Menikahi Kembaranku

Menikahi Kembaranku
Episode 106 : Kumpul keluarga


__ADS_3

Beberapa hari ini Gio memang sangat sibuk tapi dia kali ini pulang ke rumah dan tidur dengan istrinya, harus dibiasakan.


"Ge, apa kita beli rumah aja? " usul Gio ditengah malam saat hendak tidur, setelah bergumulan panas malam ini.


"Lo masih nggak nyaman tinggal disini? "Gea masih dipelukan suaminya dengan nyaman.


"Nggak gitu sayang, kita mulai rumah tangga yang sebenarnya gitu."


"Lo pikir kita bohongan? " Gea nyolot.


"Salah ngomong lagi deh gue, maksudnya ya kita punya rumah sendiri gitu. Kan ini kalau kita tetap disini berarti kita numpang dirumah orang tua. Nah, otomatis urusan rumah tangga misalkan belanja, perabot, bayar listrik bayar air dan lain sebagainya masih gambrengan padahal udah rumah tangga sendiri. Biar kita mandiri gitu loh geblek! "Gio mencoba menjelaskan.


" Tahu kok gue, tapi gue lebih nyaman disini. Gue sibuk kerja, lo sibuk kerja nggak ada waktu gue ngurusin rumah nantinya. "Gea mengerti tapi menolak usulan Gio.


Gio diam, mencoba berpikir bagaimana caranya agar istrinya ini ngerti.


" Ada asisten rumah tangga juga nantinya. Apa lo nggak usah kerja aja. Uang lo udah banyak kan? "


Gea mendengarnya sedikit emosi, "Enak aja nyuruh gue nggak kerja. Gue dapetinnya susah-susah lo senaknya ngomong gitu. Kalau tahu gitu ngapain gue dulu sekolah tinggi dan jauh-jauh. "


"Gea, please gue nggak mau berdebat lagi. Kita bahas lagi nanti gue mau tidur. " Gio memiringkan tubuh membelakangi Gea.


Entah kenapa Gea yang sekarang lebih emosian.


*


Besoknya papi dan mami datang.

__ADS_1


Mereka semua berkumpul bersama melepas rasa rindu.


"Selama disana Gio jarang sekali bercukur loh Gea, sekarang jadi ganteng gini anak mami. " Mami mengusap wajah Gio tanpa canggung.


"Padahal enakkan kaya kemarin nggak denger bisik-bisik aaa ganteng banget aaa keren banget aa kok bisa sih setampan itu aaa kaya bukan manusia. Emang dikira aku alien kali ya. " Gio menirukan dengan nada cewek-cewek kalau lagi muji dia.


Semua tertawa mendengar tingkat kepedean Gio selangit ini.


"Iya dikira lo setan! " Yang nyeletuk Gea.


"Lo hantu! " Gio nggak mau kalah.


"Mana ada hantu cantik gini? " Gea mengibaskan rambutnya.


"Ini buktinya, lo selalu menghantui pikiran gue. " Diakhiri dengan gombalan Gio.


"Cieh"


Disorakin para orang tua.


"Gombalan receh. " Cibir Gerald.


"Lo bocil tahu apa lo! " Gio nggak mau diejek adiknya itu.


Setelah itu mereka bercanda ria.


"Eh tapi kalian kalau didepan umum masa lo-gue an gitu? " mami bertanya.

__ADS_1


"Kita didepan umum bukan suami istri mam, jadi ya nggak ngobrol lah. Bahkan Gea kalau lihat aku di hotel malah menundukkan kepala memberi hormat berasa suami di era kerajaan gitu kalau permaisuri ketemu rajanya memberi hormat. " perkataan Gio sontak membuat para orang tua terheran.


"Gea apa benar? " mama langsung mewakili semuanya.


"Gea belum siap ada yang tahu kalau Gea istri CEO hotel, selama ini mereka tahunya Gea ini janda masa tiba-tiba punya suami. " Gea menjelaskan alasannya dengan sedikit gemetar takut salah.


"Nggak baik itu sayang, emang jadi istrinya CEO memalukan? bukannya bangga ya" mami memberi pengertian.


"Gimana kalau kita gelar lagi aja pernikahan mereka. Jadi biarkan semua tahu kalau mereka sudah menikah, tidak perlu ditutupi lagi. Kita bisa mengadakan resepsi yang dulu hanya sederhana kita adakan mewah sekarang. " usul papa.


"Wah, iya itu papi setuju. Dulu kami tidak datang ke pernikahan kalian jadi sekarang bisa kita ulang lagi. " papi setuju.


"Mami juga setuju, kalian lama terpisah mami yakin banyak hal yang membuat kalian sedikit belum terbiasa kan? nah kalau sudah diumumkan pernikahan kalian semua akan tahu kan enak. " mami pun setuju.


"mama setuju juga. "


Gio melihat Gea yang hanya menganga karena apa yang dibilang mami benar adanya, dia genggam erat tangan istrinya itu.


"Gimana Ge, setuju nggak lo? "tanya Gio menatap mata cantik itu.


" Aneh nggak sih. " Gea merasa begitu ternyata.


"Nggak lah bego! " Gio kumat disertai membenturkan kepalanya dengan Gea.


"Ich, Gio! sakit tahu! " Gea nggak mengelus kepalanya.


"Manja" cibir Gio.

__ADS_1


Kalau Gerald tahu pasti juga dikatain gitu, sayangnya anak kecil itu sudah lelap dipanggkuan ibunya sedari tadi.


__ADS_2