Menikahi Kembaranku

Menikahi Kembaranku
Episode 54 : Gue baik-baik saja


__ADS_3

Gea hanya diam melihat jendela, tatapannya kosong. Dia bingung dan syok karena kini semuanya sudah tahu. Banyak sekali tadi yang menghina Gea, menyimpulkan tentang dirinya. Lalu dia menoleh pada laki-laki yang masih bercucuran keringat ini. Gio lebih banyak menerima hujatan, padahal selama ini dia selalu dipuji dan dipuja.


"Gio?" Gea mau bertanya apa dia baik-baik saja.


Gio menoleh sebentar, " Gue baik-baik saja. Yang gue khawatirkan itu elo"


Belum dijawab,malah ada telpon dari Zico.


"Gimana? " tanya Gio begitu sambungan telah tersambung.


"Gue cuma menjelaskan kalau kalian bukan saudara kandung, dan kalau soal pernikahan kalian gue nggak berani ngomong. Seharusnya disanggah aja, pasti mereka percaya kok" Zico menjelaskan.


"Baiklah, lo benar. Sudahlah lebih baik kita diam dulu sampai semuanya reda. "


"Kalau tidak lo jelaskan pasti bakalan timbul lebih banyak lagi gosip nantinya. " Zico memberi saran.


"Biarkan saja, lagian kita sudah tidak aktif lagi sekolahnya. Sudah bukan masalah lagi kalau gue digosipin. " jawab Gio enteng.

__ADS_1


Gea mendengar itu semua lalu menoleh pada Gio yang nampak tenang,dan merasa terusik gimana bisa Gio setenang itu.


"Ya udah entar lo klarifikasi sendiri. Heran deh kaya artis lo berdua" Zico mengakhiri percakapan dengan dibumbui candaan


*


"Image lo buruk gara-gara ini, apa lo nggak masalah? " itu yang Gea khawatirkan.


"Kita bentar lagi udah lulus, tinggal nunggu kelulusan dan ijazah. Ngapain juga ngurusin gosip" kata Gio nyantai.


"Padahal selama ini lo bangun image sebaik mungkin. Kini hancur gara-gara gue" Gea sedih.


Gea sedikit tenang, karena Gio baik-baik saja tidak seperti dirinya yang syok dan bingung.


Ada beberapa chat dan telpon masuk dari teman-teman Gea yang mempunyai nomer dia. Tapi tidak ia buka dan jawab sama sekali.


"Cerita aja sama salah satu teman lo yang dapat dipercaya, gue yakin dia akan ngerti dengan begitu lo akan merasa lebih lega karena ada yang percaya sama lo" saran Gio melihat kegelisahan Gea.

__ADS_1


"Tidak, mereka tidak bisa gue percaya. Lo tahu kan didalam kantin tadi hanya kita,bertuju.Kalau temen-temen lo sudah tahu sejak dulu dan selama ini diam lalu teman-teman gue yang baru tahu tadi pagi saja sudah menyebar. Siapa tahu mereka biangnya. " Gea mencurigai teman-teman nya.


"Nggak boleh gitu Gea, mereka temen lo. Gue nggak percaya kalau mereka yang nyebar." Gio tidak percaya.


"Terus siapa lagi? gue yakin digrup pasti mereka berkomentar tentang kita. Mereka itu nggak suka kalau lo dapat cewek yang nggak sepadan sama lo."


"Sarap lo ya temen sendiri dicurigai, pantesan lo nggak punya teman dekat selama ini. " Gio malah menyalahkan Gea.


Gea diam, karena semua yang dikatakan Gio itu benar. Dia tidak banyak punya teman, mungkin karena dia tidak mudah percaya sama orang. Setiap kali dia punya masalah hanya diam, tidak ada tempat curhat dalam hidupnya. Untungnya hidupnya baik-baik saja,karena ada orang tua yang selalu menyayanginya.


"Gue nggak nyangka lo anaknya kaya gini, gue kira hanya otak lo yang nggak lo gunakan ternyata perasaan lo juga. " Gio malah emosi.


"Memang untungnya apa punya teman yang cuma ngegosip dibelakang kita?"


"Nggak semuanya kaya gitu Gea! "


Mereka malah berdebat soal teman, padahal bukan itu yang harus dibahas.

__ADS_1


Karena Gio dikelilingi banyak teman yang selalu setia sedangkan Gea tidak pernah mau percaya sama temannya sendiri.


__ADS_2