Menikahi Kembaranku

Menikahi Kembaranku
Episode 121 : Kabar gembira


__ADS_3

"Ma, sejak kemarin kenapa haid ku nggak lancar gini? kemarin cuma keluar dikit, sekarang nggak ada" Gea bertanya pada mamanya pagi-pagi sekali lewat telpon.


"Loh kamu nggak pernah seperti itu loh dek, coba ke rumah sakit saja langsung. Soalnya percuma di rumah nggak ada alatnya, kalau mama yang periksa. " saran mama sedikit khawatir.


"Iya nanti habis ke bandara nganter papi mami dan Gerald balik, coba nanti aku mampir rumah sakit " Gea mengingat habis ini dia dan Gio akan mengantar keluarganya ke bandara untuk balik ke Amerika.


***


Gio memperhatikan Gea selalu memegangi perutnya selama diperjalanan menuju apartemen orang tuanya.


"Kenapa lo? "


"Nggak tau agak sakit gitu perutku. " rengek Gea menahan sakit.


Tanpa pikir panjang Gio langsung membelokkan mobil ke arah rumah sakitnya papa kebetulan yang terdekat dari sini.


Gio menelpon papinya, takut mereka nungguin.


"Pi, maaf ini Gea perutnya sakit jadi kayanya kita nggak bisa ke bandara. Ini langsung belok ke rumah sakit, urgent soalnya. "


"Iya, apa gawat banget Gio? cepat kamu ke rumah sakit nya Gea lebih penting. Kita nggak diantar nggak papa kok. " jawab Papi panik.


"Ini lagi dijalan papi. "


"Kamu langsung kabari ya mengenai keadaan Gea. " papi menambahkan.

__ADS_1


"iya" Gio lalu mengakhiri panggilannya. "Dasar mantu kesayangan, panik deh. Padahal gue pikir paling lo cuma nyeri haid kan Ge? "


"Tapi ini beda kaya kram gitu. "


"Manja kan" ledek Gio tapi selalu begitu mulutnya meledek tapi tindakannya selalu perhatian.


"Kalau kamu mikir cuma nyeri haid ngapain panik langsung ke rumah sakit segala?"


*


Begitu tiba di rumah sakit tentu saja bukannya mereka yang ngantri tapi dokternya yang ngantri untuk menyambut kedatangan mereka.


"Pagi Mas Gio, ada yang bisa kami bantu? " sapa dokter umum yang berada diruang UGD. Memang sejak dulu sapaan Gio itu 'Mas' sebagai bentuk kehormatannya.


Mereka semua mengenali Gio, bukan Gea yang tidak pernah sekalipun mengunjungi rumah sakit. Kalau sakit milih dirawat mama di rumah. Kalau Gio sudah sejak sekolah dulu sering membantu diruang sakit. Lalu semenjak disini dia juga datang, memang rencananya Gio juga akan megang rumah sakit setelah papa pensiun.


Lalu dokter itu memeriksa,


"Saya akan panggil dokter spesialis kandungan saja. "


"Lah kok? " Gio heran. "terserah apapun lakuin dok. "


Tak lama dokter kandungan datang. Dokter Nilam, teman mama.


"Loh kenapa Gea? " tanya dokter Nilam yang mengenali Gea.

__ADS_1


"Sakit bagian perut bawah dok. "


Dokter menyuruh perawat membawakan alat USG. Lalu dia langsung memeriksa dengan alat yang ada layarnya itu.


Dokter senyum sendiri,bukannya panik akan hasil layar yang nggak jelas pagi Gio dan Gea.


"Selamat mas Gio, nggak usah panik ini Gea hamil. " kalimat dokter Nilam membuat mata Gio membelalak.


"Hah seriusan dok? " Gio memastikan.


"Tapi saya haid sejak kemarin dok" Gea tidak percaya.


"Gimana kalau kita pindah ke ruangan saya, di sana ada USG 3 dimensi yang lebih jelas." dokter Nilam menyarankan.


Beberapa telpon dari mami dan mama, pasti papi tadi sudah ngomporin mami dan nelpon mama tentang keadaan Gea yang sakit perut. Gio abaikan saja untuk sementara, lagian dia mau memastikannya dulu kabar gembira ini.


"Pakai kursi roda saja Gea, takut kenapa-napa" dokter menyarankan ketika Gea hendak mengikutinya ke ruangannya.


Gea nurut saja, lagian dengan begitu dia tidak capek deh. Gio entah kenapa dengan senang hati mendorongnya dari belakang. Jantungnya berdebar hebat, dia sangat senang kalau ternyata benar Gea hamil.


Dan benar saja ketika diperiksa dokter Nilam lagi dengan peralatan yang lebih canggih Gea dinyatakan hamil 8 minggu.


Gio memeluk senang istrinya itu. Lalu segera mengabarkan pada keempat orang tuanya. Tentu saja semua bahagia mendengar kabar gembira ini.


Gea sampai tidak bisa berkata apa-apa karena bahagia. Tidak dia sangka kalau dia hamil anak dari kembarannya sendiri, yang ia nikahi paksa dulunya. Yang kini ia cintai sepenuh hati. Begitupun Gio sangat bersyukur ada keturunannya berada di rahim istrinya, yang ia tinggalkan selama delapan tahun cuma untuk mengejar pendidikan yang tinggi.

__ADS_1


Gio mengecup kening Gea lama, "Makasih Ges, lo sudah bikin gue bahagia. Gue sangat mencintai lo, dan akan ada Gio Gea junior setelah ini. "


......Tamat......


__ADS_2