
Zara yang mengetahui kalau Mika malah membuat suasana menjadi berantakan.
"Gila ya lo malah berantem lagi sama Gea. Sekarang jangan harap lo dapetin Gio. " Zara memarahi Mika.
"Ah, udahlah gue nyerah. Males gue kaya nggak ada cowok lain aja. Harga diri gue terluka" Mika menyerah.
"Gimana kalau Zico? " Zara asal
"Apa? Zico? jadi pacar ke berapa gue kalau sama dia? " Mika heran gimana bisa sahabatnya itu mempunyai ide buat deketin Zico.
Zara tertawa renyah.
"Kayanya itu Gea juga pacarnya Zico"
"Yah bisa dilihat, dia cuma cewek murahan kalau mau sama Zico. " Mika menghina Gea.
***
Permainan sedang berlangsung, Gea pikir dia akan bosan karena emang nggak begitu suka olah raga. Namun ternyata dia menikmatinya apalagi melihat Gio yang sedari tadi bagus mainnya. Dia sudah dua kali mencetak gol.
Gea jadi ingat kalau dulu waktu SD Gio ingin menjadi pemain sepak bola tapi seiring berjalannya waktu sepertinya itu hanya sekedar hobi baginya.
Selesai permainan,
Gio mendekati Gea dengan badan penuh keringat dan nafas ngos ngosan.
Gea segera memberinya minum.
"Gimana? gue keren kan? "tanya Gio selepas meminum habis satu botol air mineral tersebut.
"Enggak sih biasa aja" Gea bohong, dia hanya nggak mau aja memuji Gio.
"Hah serius, wah susah ya bikin lo terpesona sama gue" Gio merebahkan dirinya dilantai karena capek.
Gea hanya tertawa kecil.
__ADS_1
Zico mendekat, dia tadi yang jadi kiper terbaik karena menang.
"Enak ya futsal bawa cewek ada yang ngurusin" Zico pura pura ngiri.
"Tai lo, biasanya lo yang suka pamer cewek! " Gio membeberkan faktanya.
"Tapi kali ini gue lagi jomblo" Zico memelas.
"Hari ini doang,entar malem entahlah" Gea yang nyahut.
"Weih, ngapain ya entar malem" Zico malah ngaco.
Gea jadi bingung sama omongan Zico yang nggak nyambung. Atau entah dia nyambungnya kemana.
"Terus malam kelulusan jadinya lo bawa siapa? " Gio bangun karena penasaran
"Entahlah gue juga bingung, cewek gue nggak ada yang kelas 3 kali ini. " Jawab Zico padahal tadi katanya jomblo.
Gea hanya geleng-geleng kepala.
"Ya udah ama gue aja" Gea menawarkan diri.
"Sarap lo ya, depan suami lo bilang gitu? serasa ngajak gue kencan woi" Zico merespon.
Gea tersenyum kuda, " Ya kan semuanya pada tahu kita ini saudara mana bisa. Bakalan aneh kalau kita dateng bareng"
Gio cuma diam, dia menyesal telah setuju keputusan Gea tentang status mereka di sekolah. Lalu tangannya terulur memegang tangan Gea.
"Kita bilang aja ke semuanya ya? "
Gea melepaskan tangan Gio. " No! " sambil melotot.
Zico yang melihat itu hanya tertawa.
"Kasian banget bapak Gio"
__ADS_1
###
Setelah selesai futsal Gio tidak ikut kumpul di markas. Dia memilih pulang bersama sang istri.
Di markas tentu saja pada nanyain.
"Kemana Gio?nggak kesini? " tanya Bian
"Tahu tuh anak agak berubah belakangan ini, apalagi sehabis kejadian kemarin lusa" Arya juga bingung.
"Udahlah biarin aja, ya namanya lagi bucin-bucinya ya milih pulang lah" Zico asal ngomong tidak melihat ada siapa aja disana.
Zara yang ada disamping Bian tentu saja agak kaget
"Emang Gio lagi bucin sama siapa? " Zara kepo deh
"Bukan siapa-siapa sayang, bukan urusan kita" Bian mengusap tangan Zara.
"Iya, pokoknya gue ngiri banget sama Gio dia bisa leluasa nyentuh ceweknya tanpa mikir akibatnya" Zico masih aja ngomong. Sepertinya dia sudah mabuk.
"Hus, bisa diam nggak lo! " Bian menyumpal mulut Zico dengan kacang.
"Aish, Anj*** lo! Keselek goblok! " Zico marah karena tersedak kacang.
"Sayang, jadi siapa ceweknya Gio? " Zara merayu Bian.
"Aku juga nggak tahu, sudahlah itu bukan urusan kita kok" Bian gelagapan karena itunya dielus sama Zara.
Arya yang nggak pingin lagi Zico ngerocos dia bawa ke kamar.
"Bisa mati lo kalau bos tahu"
Zara masih membujuk Bian buat buka suara tentang ceweknya Gio. Tapi Bian tidak berpendirian teguh walau diimingi jatah dari Zara.
"Ya udah aku tanya yang lain, mereka pasti mau kasih tahu" Zara ngambek
__ADS_1
Bian frustasi.
Namun, informasi itu tidak juga bisa didapatkan karena gengnya Zico semuanya setia pada Gio.