Menikahi Kembaranku

Menikahi Kembaranku
Episode 10 : Mati lampu


__ADS_3

"Mama" Gea menangis karena mama hari ini ada operasi malam dan papa ada kerjaan di luar kota. Sedangkan sekarang hujan deras dan tiba-tiba mati lampu.


Gea tidak bisa kalau keadaan begini, dia ketakutan.


Gio yang berniat akan tidur mengetahui keadaan begini dia menghela nafas.


"Aduh,cobaan apa ini" gerutu Gio.


Tak selang lama Gea sudah membuka pintu kamar Gio dengan bergetar sambil menggenggam senter.


"Gio, gue boleh tidur disini ya" Gea menahan tangis.


"Hem" Gio miring membelakangi Gea.


Gea langsung melompat ke tempat tidur. Lalu merebahkan diri disamping Gio.


"Mama belum pulang, papa nggak pulang dan gue takut Gio. Nggak papa kan gue tidur sama elo? kita juga sering tidur bareng" Gea berada di dekat Gio sudah mulai tenang.


Sedangkan yang diajak bicara hanya diam.


Tangan Gea kini malah menyentuh punggung Gio.


"Punggung lo ternyata lebar, gue baru sadar" bahkan mengusapnya.


Gio menahan agar tidak beraksi.


Namun kini malah tangan itu turun dan memeluk tubuh Gio. Hingga membuat Gio terperanjat seperti tersengat listrik.


"Lo bisa diem nggak! " Gio menghempaskan tangan Gea.


Gea kaget, dia dari tadi cuma mau ngajak bicara agar bisa melupakan rasa takutnya. Air mata Gea menetes.

__ADS_1


Gio berbalik, dia kini terlentang dan menoleh ke Gea yang masih menggenggam senter.


"Tidur lo, taruh senter nya disitu" Gio menunjuk dengan dagunya ke arah meja.


Gea masih menangis diam, hanya air mata yang menetes, tangannya meletakkan senter.


Senter mengarah ke wajah Gea hingga Gio kemudian bisa melihat wajah Gea yang berkelinangan air mata.


"Malah nangis?"


"Gue takut, lo nggak tahu gue berusaha menghilangkan rasa takut gue elo malah bikin gue takut" rengek Gea.


Gio tidak kuat lagi lalu tangannya memeluk Gea.


"Sudah, ada gue disini. " Gio menenangkan Gea.


Gea menenggelamkan wajahnya didada Gio. Gea merasakan rasa nyaman dan hangat.


Gio menghapus air mata Gea di pipinya.


Gea lama kelamaan tidur dalam dekapan Gio.


Tapi Gio yang nggak bisa tidur, yang dibawah sana malah menegang.


'Sialan' batin Gio.


Gio melihat wajah Gea yang cantik, tangannya terulur membetulkan rambut Gea yang menimpa wajahnya.


Kemudian mencium kening Gea sekejap.


Gea tidak bereaksi karena tidurnya sudah sangat pulas.

__ADS_1


Bahkan Gio menyentuh bibirnya aja juga tidak bangun.


Karena ada kesempatan Gio mengecup bibir Gea. Tapi hanya sedetik saja, dia sadar ini tidaklah benar.


***


Hingga pagi Gio tidak bisa tidur,mau melepaskan Gea tidak bisa karena Gea memeluknya erat.


Gea bangun, Gio pura-pura tidur.


"Gi, lo nggak sekolah? kok nggak bangun? " Gea masih memeluk Gio dan bersandar di dadanya. " Gio"


Gio membuka mata, "Minggir lo. Ngapain masih disini? "sengaknya.


Gea merasa heran, karena semalam aja Gio hangat sekarang dingin lagi.


Gea bangun dan duduk.


"Ish, lo padahal semalam hangat banget. Kenapa sekarang kumat lagi? "


Belum sempat Gio memberikan reaksi sudah ada yang membuka pintu kamar Gio.


"Kalian tidur berdua? " Itu mama yang ternyata baru pulang.


Gea menghampiri mama.


"Iya ma, mama baru pulang? "


Mama tidak menjawab, dia malah melihat satu persatu mereka berdua secara bergantian.


"Semalam mati lampu" Gea yang peka akan tatapan mama yang penuh pertanyaan.

__ADS_1


"Oh, kamu nggak papa kan sayang"mama sudah tenang. Tapi sedikit khawatir sama Gea yang takut akan mati lampu


"Gakpapa, kan ada Gio"


__ADS_2