
"Gue heran kenapa kembarannya Gio semarah itu sama gue. Dia ngejambak gue hingga rambut gue rontok" Mika masih tidak terima atas perlakuan Gea yang kemarin.
Saat ini Mika sedang bersama Zara di sebuah cafe.
"Gue juga nggak tahu, tapi mungkin emang dia pingin ngelindungi Gio aja kali. Secara saudaranya lo gituin" Zara memberikan pendapat.
Mika menghela nafas, karena ingat juga kejadian malam itu yang endingnya dia ketakutan karena dicekik Gio.
"Sumpah, gue kapok. Hampir aja gue" Mika menyesal ternyata.
"Yakin lo? padahal banyak loh yang percaya kalau kalian beneran dekat. Dan sekarang banyak yang benci sama Gio." Zara sedikit mengkompori.
"Iya sih, tapi Gio nya Zara. Gue takut, lo lihat sendiri dia nyeremin gitu"
"Tapi di grup ada Raya, Delia terus Jian ngaku juga pernah dekat dengan Gio dan emang dia kaya gitu ke mereka. Hayo bukannya lo bilang pernah juga ciuman sama Gio?. Masa lo nyerah gitu aja? " Zara masih mengkompori Mika.
"Iya sih, tapi gue duluan yang nyium dia. Dia padahal bilang kalau nggak suka sama gue. " Mika mengingat kembali.
"Kita berada di sekolah sebentar lagi jadi alangkah baiknya kita membuat memori indah. Seperti berpacaran sama anak populer, kaya gue kan bisa akhirnya pacaran sama Bian. " Zara masih memprovokasi.
"Tapi target gue terlalu tinggi, hampir gue dapet tapi dirusak sama saudaranya yang menyebalkan itu" Mika putus asa.
Zara tertawa, "Jadi sekarang lo deketin aja si kembarannya Gio itu. Siapa tahu dengan begitu lo dapetin restu buat ngegebet Gio. "
"Bener juga ide lo"
****
Di rumah Gea
Gea sedang bersantai ria didepan TV.
__ADS_1
Gio turun dengan menenteng tas.
"Mau ikut gue nggak dek? " Tanya Gio
"Ke? " tanya Gea tanpa melihat yang tanya.
"Futsal" Gio sudah berada didepan Gea.
"Males, ngapain gue ikut futsal. " Gea melihat sekarang.
"Ya udah, lo di rumah sendiri. " Gio melangkah.
"Biasanya juga gitu"
"Yakin nggak mau ikut?biasanya yang nonton banyak cewek-cewek nya loh" Gio berusaha memanasi.
"Bodo, gue nggak mau"
"Iya bentar gue lagi dijalan" Gio langsung bilang gitu begitu tersambung.
"Kalau kita menang kita party lagi ya" Zico bersemangat.
Gio seketika melihat Gea, dan sedikit panik.
Gea memang mendengar, diapun melotot.
"Heh, awas ya lo ngajakin Gio mabok lagi! " teriak Gea pada Zico.
"Waduh, galak amat nyonya. "
Gio mematikan sambungan telpon itu.
__ADS_1
"Enggak, gue janji nggak ikut kok. Ya udah gue pergi dulu ya" Gio pamit.
"Gue ikut lo" Gea akhirnya memutuskan untuk ikut.
###
Tiba di lapangan, ternyata beneran ramai.
"Lo duduk sini aja" Gio menyuruh Gea duduk di pinggir lapangan.
Di antara cewek yang nonton ternyata ada Mika, yang bikin Gea naik darah.
"Hei Gea, gue mau minta maaf soal yang waktu itu. Gue nggak nyangka banget lo saudara yang protektif gitu, kaya sama pacarnya aja" Mika minta maaf.
"Hem, gue sebenarnya nggak mau maafin lo. Tapi karna gue baik jadi lo gue maafin" Gea sok dingin.
Mika kaget, "Lo ternyata nyali juga,merasa hebat karena saudaranya Gio? "
"Gue nggak begitu bangga sama Gio, cuma emang lo pantas mendapatkan itu"
"Kasihan Gio punya adik kaya lo yang protektif, dia pasti bakalan sulit menemukan wanita yang pas. Lo itu cuma adiknya jadi nggak sah ikut campur masalah Gio. " Mika malah emosional.
"Lo itu tadi minta maaf tapi kenapa ngajak ribut heh? " Gea juga emosional.
Mika hendak menarik Gea tapi dicegah Gio yang akan main futsal tapi salah fokus sama interaksi mereka.
"Gue udah peringatan lo kemarin, sekarang lo sentuh Gea? mau mati lo? " Gio marah.
"Enggak gitu Gio, tadi gue minta maaf tapi adik lo malah nyolot" Mika ketakutan.
"Sudahlah, jangan hiraukan dia. Gue bisa ngatasin, lo futsal aja sana" Gea meredam amarah suaminya itu.
__ADS_1
"Baiklah, tungguin gue ya sayang" Gio sedikit tenang lalu mengelus rambut Gea dan setelah itu pergi bergabung dengan tim nya.