
Gea beneran belajar di perpustakaan dengan Jonatan
Hubungan mereka baik,itu membuat Gea juga lega karena biasanya cowok kalau udah ditolak akan menjauhi itu cewek
Ketika sedang belajar, Gio datang.
Dia hanya duduk didepan mereka sambil menatap mereka dengan tangan disilangkan di dada.
"Gio? ngapain? lo nggak belajar? " tanya Gea agak pelan, karena ini perpus.
Gio hanya menggeleng.
"Udah belajar aja jangan hiraukan dia" Jo menyarankan.
Gea nurut, dia lalu membaca kembali bukunya.
"Ikut gue" ajak Gio sambil berdiri lalu menarik tangan Gea.
Gea kaget, dia lihat kanan kiri tapi tidak ada yang memperhatikan mereka.
Gio menyeret Gea ke luar perpus.
"Lepasin gue! " Gea memberontak begitu sampai depan perpus.
"Bukan gitu cara belajarnya, membaca saja tidak akan masuk. Ikut gue! " Gio tidak mau melepaskan tangan istrinya tersebut
Gio membawa Gea ke rooftop yang dimana biasanya tempat gengnya kumpul. Namun, kali ini nggak ada yang di sana, mereka belajar mungkin.
"Sini buku lo" Gio meminta buku yang digenggam Gea.
Gea menyerahkan.
Tangan Gea sudah dilepas, kini mereka duduk di sebuah kursi bekas yang sudah tidak terpakai.
"Lo udah baca semuanya kan? " tanya Gio
__ADS_1
"Hem"
"Ok, gue kasih pertanyaan sekarang"
Lalu Gio mulai memberikan pertanyaan pertanyaan soal yang kadang bisa dijawab kandang tidak bisa dijawab oleh Gea. Kalau tidak bisa jawab pasti Gio memberikan jawabannya disertai pukulan pada kepala Gea.
"Ah, udah lama-lama pusing gue lo pukul terus" rengek Gea karena lebih banyak dipukul dari pada dia jawab benar.
"Itu biar encer otak lo" Gio mengatai Gea.
"Tapi gue laper. Gue mau makan dulu ya" Gea mencari alasan.
"Ok, ayo kita pindah ke Kantin" Gio malah menarik tangan Gea.
Sampai di kantin, ternyata di sana ramai.
"Banyak orang" Gea ragu kalau masuk bersama Gio.
Dia bahkan belum siap dengan resikonya.
"Nggak jadi makan, gue balik aja ke kelas. Lo pergi aja sana" Gea berlari menuju kelasnya.
Gio tetap membelikan makanan dan minuman ke kantin dan meminta tolong sama seorang murid yang sekelas dengannya untuk memberikan pada Gea.
"Dari Gio" ucap siswa yang dititipin makanan dan minuman tadi ke Gea yang duduk di kelas bersama teman-temannya.
"Hah? apa nggak salah dengar gue? " Bella kaget.
"Paling maksudnya Zico kali" Gea menyangkal.
"Gue nggak salah, nggak ada Zico di kantin. Ini dari Gio. " jelas siswa itu lalu pergi kemejanya.
Gea pura-pura syok agar tidak banyak pertanyaan.
"Gue rasa lo udah di notif sama Gio. Hah senengnya jadi cewek cantik" Bella kegirangan.
__ADS_1
Entah kenapa Dinda diam.
"""
Selesai ujian,
Itu membuat lega Gea.
"Nggak usah lega dulu" kata Gio sambil berjalan melewatinya. Tanpa menoleh sedikitpun terus berjalan.
"Orang gila lewat" Gea menggerutu. Tapi dia sebenarnya berterima kasih karena contoh soal dari Gio banyak yang keluar. Hanya kadang lupa jawabannya.
Dinda tahu interaksi mereka.
"Dinda? " Gea kaget.
"Ada apa lo sama Gio? " tanya Dinda.
Mereka sambil berjalan ke gerbang sekolah.
"Nggak ada, emang kenapa? "
"Gue pernah lihat lo keluar dari mobil Gio dan pernah juga lihat kalian turun dari rooftop cuma berdua. " ternyata Dinda melihat dan curiga.
Gea bingung harus jawab apa.
Sampai mereka sudah sampai gerbang, dan duduk didekat pos satpam.
"Sebenarnya Gio sama gue itu saudara, dia kakak gue. Emm bukan kita kembar" Gea menjelaskan ragu-ragu tentang ini, karena ini bukanlah yang sebenarnya. Sambil memperlihatkan foto keluarga agar Dinda langsung percaya.
"Hah? " Dinda kaget.
"Lo pasti nggak akan percaya kan? udah gue duga, makanya dari dulu gue nggak pernah cerita ke siapapun tentang ini. Karena kita emang bagaikan langit dan bumi. Beda iya kan? "
"Iya sih, tapi seenggaknya lo bilang ke gue dan Bella aaah kalau tahu lo kembarannya Gio gue bakalan tiap hari main ke rumah lo. Atau nitip sesuatu gitu ke Gio ah lo mah gitu sama gue." rengek Dinda.
__ADS_1
"Sorry, ini karena Gio melarangnya. Bukan sih kita sepakat kalau di sekolah jangan ada yang tahu. Gue juga nggak mau ribet, jadi kembaran dia kan bakalan repot ngurusin salam dari kalian fangirlnya" Gea sambil tersenyum lega karena Dinda percaya ini.
Dinda tertawa juga, "Mulai sekarang gue bakal baik sama lo"