
Gio yang dulu ditanya i didalam kamar papa dan mama perihal tadi.
"Jadi sekarang jelaskan ke papa apa maksud ciuman kamu sama Gea? " papa langsung ke intinya.
Gio menggeleng, " Nggak ada pa, Gio hanya ungkapin rasa sayang Gio aja sama saudara Gio"
"Bukan ke cewek? " papa masih tidak percaya.
Gio kaget, kenapa papa malah nanya gitu. Jelas-jelas Gea saudara kembarnya.
"Kamu tahu kenapa kami ingin bicara sama kamu dulu?"papa serius.
Gio hanya menggeleng.
"Apa kamu ada perasaan lain sama Gea? " kini mama sudah nggak tahan ingin tahu itu.
Gio kaget lagi, kenapa mama tanya itu.
"Jawab pertanyaan mama kamu" papa maksa jawab.
"Perasaan lain apa pa, ma? " Gio ragu jadi malah tanya balik.
"Mama selalu memperhatikan sikap kamu sama Gea, kamu suka sekali bersikap dingin ke dia. Dan selalu menghindari dia, sok cuek tapi diam-diam kamu perhatian sama Gea. Juga mama pernah memergoki kamu menatap Gea dengan tatapan aneh bukan kaya sama saudara kamu." Jadi selama ini mama memperhatikan sikap Gio ternyata.
"E itu pasti cuma perasaan mama aja. Gio dan Gea saudara mana mungkin Gio punya perasaan aneh" Gio gemeteran.
Mereka lalu diam.
"Bagaimana kalau seandainya kalian bukan saudara? " papa ngetes Gio.
__ADS_1
"Tapi kenyataannya kami saudara kan pa" Gio jawabnya agak terlihat sedih.
"Kan papa bilangnya seandainya"
"Gio mungkin akan suka sama Gea. Seperti laki-laki lain yang sudah kenal Gea akan tertarik sama dia. Gio selama ini kualahan bagaimana membuat Gea tidak menarik untuk melindungi dia dari laki-laki yang tidak baik" Gio malah cerita.
Mama dan papa menatapnya curiga.
"Kamu suka Gea? " tanya mama lagi.
Gio mengambil nafas dalam-dalam. Dia akan bilang perasaannya agar lega dan mungkin akan menemukan solusinya kalau cerita sama mereka. Gio juga siap kalau harus menerima kemarahan mereka. Seenggaknya dia jadi lega. Lagian mereka sudah curiga juga.
"Gio minta maaf, karena anak kalian tidak tumbuh tidak normal. Gio akan menjalani perawatan habis ini karena Gio sepertinya gila. Gio sebenarnya punya perasaan aneh sama Gea. Perasaan seperti laki-laki suka sama perempuan. Bukan sebagai saudara."
Papa dan mama syok dibuatnya.
"Sejak kapan? " tanya papa
"Papa tanya sejak kapan? "
"Sejak tiga tahun yang lalu Gio sadar"
Lalu semuanya diam.
Mama memanggil Gea yang ada didalam kamarnya untuk bergabung dengan mereka di kamar mama dan papa.
"Ada apa ini? " tanya Gea penasaran melihat Gio mode serius bahkan matanya berair.
Papa memberi kode sama mama buat menceritakan semuanya saja saat ini.
__ADS_1
"Adek duduk disamping Gio, tapi jangan terkejut" papa memberi perintah dan dipatuhi Gea.
Mama lalu mengambil berkas didalam lemari penyimpanan.
"Ini, tapi jangan kaget" mama memberikan berkas itu.
Gio membukanya.
Didalamnya berisi rekam medis mama yang menyatakan rahim mama tidak ada.
"Mama tidak punya rahim? " Gio bertanya.
"Hem, itu operasinya sebelum kalian lahir. " pernyataan mama seperti petir yang menyambar.
Gea sangat syok, dia tidak bisa berbicara hanya menutup mulutnya dan menangis.
"Jadi kami bukan anak kandung kalian? " Gio juga kaget.
"Iya, tapi kalian tetap anak kami" Mama memeluk Gea yang lebih rapuh
"Lalu kami anak siapa? " Gea baru bicara.
"Anak kami sayang, kamu anak kami. Mama menyusui kamu, mama saat itu perawatan hormon jadi bisa menyusui kamu. " papa ikut memeluk Gea.
Gea tidak percaya ini.
"Lalu kalian tidak kembar. Kalian beda sebulan jadi Gio yang lebih dulu lahir." imbuh mama.
Gio merasa lega karena kenyataan ini membuatnya dinyatakan normal.
__ADS_1
Kemudian papa dan mama menceritakan bagaimana mereka mendapatkan Gio dan Gea hingga diakui anak mereka menjadi anak kembar.
"Jadi,waktu itu ada ibu melahirkan tanpa suami dan meninggalkan anaknya di rumah sakit. Mama yang waktu itu menolong persalinan nya mendapat pesan kalau ibu itu menitipkan anaknya. Mama masih membiarkan anak itu dirumah sakit sampai sebulan siapa tahu ibu itu datang mengambil anaknya tapi sejak sekarang tidak datang. Kemudian papa yang waktu itu berangkat kerja ada kecelakaan maut yang menewaskan pengemudi mobil dan ibu hamil yang akan kesakitan. Papa menolong ibu itu ke rumah sakit. Ibu itu minta tolong ke papa buat menyelamatkan anaknya dan mengasuhnya. Lalu ibu itu meninggal setelah melahirkan anak perempuan. "