Menikahi Kembaranku

Menikahi Kembaranku
Episode 16 : Lo nggak mau bicara?


__ADS_3

" Yah tapi kenyataannya kalian kembar, udah nggak sah ngayal" Zico tidak percaya


"Gue serius, kita hanya anak angkat. Dan kita bukan saudara kembar" Gio mode serius banget.


Zico sampai melepeh sosis yang ia makan separo.


"Serius? apa halu? "


"Serius" Gio dengan muka serius.


"Wahh wah gila.Lah seharusnya lo seneng dong? kenapa malah galon gini? "


"Dan kita di suruh nikah biar tetap jadi keluarga. "Gio menceritakan dengan datar.


Zico yang kali ini sedang minum sampai keselek.


"Tapi mulut lo dijaga" Peringatan Gio.


"Sejak kapan gue ember. Terus terus kalian bakalan nikah gitu? wahhh gue meng sedih" Zico penasaran.


"Nggak tahu, masih nunggu Gea. "


Zico masih tidak percaya sama kenyataan ini.


***


Pulang sekolah.


Seperti biasa Gea menunggu bis di halte. Kali ini dia sendirian karena tadi mulai kelas tambahan juga di kelas ips jadi pulang sore.


Gio yang melihat Gea sendirian mendekat dengan motornya.


"Cepat naik!" Gio menyuruh Gea sambil memberi kode naik ke atas motornya.

__ADS_1


Gea diam, dia tidak merespon perintah laki-laki di depannya itu.


"Udah mau gelap,ayo! " Gio membujuk


Tapi Gea malah memalingkan wajahnya ke arah lain.


Gio turun dari motornya, mendekati Gea.


Gea melihat kiri kanan memastikan tidak ada orang yang melihat.


"Ayo" Gio menarik lengan Gea.


"Lo gila ya" Gea menghempaskan seketika. "kalau ada yang lihat gim-"


Belum selesai ucapan Gea, tangannya diraih Gio. Dan ditariknya ke dekat motor.


Gio melepas jaketnya, lalu memainkan pada Gea.


"Apaan sih, sok manis" Gea menolak.


Gea terpaksa menuruti Gio.


"""


Sepanjang perjalanan, mereka diam.


Hingga tiba di rumah mereka masih diam.


"Kalau udah siap mari kita bicara, lo jangan kaya anak kecil. Bukan sifat lo banget kalau ngambek kaya gini" Kata Gio sebelum mereka masuk kamar masing-masing.


Sejak saat itu Gea masih diam, dia hanya butuh waktu buat mencerna semua kenyataan ini. Dalam seminggu ini Gea tetap melakukan kegiatan rutinnya. Setelah bangun tidur dia masak, menyiapkan makan siang nya dan Gio dibantu mama walau Gea dengan sikap pendiam sekarang. Sepulang sekolah tetap memasak makan malam dan bahkan menyelesaikan PR nya sendiri tanpa minta bantuan Gio.


""""

__ADS_1


"Sudah seminggu lo nggak mau bicara sama gue? " Gio bertanya pada Gea yang sedang menonton film sendirian di kamarnya saat malam minggu.


Gea diam.


"Ge, Gea gue lagi bicara sama lo" Gio berada tepat di depan Gea menghalangi layar LCD itu.


Gea hanya menghela nafas.


"Lo gue biarin seminggu ini, tapi sekarang gue udah nggak tahan. Kita harus bicara"


Gea mematikan film.


Lalu malah merebahkan tubuhnya di tempat tidur.


"Lo nggak nganggep gue ada? " Gio makin marah.


Gea tetap diam.


"Sampai kapan lo kaya batu gini heh? Sudah seminggu lo dingin dan nggak jelas."


Gea sudah tidak tahan lagi akan celoteh Gio yang malah bikin dia sebel. Akhirnya dia bangun, dan duduk.


Dia tersenyum miring.


"Gio Gio, baru juga gue bersikap dingin selama seminggu udah kebingungan. Lalu apa yang lo lakuin selama ini heh? lo bersikap dingin udah hampir tiga tahun sama gue. Lo bisa merasakan kan sekarang kalau ini menyiksa? lo mikir nggak selama tiga tahun ini heh?" Gea ternyata hanya ingin Gio merasakan hal yang sama.


Gio menunduk, dia merasa kalau Gea benar.


"Sorry" hanya itu yang keluar dari mulutnya.


"Hanya itu?"


Gio diam,

__ADS_1


"Baik, sekarang kita bicara. "


__ADS_2