
"Di sini aku punya sahabat namanya Zico, pertama ketemu sama dia itu kita langsung gelud. Perkaranya dia nyerempet Gea, untung saja cewek itu nggak lecet sedikitpun. Kemudian Zico minta maaf, habis itu kami malah nyambung dan berteman. Dia teman absurd yang Gio punya.
Lagaknya kaya sok jagoan mentang-mentang dia anak orang kaya tapi kalau ditantang nggak berani.
Dia ngaku juga naksir Gea, yah soalnya hanya dia yang tahu hubunganku dengan Gea waktu itu. Dan dia tahu aslinya Gea pas main ke rumah. Terpesona lah Zico sama Gea, orang aku yang kembarannya aja klepek-klepek. "
Papi tertawa.
"Aku juga heran lagi sama diriku, padahal sok cuek sama Gea tapi diam-diam peduli gitu. Dan nggak mau kelihatan buruk didepan dia,bangun tidur usahain minimal gue udah cuci muka lah sebelum berpapasan sama dia.
Aku ingin jadi tipe idealnya gitu, dan bertanya-tanya seperti apa tipenya.
Terus aku lihat dia itu mengidolakan oppa-oppa Korea, ampe di tembok kamarnya ada poster gede. Padahal gantengan juga gue.
Lalu aku kepo
__ADS_1
"Siapa sih mereka? " Tanyaku pada Zico yang tahu berbagai macam soal selera cewek.
Soalnya dia ceritanya playboy gitu, banyak ceweknya.
"Ini itu ceritanya f4 gitu, dan ini drama Korea. Gue tahunya juga dari si Tia(salah satu cewek Zico) " Jelas Zico.
"Kita tonton!." Ajakan gila waktu itu.
"Astaga, ngapain? "
Dan kami nonton walau ada beberapa episode.
Nah dari sini aku terinspirasi buat bikin geng-gengan ala-ala f4 gitu. Secara tampang kita mendukung, tinggal cari dua patner lainnya. Kita cari yang ganteng, ketemu Arya dan Bian. Untungnya mereka nyambung dan satu frekuensi sama kita.
Lalu kami berempat suka tebar pesona,suka keliling nggak jelas, nongkrong di kantin,dan pokoknya biar semua tahu kita deh. Padahal kita masih kelas 1 , sebagian besar cewek pada terpikat. Dan kakak kelas juga, yang cewek suka yang cowok bahkan juga ah ngeri kan. Tapi mereka ngajakin kami gabung ke geng mereka.
__ADS_1
Kami tertarik gabung,di luar pagar sekolah kami akan mengikuti para kakak kelas kalau nggak ngerokok, minum bahkan make.
Zico punya hobi otomotif jadi dia bikin geng motor gitu, secara dia anak orang kaya jadi mendukung lah. "
"Kamu juga ikut geng motor ternyata? " Papi bertanya yang sedari tadi menyimak.
Gio menggeleng, "Gea memergoki aku, ya gara-gara Zico ember itu. Secara aku nggak mau terlihat buruk didepan Gea jadi ya nurut deh. Bahkan pernah aku ketahuan make, dia ngomel panjang banget sepanjang kereta api.
"Lo mau jadi apa? heh? ngakunya pinter tapi otak lo nggak dipakai nggak bisa bedain mana yang buruk atau baik? Gue aduin ke papa kalau lo ikutan Zico." ancam dia waktu itu sambil melototi Zico.
Padahal dengan itu aku bisa lupa sedikit tentang dia. Eh malah ketahuan.
"Serah lo mau suka tepe-tepe nggak jelas asal lo tetap bersih." pesannya lagi.
Gea peduli sama aku sangat peduli malahan pernah jemput Gio di klub juga padahal dia penakut hanya demi aku yang mabuk dia rela malem-malem pergi. Apa nggak semakin cinta Gio sama dia? "
__ADS_1