakan seperti itu juga, jangankan mencelamu, jika ada yang berani menatap sinis padamu pasti akan ku tusuk bola matanya,"


"Kau selalu berlebihan!"


Eylina lalu berkacak pinggang pada suaminya. Ia merasa Morgan selalu berlebihan.


"Jangan menggodaku seperti ini!" bisik Morgan saat melihat tingkah gemas istrinya yang mengerucutkan bibirnya dan menggembungkan pipinya.

__ADS_1


Namun beberapa saat kemudian, wajah Eylina sudah berubah ekspresi. Gadis itu nampak mengernyitkan dahinya sambil menatap ke belakang suaminya.


💗💗💗💗💗💗


__ADS_2