Menikahi Kembaranku

Menikahi Kembaranku
Episode 22: Kerja Kelompok


__ADS_3

"Udah ngerjain tugas? " tanya Bella


Gea yang habis makan siang, membereskan sisanya dan minum air putih sedikit kaget.


"Tugas apaan? " Gea tidak merasa ada tugas.


"Tugas hari jumat, besok dikumpulin" jelas Dinda.


"Kalian sudah? " Gea berniat nyontek.


"Lo pasti lupa ya? huh, padahal kita mau nyontek elo Gea" rengek Dinda.


Gea cuma garuk-garuk kepala yang tidak gatal. "Sorry gue lupa ya habisnya PR di weekend"


Lalu datanglah Jonatan dari luar, langsung senyum ke Gea dan mendekat.


"Lagi bahas apaan kok ramai? " Jo nimbrung gitu aja.


"Tugas yang dikumpulin besok kita belum buat" jelas Gea


"Oh,gue juga belum. Ya karna itu tugas kelompok. Dan gue nggak dapet kelompok yang pas" Jo ternyata juga belum


"Kelompok sama kita aja" ajak Bella


"Boleh? " Jo antusias.


"Boleh banget dong, kebetulan nantikan kita nggak ada kelas tambahan gimana kalau kita belajar kelompok? " ajak Dinda kali ini.


***


Seusai kelas berakhir, Gea mengirim pesan ke Gio kalau dia akan kerja kelompok. Begitulah peraturannya mereka harus memberi tahu satu sama lain kalau mau pergi. Bukan mengekang tapi hanya saling menghormati.


Gio nelpon


Gea yang sedang berjalan bersama ketiga temannya kebingungan 'duh ngapain pakai nelpon'

__ADS_1


Karena beberapa kali nelpon, akhirnya Gea angkat.


"Sama siapa aja? " tanya Gio langsung ke intinya.


"Bella, Dinda dan Jonatan. Ini lagi mau jalan ke kafe depan sekolah" jawab Gea.


langsung di tutup sama Gio.


Gea heran, 'nggak jelas'


"Siapa Ge? mama lo? " tanya Bella penasaran karena Gea terlihat kesal.


"Iya" Gea bohong.


""""


Tiba di kafe,


Mereka memesan minuman dan camilan dan segera mengerjakan tugas bersama.


Lalu ketika sedang mengerjakan tugas fokus Bella dan Dinda terpecah saat melihat Gio datang bersama Mila.


"Jadi apa mereka jadian? " Bisik Dinda.


"Kita lihat aja" Bella tetap melihat mereka.


Sedangkan Gea yang sedari tadi fokus diajarin Jo kini juga ikut melihat arah pandang mereka berdua.


Gea melihat Gio sedang duduk berhadapan dengan Mila. Dengan posisi Gio menghadap meja Gea juga.


"Ngapain dia disini? " Gea keceplosan.


"Ya nongki lah emang kita doang" bela Dinda. " Gue rasa mereka pacaran. Lihat deh mereka inten banget ngobrolnya. "


"Ehm, jadi belajar nggak nih? apa mau lihatin orang pacaran aja? " Jo yang merasa risih karena cewek-cewek malah ngelihatin Gio dan Mila di sebrang meja.

__ADS_1


"Tau tu mereka" Gea bilang gitu tapi arah pandangnya diam-diam melirik Gio.


Setalah selesai mengerjakan tugas, yang selama nugas Gea nggak konsen, malah sibuk ngelirik Gio yang ngobrol asik sama Mila.


Entah kenapa Gea nggak suka lihatnya, padahal selama ini dia nggak peduli kalai Gio sama cewek lain. Mungkin Gea hanya terbawa suasana karena dia kini statusnya istri Gio atau mungkin cemburu? entahlah.


"Gue pulang dulu ya" Gea pamit.


"Ok, da" Dinda dan Bella kompak.


"Eh Ge, bareng gue aja" tawar Jo.


Gea merasa ini akan jadi balasan dia karena rasa kesalnya tadi.


Gea menyetujui diantar oleh Jo.


Gio dan Mila juga meninggalkan kafe, tapi Mila pulang sendiri dengan taksi.


Setiba di rumah, Gea yang diantar Jo mengucap Terima kasih.


"Ok, Sama-sama"


"Ya udah, gue masuk dulu" Gea hendak masuk.


"Eh tunggu Gea, gue mau nanya boleh? " Jo menghentikan Gea


"Apa? "


"Lo ada hubungan sama Zico? " tanya Jo penasaran.


"Tidak, kenapa lo tanya itu."


"Ya habisnya lo kaya deket sama Zico"


"Zico emang gitu kan sama semua cewek. "

__ADS_1


"Hem, betul tapi sama cewek cantik doang kaya elo gini" puji Jo.


"Apaan sih Jo, udah deh gue masuk ya" Gea nggak mau lama-lama entar keterusan ini anak.


__ADS_2