Menikahi Kembaranku

Menikahi Kembaranku
Episode 30 : Besoknya


__ADS_3

Setelah itu malah pada salah tingkah. Apalagi Gea, untuk menutupi malunya dia langsung pergi ke kamarnya.


Gea tidak percaya apa yang telah terjadi.


Besoknya,


Gea menyiapkan sarapan dengan mama, tapi papa dan Gio belum juga muncul padahal sudah waktunya .


"Papa dan Gio kok belum keluar? " tanya Gea.


"Gio udah berangkat tadi, kalau papa lagi nggak enak badan jadi libur. Makanya mama juga mau libur cuma kalau ada operasi aja mama ke rumah sakit. " Mama menjelaskan.


Gea merasa aneh, karena Gio tidak biasanya berangkat pagi banget. Emang mau ngepel sekolah?


"Gimana kalau kamu mama antar sekolahnya?" mama menawarkan.


"Beneran? " Gea merasa senang. Karena sudah lama tidak diantar mama.


***


Tiba di sekolah.


Begitu masuk kelas,kelasnya kosong hanya ada Jonatan saja yang sedang duduk di tempat Gea. Jonatan terlihat tegang sambil melipat kedua tangannya didepan dada.


"Hai Jo" Gea menyapa canggung


"Gue mau ngomong bisa? " Tanya Jo tidak membalas sapaan Gea


Gea mengangguk." Ngomong aja"


Lalu malah ada beberapa anak masuk kelas. Ada juga Bella dan Dinda diantara mereka.


"Weih muka kalian tegang amat? habis ngapain hayo? " Bella dengan bercanda ria, ngeledekin mereka.


"Kayanya ada couple baru nih" Dinda menambahkan


Jonatan tidak menghiraukan mereka dia pindah ketempat duduknya yang ada didepan.


Gea kini bisa duduk ditempatnya.

__ADS_1


"Gimana? udah jadian sama Jo?" tanya Bella seolah tahu kalau Jo kemarin nembak Gea.


Melihat reaksi Gea yang datar keduanya sudah menemukan jawabannya.


"Lo tolak? " Bella mastikan.


Gea mengangguk pelan yang membuat dia sahabatnya itu kecewa.


"Padahal Jo itu cocok sama lo, udah baik, pinter juga ganteng." Bella malah memuji Jonatan.


"Lah, lo jangan gitu dong Bel, orang Gea nya nggak suka." Dinda si paling pengertian.


""""


Ketika istirahat,


Di kelas Gio


"Kenapa lo sejak pagi nggak konsen. Kaya banyak ngelamun?" Tanya Zico pada Gio yang sudah aneh menurutnya sejak tadi.


Sekarangpun saat istirahat malah tetap dikelas padahal nggak bawa bekal. Arya dan Bian saja sudah cabut ke kantin.


"Lah bukannya dia istri lo ya nggak cepet dong" Tanggapan Zico.


"Bukan itu aja, bahkan semalam gue cium dia, duh goblok kan gue? " Gio malah membodohkan diri sendiri.


"Lah bukannya dia istri lo? " Zico menanggapi itu lagi.


"Ya udah lo jangan bilang gitu terus entar ada yang denger anji**" Gio sedikit emosi.


"Woi sorry, ya habis lo aneh." Zico nggak mau Gio marah." Jadi dia belum lo apa-apain? eh buset gue kira lo udah begituan."


"Diem lo" Gio menyesal cerita sama Zico.


"Padahal dia itu halal buat lo,gue aja ngiri bisa punya pasangan halal kaya lo. Nggak ngelakuin dosa malah dapat pahala. " Zico mode ceramah.


"Nggak usah ceramah lo" Gio malah makin kesel.


***

__ADS_1


Sedangkan Gea dan Jonatan baru bisa sempet ngobrol di istirahat kedua karena istirahat yang tadi Gea ngerjain PR.


"Lo beneran sama Gio? " tanya Jo langsung.


"Hem"


"Lo suka sama dia? lo tahu kan dia cuma mempermainkan cewek-cewek. Kenapa bisa lo juga masuk perangkap dia? "


"Kita lagi deket, jadi tolong hargai pilihan gue. Gue yakin dia orang baik yang akan membuat gue bahagia" jelas Gea.


"Apa dia bilang cinta sama lo? atau cuma mau deket aja? " Jo penasaran. " Soalnya biasanya Gio hanya dekat aja sama cewek nggak mau macarin cewek itu. "


Gea diam,


"Gue cari tahu, gue nggak mau lo disakiti sama si brengsek itu" Jo terdengar tulus.


"Thanks.Tapi gue percaya sama dia."


Kemudian tidak terduga malah ada gerombolannya Gio yang muncul dari atas pagar, entah dari mana mereka.


Mereka semua terkejut.


"Gea? " Gio yang paling terkejut.


Gea yang tahu kelakuan geng mereka emang suka random, merasa tidak aneh cuma terkejut karena tiba-tiba muncul.


"Lo ngapain sama cecunguk ini disini Ge?" kini Zico yang tanya.


"Kita lagi ngobrol aja, gue pergi dulu" Gea nggak mau panjang lebar karena banyak orang disini.


Tinggal Jonatan diantara mereka.


"Lo udah tahu kan Gea milik siapa? " Zico dengan sedikit garang.


"Gea bilang belum pacaran sama lo, jadi kesempatan gue masih ada dong" Jo tidak takut, bahkan menatap Gio.


Zico tertawa. Gio yang khawatir Zico bakalan keceplosan, dia lalu menyeret Zico pergi.


"Langkahin gue dulu! " Ancam Gio pada Jo sebelum pergi.

__ADS_1


__ADS_2