
Gea memilih menemui manager food and Beverage hotel ini pak Fuad, dia agak emosi perkara gosip selalu dibicarakan para karyawan.
"Maaf Pak, kenapa para karyawan bisa bilang kalau pemimpin hotel akan diganti? " tanya Gea hati-hati.
"Oh, besok akan ada rapat, dengan pak Haidar. Nanti coba anda dengar sendiri bagaimana keputusannya. " pak Fuad menjelaskan tapi masih ngambang.
"Tapi pak, kenapa bapak bilang ke semua karyawan kalau akan ada phk besar-besaran? bapak mau menakut-nakuti mereka? "
"Iya, saya melakukannya agar mereka lebih rajin bekerja lagi. Kalau soal phk karyawan mungkin saja kan itu terjadi karena pemiliknya berganti. " pak Fuad tanpa sadar bilang.
"Jadi beneran hotel ini sudah beralih kepemilikannya? " Gea bertanya agar jelas.
"Eh, besok saja chef anda ikut rapat sendiri. Pokoknya katanya walaupun ganti pemilik dan pemimpin anda sebagai chef kepala masih bisa tetap disini karena urusan makanan tidak bisa diganti. Chef Geandra tenang saja. " pak Fuad malah bilang begitu.
"Bukan begitu pak, saya hanya tidak setuju kalau bapak menyebar gosip pada para karyawan. Mereka jadi kebingungan sendiri, sedangkan dari pihak pak Haidar saja masih diam. Beda lagi kalau bapak nyebarin berita setelah rapat besok setelah keputusan pak Haidar. " Gea menahan emosi
__ADS_1
Pak Fuad seperti tidak terima karena ada yang menyalahkan sikapnya.
"Chef, jangan sombong. Mentang-mentang dilindungi pak Haidar agar tidak mengusik anda. Sekarang malah nyalahin saya. " pak Fuad agak emosi.
"Loh, kenapa pak Fuad bisa bilang seperti itu? " Gea kaget.
"Sudahlah, jangan sok suci. Saya tahu anda dan pak Haidar pernah ada hubungan, lalu kandas karena status anda ternyata seorang janda cerai lalu orang tuanya tidak setuju. Karena merasa bersalah jadi pak Haidar tidak mengusik pekerjaan anda. Iyakan? " Kata-kata Pak Fuad yang bikin Gea tercengang.
"Astaga pak Fuad, bisa-bisanya anda membuat gosip seperti ini? Saya nggak habis pikir ada pria tukang gosip kaya anda. " Gea tidak menyangka kalau digosipkan seperti itu.
Gea memilih mengakhiri pembicaraan dengan pria lambe lemes itu dari pada makin emosi.
Besoknya,
Benar kata Pak Fuad, kalau hari ini ada rapat semua manager hotel dengan general manager sekaligus CEO hotel ini.
__ADS_1
Gea memilih berada di dekat mbak Leni selaku eksekutif housekeeping yang dekat dengannya. Mereka dekat karena nasibnya yang sama sebagi janda bedanya dia janda anak satu yang ditinggal selingkuh.
"Ini beneran bakalan ada pemilik baru ya Ge? " tanya mbak Leni yang tidak pernah memanggil Gea dengan sebutan chef, karena sudah akrab.
"Menurut admin lambe dower sih gitu mbak. " jawab Gea mengingat manager departemen nya yang selalu bikin dia emosi.
Mbak Leni tertawa, "Biasalah bapak-bapak lagi puber."
Kemudian tak lama pak Haidar datang memimpin rapat.
"Terima kasih semuanya, hari ini mungkin saya akan memimpin rapat untuk yang terakhir kalinya sebagai CEO hotel Rose, karena hotel ini sudah berpindah kepemilikan. Saya sangat menyesal dengan adanya masalah saya, hingga terpaksa saya merelakan hotel ini. Namun operasional hotel tetap harus berjalan seperti biasanya. Lagi pula pemilik yang baru adalah pengusaha hotel juga. Jadi kalian tidak perlu khawatir, saya akan memohon pada pemilik yang baru kalau semua karyawan akan tetap bekerja sesuai pekerjaannya masing-masing. " Haidar mengucap panjang sekali.
Semua orang hanya diam, ikut merasakan kesedihan pak Haidar.
"Kalian adalah keluarga Hotel Rose jadi saya usahakan kalian tetap disini. Mungkin saya yang akan pergi setelah CEO baru datang. Mungkin satu bulan lagi dia akan datang. "
__ADS_1
"Jadi tolong jangan buat keributan soal ini, kalian tetap bekerja seperti biasanya. Karena yang berubah hanya pemimpin kalian saja jadi kalian jangan berubah. Mudah mudahan dibawah kepemimpinan yang baru ini,hotel kita bisa lebih baik kedepannya. Jadi saya akan bahagia karena tanpa saya hotel bertambah maju "
Semua merasa ikut sedih mendengar penuturan Haidar.