Menikahi Kembaranku

Menikahi Kembaranku
Episode 37 : Apa lo percaya Gio sekarang?


__ADS_3

Gea keluar markas itu, dan tidak ada taksi lewat akhirnya dia memilih berjalan ke jalan utama. Masih nahan air mata, tapi kepalanya sudah mau meledak kalau terus ditahan. Gea hanya berdiri di pinggir jalan mencari taksi.


Tanpa disangka Jonatan lewat dengan motornya.


"Gea? " Jonatan berhenti.


"Jo?" Gea langsung naik ke motor Jonatan.


"Lo kenapa ada disini? habis dari mana? gue anter kemana ini? " Tanya Jonatan penasaran.


"Gue ikut lo, kemana aja" Gea pikir itu akan lebih baik.


Disepanjang perjalanan Gea bisa menangis, dia menumpahkan air matanya yang diterpa angin malam.


Jonatan menghentikan motornya di depan minimarket.


Gea turun,


"Lo keluar rumah pakai ini? " tanya Jonatan baru sadar kalau Gea hanya menggunakan setelan baby dol pendek dan cardigan rajut sepaha.


"Iya" Gea memalingkan wajahnya yang masih sembab.


"Lo nangis? " Jonatan bingung


"Tidak, tadi kena angin" Gea berbohong.


Gea duduk di kursi teras minimarket tersebut. Jonatan masuk minimarket untuk membeli sesuatu.


Sambil mengantri dia melihat HP dan merasa kaget saat grup sekolah ramai akan berita yang intinya 'Gio dengan Mika sedang kedapatan bermesraan di sebuah kamar'. Lalu ada juga yang memosting video keributan di sebuah rumah. Mereka bilang ada pertengkaran memperebutkan Gio. '


Jonatan yang sudah selesai membeli minum dan snack langsung panik dengar keributan di grup. Lalu melihat dari balik kaca Gea yang kacau, dia menenggelamkan wajahnya kedalam kedua tangannya yang diletakkan di atas meja.

__ADS_1


"Jadi berita ini benar? lo habis ribut? " tanya Jonatan berhati-hati.


Gea berusaha baik-baik saja didepan Jo.


"Lo tahu dari mana? "


"Grup sekolah ramai" Jawab Jonatan memperlihatkan hpnya.


Gea memang tidak ikut grup itu, karena males, biasanya cuma jadi ajang gosip saja. Lalu dia mengambil HP nya si Jo.


Dia membaca sekilas chat-chat yang memberitakan Gio dan kecewa sama idolanya itu. Dan sekarang ada video baru terkirim menampakkan Gio memarahi Mika dan orang yang mengirim mengklarifikasi kalau Gio tadi dijebak oleh Mika.


"Ada apa? nggak sah dilihat lagi kalau nggak sanggup" Jonatan meminta HP nya.


Gea memberikan.


"Apa lo percaya Gio sekarang? " Jonatan juga membaca berita terbaru.


Gea menggeleng, " Gue nggak tahu."


"Gio emang kaya gitu, dia suka memanfaatkan cewek-cewek. Makanya lo jangan mau dimanfaatkan sama dia. Lo itu terlalu istimewa buat Gio."


***


Sedangkan Gio sampai di rumah tidak ada orang.


Dia semakin bingung dan panik. Selama ini Gea tipe anak rumahan jarang sekali keluar rumah bahkan Gio tahu temannya tidak banyak juga.


" Duh kemana sih lo? " Gio menggerutu sendiri.


Gio bahkan tidak tahu nomer telpon temannya Gea yang bisa ia tanyai.

__ADS_1


Lalu dia menyusuri jalan lagi ke arah markas siapa tahu dia tadi melewati Gea. Tapi kini dia pakai motor.


Hingga jam menunjukkan pukul 9 malam belum ditemukan. Dia semakin bingung karena hanya bisa menyelusuri jalan saja tidaklah efisien. Lalu dia berhenti dipinggir jalan, mencoba menghubungi Bian. Karena dari tadi cuma dia yang masih waras.


"Lo bisa cari tahu nggak nomernya Dinda dan Bella anak ips 5? cepetan gue belum nemuin Gea. " Gio meminta bantuan.


"Gue akan cari tahu, ini Zico juga udah sadar kok" Bian menyanggupi.


Namun, justru Gio malah melihat Gea didepan minimarket.


"Gea? " Gio sedikit lega.


Lalu dia langsung nyebrang, mendekati Gea.


Yang ternyata sedang bersama Jonatan.


"Gea? ternyata lo disini? "


"Ngapain lo disini? " Jonatan tahu duluan. " Belum cukup nyakitin Gea? "


"Ini bukan urusan lo! jangan ikut campur. " Gio emosi.


Jonatan juga emosi, dia lalu menarik kerah baju Gio dan memukulnya. Dan terjadilah perkelahian.


Gea nggak mau memisah, dia malah pergi ke pinggir jalan mencari taksi untuk pulang.


Sadar Gea kabur, Gio berhenti.


"Urusan kita belum selesai" Dia lebih memilih mengejar Gea.


"Kita pulang bareng" Gio menarik tangan gadis itu.

__ADS_1


"Lepasin, gue mau pulang sendiri" Gea meronta dan ada taksi yang berhenti juga.


Gea naik taksi, dan Gio mengikuti dari belakang.


__ADS_2