Menikahi Kembaranku

Menikahi Kembaranku
Episode 91 : Pernikahan Dinda


__ADS_3

Kali ini Gea ada acara pergi ke pernikahan teman SMA, Dinda. Ke pesta dia datang sendirian, menggunakan kebaya berwarna pink muda seragam bridesmaids ceritanya. Tapi dia tidak kenal sama anggota yang lainnya, karena kebanyakan teman kuliah,kerja dan saudara Dinda.


"Loh kok ada chef Geandra? temannya Dinda? " salah satu bridesmaids ada yang mengenalinya.


"Iya dong, Gea teman sma gue. " kata Dinda bangga, menarik Gea agar berdiri disampingnya.


"Daebak, bisa ketemu artis gini. " ada yang mengagumi juga.


"Ya udah ayo buruan foto bareng, mumpung artisnya belum kabur. " Dinda mengajak para gadis untuk segera berfoto bersama dengan pengantin.


Gea selalu tersenyum ramah menyapa semuanya dengan baik.


Setelah berfoto dengan pengantin, para bridesmaids berfoto sendiri tanpa pengantin. Mereka memilih berpose di foto booth yang sudah disediakan. Lalu secara bergantian semua berfoto bersama Gea.


Begitu sudah selesai berfoto bersama semuanya kini wanita yang memilih menyanggul rambutnya ini duduk sendiri sambil menikmati hidangan.


"Hai chef Gea?sendirian aja. " suara Bella mengagetkan.


"Hai" Gea berdiri, memeluk sahabat lamanya itu.


Ternyata Bella bersama suami dan anaknya.


"Hai cantik, ikut tante yuk? " Gea menyapa gadis kecil cantik yang digendong ayahnya. Tak lupa Gea menyapa suami Bella yang merupakan senior di kampusnya dulu, walau beda jurusan.


Anak kecil itu tersenyum, lalu mau digendong Gea. Betapa senangnya wanita itu berhasil menggendong anak bayi berumur dua tahun ini.


Mereka lalu duduk, Gea juga senang kini ada temannya. Apalagi ada anak kecil di pangkuannya yang menggemaskan dan nyaman sama dirinya.


"Seharusnya dulu lo buat dulu kaya gini sebelum dia pergi. " Dinda ngomong gitu sambil makan.

__ADS_1


"Mulai deh, gue lagi bahagia nih sama Seina. Iya kan sayang. " Gea mengalihkan perhatiannya pada anaknya Bella yang namanya Seina.


"Lagi sibuk apa chef Geandra. " kini suami Bella yang ngajak ngobrol takutnya Gea malah sensitif dikatain istrinya.


"Emm, ya gitu-gitu aja kak Fendi, cuma masak di hotel. " jawab Gea melihat yang lawan bicaranya.


Kemudian datang segerombolan bule yang menarik perhatian para tamu termasuk Bella.


"Wahh, bule-bulenya keren banget. " Bella mengagumi.


"Mata dijaga bu, ada pak suami juga. " Gea mengingatkan.


"Biarin aja, lagian dia tetap milik saya kok. " Kak Fendi santai.


Gea juga penasaran, akhirnya melihat ke arah pengantin.


"Dulu kuliah sama kerja dua tahunan di sana, lalu pindah ke sini ya mungkin itu teman-temannya. Hebat ya teman-temannya mau datang cuma mau ke kondangan doang. " Bella menjelaskan.


"Eh, kayanya kuliahnya di Amerika juga deh. Tapi nggak tahu di kampus mana. "


"Lah terus? " Gea heran


"Siapa tahu kenal sama Gio gitu, lo nggak ngobrol sama suami Dinda? " Bella ternyata tetap mengarah kesana.


Gea cuma menggeleng.


Tanpa disadari ada yang sedari tadi melihat ke arah Gea, dengan tatapan kagum dan rindu.


"Eh, ayo kita foto bersama dengan pengantin." Bella ngajakin Gea.

__ADS_1


"Tadi udah gue. " Gea malas bangun sebenarnya, karena kain jarik yang jadi roknya kali ini sangat sempit, apalagi dengan high heel bikin dia susah jalan.


"Kan sama gue belum, anjim. " Bella maksa.


Ok, Gea nurut akhirnya.


"Tapi aku nggak ikut ya sayang. Mau makan aja, kamu ajak Seina. " Kak Fendi malah memilih kabur ke deretan stan makanan.


Bella cuma menghela nafas,mengambil alih Seina dari tangan Gea. Dia sadar kalau pakaian Gea agak kurang nyaman, tidak seperti dirinya yang memilih menggunakan dress longgar dan nyaman.


Begitu mendekati pelaminan Bella meninggalkan Gea dibelakangnya, agar cepat menyapa Dinda.


Hingga Gea salah memijakkan kaki alhasil terhuyung akan jatuh, untungnya ada yang menangkapnya. Dengan menarik tangan Gea agar dia bisa berdiri lagi.


Orang itu salah satu gerombolan bule tadi yang sudah selesai lalu akan turun.


"Makasih mas. " Gea berterima kasih saat sudah berhasil berdiri tegak.


Pria itu cuma tersenyum, lalu pergi begitu saja.


Gea yang tidak malah merasa heran. Senyumnya mirip dengan laki-laki yang masih singgah di hatinya. Tapi tidak mungkin, karena penampilan pria ini gondrong rambutnya, brewokan, kumisan dan bertindik. Hanya agak mirip saja, tapi tidak mungkin Gio. Batin Gea masih memikirkan pria tadi, padahal sudah sampai di dekat pengantin.


"Kenapa Ge? "tanya Dinda.


"Tadi gue sempet mau jatuh, terus ada yang nolongin. " Gea bercerita.


"Itu tadi juniorku di Harvard. " yang jawab malah suami Dinda, tadi sepertinya dia lihat kecelakan nya Gea.


Harvard? tidak mungkin juga kalau Gea tidak bisa mengenalinya.

__ADS_1


__ADS_2