Menikahi Kembaranku

Menikahi Kembaranku
Episode 108 : Memohon


__ADS_3

Menurut rencana nama hotel Rose akan diganti hotel Wi 2 , jadi Gio tidak ingin hotelnya ini ada sangkut pautnya dengan RJ grub.


Namun Haidar tidak setuju karena itu berarti akan membuat dampak pada RJ grub padahal dia sudah berjanji tidak akan menyinggung bisnis keluarganya itu.


"Aku mohon Gio, sebagai temanmu tolong pertimbangankan lah lagi. Kalau nama hotel ini diganti, masyarakat akan tahu kalau hotel Rose dari RJ Grub sudah bangkrut. Nanti akan berdampak pada bisnis keluarga ku Gio. " Haidar memohon pada Gio diruangan ceo hotel ini.


"Itu kan bukan urusanku, lagian ini hotel sudah milikku jadi kenapa aku harus memikirkan nama RJ grub? mereka bukan rekan kerja kami. " Gio menolak.


Haidar benar-benar terlihat frustasi, tidak menyangka junior nya yang kini menjadi atasannya ini tega sama dia.


"Aku berjanji pada semua saudaraku dengan terjual nya hotel Rose tidak akan mempengaruhi bisnis mereka. Bagaimana aku harus menghadapi mereka Gio? " Haidar memelas.


"Maaf bang, aku nggak bisa menyalahi aturan perusahaan juga. Ini lah aturan mainnya sejak dulu, kalau kami mengakuisisi sebuah perusahaan kami akan menghilangkan jejak yang dahulu. Nama besar kami juga harus dikembangkan tidak peduli nama yang dulu mau lebih besar dari kamipun tidak jadi masalah."Gio menjelaskan kenapa dia menolak permintaan Haidar.


*


Haidar berjalan nampak lesu setelah berdebat dengan atasannya tadi, percuma juga karena dia sudah tidak punya hak apapun.


Dia memikirkan nama Rose yang merupakan nama yang diambil dari ibunya yang bernama Rosi. Dulunya hotel ini milik kakeknya yang sangat menyayangi putrinya itu hingga menamai hotel ini dengan namanya.


Tanpa disadari dia melewati beberapa karyawan lewat menyapanya tak dihiraukan.

__ADS_1


"Siang Pak" seperti Gea juga menyapa ketika Haidar melewatinya ketika tanpa sadar berjalan lewat depan area dapur.


Suara Gea mengagetkan dan menyadarkan dirinya yang tengah berjalan sambil melamun.


"Eh, chef. Kenapa saya sampai disini ya? " Haidar bingung sendiri.


Gea tambah bingung juga, apa dia tadi tidur terus mengigau berjalan? aneh.


"Kebetulan, bisa ngobrol sebentar tidak? sambil makan siang mungkin." ajak Haidar.


"Tentang apa ya pak? " Gea tidak bisa begitu saja makan siang dengan pria lain.


"Hotel, saya ada sedikit masalah. Mungkin kamu bisa memberi solusi." jawab Haidar.


"Kenapa harus disini pak? " Gea agak tidak nyaman.


"Ini masalah serius aku nggak tahu harus cerita sama siapa. " ucap Haidar memelas.


Gea pasrah aja, mungkin emang bosnya ini lagi pingin curhat.


Setelah makanan tersaji barulah Haidar mulai buka sesi curhatnya.

__ADS_1


"Hotel ini akan diganti namanya, karena memang sekarang sudah jadi milik Wilson grub jadi tuan Wilson bersikeras ingin menggantinya. Padahal nama Rose itu mempunyai banyak arti, berasal dari nama ibu aku. Aku sedih sekali Gea, tapi aku juga nggak berhak melarang."mata Haidar berkaca-kaca.


Gea bahkan juga tidak tahu harus komentar apa. Itu emang haknya Gio sekarang mau diapain pun terserah dia.


"Semua memang salah aku dari awal kalau saja aku nggak kenal Viola nggak akan seperti ini jadinya. " Haidar menunduk menyalahkan dirinya.


Tangan Gea terulur untuk mengusap lengan Haidar, mungkin itu bisa menenangkan pria yang sedang rapuh ini.


Tapi bencana datang tidak terduga, Gio melihat ini. Dia memang sedang mencari istrinya ini untuk diajak makan siang, ia tahu keberadaan Gea dari pegawai resto.


Mata Gio melebar, menahan emosi melihat sang istri malah berduaan bersama pria lain di private room restoran.


"Gio? " Gea melepas segera tangannya lalu berdiri gemetar.


"Asik nih makan bareng" Gio berusaha bersikap sok asik.


"Hah, pak Gio" Haidar mendongak sadar ada Gio.


Mata Gio tak lepas dari Gea yang berusaha santai.


"Mari makan bareng. " Ajak Haidar.

__ADS_1


"Tidak, aku cuma mau makan sama Gea saja.Permisi bang" Gio menarik tangan Gea seketika.


__ADS_2