
Gea makan bersama dikamar dengan suaminya, sambil menikmati udara segar pagi hari dibalkon kamar.
"Ge, gue nggak nyangka lo jadi wanita hebat. Padahal dulu bodohnya minta ampun, PR aja gue yang ngerjain. Kini lo jadi kepala chef yang disegani dan dihormati. Makanan buatan lo juga enak-enak. " Gio memuji istrinya itu dengan menggenggam tangan halusnya.
Gio malah mencibirkan bibirnya. "Hebatan juga elo, karena lo yang punya hotel ini. "
Gio menghela nafas, "Ini itu uang papi semua. Gue cuma ngurusin aja. Bahkan gue nggak hebat kalau bukan anaknya papi. "
"Sama aja, lo kan anaknya. "
"Bedalah sama lo Ge, lo bisa meraih gelar chef dengan usaha lo sendiri. Lo tekun belajar dan bekerja hingga sukses. " Gio mengecup punggung tangan itu.
"Sebenarnya gue nggak nyangka sih bisa melaluinya. Ini berat banget pas belajar dulu, apalagi pas pelajaran matematika rasanya gue pingin nyusulin lo buat bikinin tugas gue. " Gea mengingat masa kuliahnya.
"Kenapa nggak nyusul? "
"Ya kan kita udah cerai! " Gea sengit.
"Hus, jangan bilang gitu dong. Itu tidak akan pernah terjadi. " Gio menempelkan jarinya ke bibir Gea sebentar
Kemudian mereka lanjut menikmati sarapannya.
"Tahu nggak mami selalu bikinin makanan resep dari lo, mami ingin gue tetap merasakan makanan lo. Yah walau rasanya agak beda tapi cukuplah mengobati rasa rindu gue saat itu. " cerita Gio mengingat menu makanan yang dibuat mami.
__ADS_1
"Mami lihat video gue juga? "
"Hem, dia pengikut lo yang setia. Itu biasanya dia nonton sama Gerald. Makanya itu anak pingin ikut kesini karena pingin ketemu sama lo. "
"Aneh, anak itu diam aja nggak cerita kalau ngefan sama gue. " Gea ingat Gerald yang sikapnya bahakan malah menyebalkan.
"Ya gitu, dia pandai menyembunyikan perasaannya padahal masih kecil." malah bahas Gerald.
Kemudian mereka bercerita soal pekerjaan yang Gio lakukan selama ini disana.
"Terus berapa total perusahaan papi? " tanya Gea.
"Wilson Grub punya tiga bidang yaitu perhotelan, real estate dan finance. Hotel wi ada tiga cabang juga disini, di Amerika Serikat, dan di Meksiko. Lalu beberapa gedung yang disewakan masuk ke real estate.Terus kalau perusahaan finance cuma disana. Rencananya mau buka disini kalau semua urusan hotel sudah kelar." cerita Gio.
"Jadi lo habis ini bantuin gue dong, karena yang ada di Indo sudah dialihkan atas nama gue. Dengan bagitu tanggung jawab gue sekarang gede, kalau dulu biasanya cuma bantu mewakili papi. Sekarang harus ngurus sendiri perusahaan yang ada disini. "
"Gue bantu doa ya, mas Gio. " Gea memeluk suaminya itu. "Lo orang pintar pasti bisa. "
Lalu tanpa diduga ada yang datang, dia Max.
Merasa sangat tidak enak hati dia mau balik keluar. Namun kehadirannya ditanggap oleh Gio
"Max" panggil Gio melepas pelukannya. Kemudian berdiri menghampiri nya.
__ADS_1
"Maaf tuan, saya tidak tahu anda masih ada tamu. Saya tadi langsung masuk saja. " Max minta maaf.
Gio tersenyum, "Ini istri gue, bukan tamu. "
"Oh, selamat pagi nyonya. Maaf saya mengganggu pagi ini. " Max memberi salam.
Gea ikut mendekat masuk kedalam.
"Ini Max, asisten gue " Gio memperkenalkan pada Gea.
"Oh gitu, jadi udah mau kerja nih. " Gea rasanya tidak rela berpisah dengan Gio.
"Iya, banyak banget yang harus diurus. Ini mau ke Hotel Wi dulu, belum kesana semenjak gue disini malahan. " Gio memberitahu. "Ya udah gue mandi dulu ya Max, tunggu saja sebentar. "
Max jadi bingung mau nunggu dimana ada nyonya nya juga. Dia memilih tetap diam berdiri didekat pintu.
"Duduk saja Max. " Gea tahu pria ini agak gugup. "Santai saja. Kita bisa ngobrol sepertinya kita seumuran ya. "
"Iya nyonya saya dan tuan Gio dulu satu angkatan dan satu kampus, saya anak pak Ben asisten tuan Mark Wilson. " Max mulai santai dan cerita sambil duduk di kursi.
"Oh, tapi bahasa Indonesia kamu lancar banget. "
"Tentu nyonya, saya punya nenek disini. Tapi di Bali,saya besar juga disana baru kuliah ikut ayah dan setelah lulus kerja di Wilson Grub. Lalu karena Gio e maksudnya tuan Gio dan saya berteman jadi dia meminta saya jadi asistennya. Padahal saya cuma sampai S1 saja kuliahnya dulu. "Max menceritakan panjang lebar kali ini.
__ADS_1
" Ya udah kalau gitu santai aja, kalau lagi nggak kerja mah. "