Menikahi Kembaranku

Menikahi Kembaranku
Episode 77 : Kita pergi


__ADS_3

Gio sangat tersinggung walau dia memang benar anak pungut mereka tapi kenapa harus diperjelas.


Gea turun mendengar keributan itu,tiba di ujung tangga berpapasan dengan Gio yang seperti mengeluarkan api dari seluruh tubuhnya.


"Ada apa? " Gea mengikuti Gio naik ke atas.


Rupanya Gio masuk kamar Gea membuka lemari Gea. Lalu mengeluarkan koper Gea memasukkan asal pakaian Gea.


"Ada apa ini Gio? Kenapa baju gue lo masukkan koper? " Gea bingung.


"Kita pergi dari sini. Lo masukan yang perlu aja. " Lalu ke kamarnya.


Dia juga melakukan hal sama memasukkan pakaian ke ransel.


"Gio stop! Jelasin ke gue dulu? "


"Kita cuma anak pungut, kita tidak dihargai sama papa. Lo istri gue, jadi lo mau ikut gue apa tetap disini? "


"Gio gue mohon, tenang dulu. " Gea memeluk suaminya itu erat. "Kita bicara baik-baik dulu, tenang dulu ya. Please. "


Lama kelamaan Gio tenang, mengatur nafas hingga benar-benar tenang.


"Gue mau pergi,lo ikut gue? Apa tetap disini? "


"Apa yang terjadi Gio, jangan kaya anak kecil deh."


Kalimat Gea malah bikin Gio emosi lagi. Pokonya Gio ini dikatain sekecil pun dia tidak mau.

__ADS_1


Dia lalu beranjak dari kamarnya menggendong ranselnya lalu menarik tangan Gea.


Ketika sampai dibawah, dihadang mama.


"Kalian mau kemana? " Mama yang tadi mengejar papa ke kamar sekarang hendak ke Gio tapi malah mendapati Gio ingin pergi.


Belum dijawab,papa keluar kamar


"Jangan bawa Gea pergi! " Bentak papa menyadari Gio akan pergi bersama Gea.


"Gea istri Gio, apa papa lupa? Kalian yang telah menikahkan kami. " Gio mengingatkan.


"Mas Gio jangan begini, mama mohon. Kita bisa bicara baik-baik dengan kepala dingin. Tolong ya. " Mama memohon, menarik tangan Gio.


"Maafin Gio ma, Gio nggak bisa jadi anak baik. Gio tahu diri, kalau Gio hanya anak pungut yang seharusnya menuruti perintah kalian. Tapi Gio nggak mau kalau harus minta maaf kalau Gio nggak salah. " Gio mengungkap perasaanya, melepas pelan tangan mama.


"Jadi rumah sakit lebih penting dari pada anak papa? Iya, itu jawabannya. Papa dulunya maksa kami menikah demi rumah sakit padahal kalian membesarkan kami sebagai saudara. Papa nggak tahu bagaimana salah paham nya orang-orang tentang pernikahan kami. Lalu sekarang demi rumah sakit juga papa rela menjatuhkan harga diri Gio. Bukankah harga diri anak juga harga diri orang tua? Papa melakukan semua itu karena kami bukan anak kalian, kalian cuma memanfaatkan kami kan"


Plak


Papa memukul Gio.


Semuanya kecewa akan sikap dan perkataan Gio yang sudah kelewatan.


"Baik, pergi saja kamu! Tapi jangan ajak Gea! " Papa menarik tangan putrinya.


"Gea istri Gio,dia harus ikut Gio! "

__ADS_1


"Tidak ada gunanya pernikahan kalian, jadi kamu boleh pergi." Papa berusaha tenang. " Gea anakku, jangan bawa Gea! . "


Gio kalah, dia pergi tanpa membawa Gea. Apalagi melihat Gea yang hanya pasrah diam saja seperti tidak mendukungnya.


Gea dan mama hanya menangis menonton dua pria yang berdebat tidak ada yang mau mengalah.


"Dengar, pernikahan kalian sudah berakhir. Rumah sakit bangkrut, tidak ada gunanya lagi. " Papa memperingatkan Gea. "Jadi jangan dekat dengan anak itu lagi. Anak nggak tahu diri, nggak tahu terimakasih. Sudah bagus papa nerima dia."


*


Gea ke kamar,


Dia mencoba menghubungi Gio tapi tidak diangkat sekalipun.


Mencoba menghubungi Zico ternyata dia sedang liburan ke Paris. Lalu Arya sedang ke Bali tinggal Bian saja tapi nomernya tidak aktif.


Gea tidak punya kontak teman yang lainya lagi. Itu saja dia tahu nomer Bian dan Arya karena lihat di HP Gio buat hal-hal begini.


Mama masuk,


"Mama" Gea memeluk mama yang juga habis menangis. Keduanya saling menguatkan. "Sebenarnya apa yang terjadi ma? "


"Gio tidak mau minta maaf sama anak pak Yohan. Dan pak Yohan ini investor utama rumah sakit. Akibatnya dia mencabut investasinya. Rumah sakit mengalami kerugian. " Mama menjelaskan secara global.


"Gio memang sebenarnya tidak salah ma, ini salah Gea. Gio memukul Jonatan karena anak itu menghina Gea ma."


"Ya tetap saja mas Gio mukul dia kan?"

__ADS_1


Gea mengangguk pelan. Menyadari kalau Gio suka sekali emosional, dia tidak bisa menahan amarahnya.


__ADS_2