Menikahi Kembaranku

Menikahi Kembaranku
Episode 66 : Pelajaran


__ADS_3

Gea kali ini janjian dengan tante Vero, mereka bertemu di apartemen tante Vero.


"Hai, Gea sayang selamat datang. " tante Vero menyambut Gea ketika dia sudah tiba.


"Wah, apartemen tante bagus. "


Setelah selesai basa-basi mereka lalu ngobrol serius.


"Kata dokter Ana kalau aku mau tahu tentang Gio disuruh ngobrol sama kamu, maaf ya Gea kalau membuat kamu tidak nyaman. "


"Tidak tante, saya malah senang Gio akhirnya bisa bertemu dengan orang tua kandungnya. Tidak seperti saya nggak akan bisa bertemu mereka sampai kapanpun juga. " Gea malah membandingkan dirinya dan Gio.


"Maaf ya sayang. " lalu mereka berpelukan sesaat.


"Tanya aja tante, Gea akan kasih tahu tentang Gio apapun saya tahu "


"Baiklah, pertama coba kamu panggil saya jangan tante. Saya sudah tahu,baru kemarin sih kata dokter Ana kalau ternyata kalian sudah menikah. Jadi kamu juga anaknya mami, panggil tante mami ya?biar nanti Gio juga ikutan juga. " pertama merubah panggilan.


"Ok, mami. "


Veronika tersenyum, kini ada yang memanggilnya mami.


"Kamu kenapa bisa cantik banget Gea? kamu bisa loh jadi artis dengan wajah kamu ini. " mami malah memuji Gea.


"Tidak mami,Gea nggak tertarik itu. Gea saja tidak nyaman kalau jadi pusat perhatian saat disekolah gara-gara kasus pernikahan kami. Tidak akan mungkin Gea jadi artis. " Gea mengungkap apa yang dirasakan.

__ADS_1


"Kasus apa? " Mami penasaran.


"Sebenarnya pernikahan kami dirahasiakan tapi entah siapa ada yang menyebarkan. Untungnya kami sudah tidak masuk sekolah jadi tidak begitu ngefek. Tapi image Gio jadi rusak, padahal selama ini dia semacam idola sekolah. Semuanya kagum dengan dia karena kepintaran dan ketampanannya. Bahkan ada yang bergosip Gio menghamili aku juga. Dan juga gosip cinta terlarang, karena kami saudara kembar tapi menikah. " Tidak terasa air mata Gea menetes.


Sekali lagi mereka berpelukan.


"Gosip memang seperti itu, mami dulu juga takut. Tapi sekarang mami tidak perlu takut lagi, karena dengan itu mami bisa bangkit dan membuktikan kalau itu semua tidak benar dengan membungkam mulut mereka dengan prestasi. " mami memotivasi.


"Ya Gea pikir Gio akan cocok dengan mami karena kalian sama-sama pintar. Tidak seperti aku, bahkan aku aja nggak yakin bisa lulus. "


"Tidak boleh berkecil hati, kamu itu cantik dan baik,mami yakin ada bakat yang lain di diri kamu. Pintar di sekolah belum tentu bisa sukses dimasa depannya. Kalian masih muda masih panjang perjalanan hidup kalian jadi ayo kita tetap semangat" diakhir kalimat mami mengepalkan tangannya agar lebih semangat.


Gea tersenyum, "Pantesan mami jadi motivator karena mami hebat ya. Gea bisa mendapatkan pelajaran dari mami. "


Di rumah.


Gio belum pulang dari rumah sakit, padahal sudah malam.


Sekarang sudah jadi kebiasaan Gea kalau suaminya itu belum pulang dia akan menunggunya dikamar Gio.


"Aaa ngantuk padahal" Gea menahan kantuknya.


Dia memilih menonton film di layar LCD yang sudah tersimpan didalamnya.


"Film apa ya? " Gea mencari cari dengan remote.

__ADS_1


Banyak koleksi filmnya Gio, Gea juga heran kapan dia nontonnya? padahal hidupnya biasanya belajar, main game, nongkrong, dan bekerja.


Gea mendapati file film tertulis romantis banget. Dan Gea tertarik melihatnya, " Gue nggak nyangka Gio nyimpen film romantis, pakai banget lagi tulisannya. "


Gea lalu memutar salah satu didalamnya.


Sekian menit aman, habis itu ada adegan romantisnya dan menjurus ke erotis. Mata Gea lalu melotot, mulutnya ditutup dengan tangan. Dia belum pernah melihat hal demikian, dan tidak pernah tertarik sama sekali walau teman-temannya cerita dan pernah nonton dia hanya diam.


Dan kini dia menikmati film ini sendiri,dia merasa ada yang berdesir.


Sampai Gio masuk, Gea tidak sadar.


Gio melihat kalau Gea sedang nonton film porn sambil meremas bantal. Sengaja dia nggak panggil, ingin mengerjai dia niatnya.


Gio memeluk istrinya dari belakang, lalu menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Gea.


"Gio? " Gea kaget lalu menekan tombol off hingga marah layar didepannya.


Tapi Gio nggak mau melepaskan tangannya dia malah mempererat nya.


"Ihh geli Gio"


Bukannya melepaskan malah mencium leher Gea.


"Kenapa dimatikan? kita bisa nobar padahal"

__ADS_1


__ADS_2