
Dinda melihat livenya Mika, di sana terlihat Mika yang sedang dipangku Gio di sebuah kamar.
Sepanjang live berlangsung tadi, menunjukkan Gio yang nyender di senderan tempat tidur.
"Guys, ini Gio lagi ngantuk pingin tidur jadi males bicara sama kalian ya. Maunya bicaranya sama gue doang ditempat tidur"
"Ih, jijik banget lihat ini kenapa Gio mau sih sama nenek lampir ini" Dinda berkomentar.
Lalu dia menelpon Gea, dia mau bertanya sama dia.
Gea hendak mau tidur, karena sudah malam dan capek nunggu Gio tadi.
"Ada apa Din? " Gea berbicara saat tersambung dengan Dinda.
"Gue mau tahu, apa saudara lo itu pacaran sama Mika? " Dinda langsung tanya karena sudah penasaran.
"Enggak, emang napa? " masih santai.
"Lo lihat deh live nya Mika, sekarang! ada Gio disana, dan mereka mesra banget lo yakin tidak? "
Gea gemetar, ada api menyala.
"Gue nggak mengikuti Mika, apa nama ig nya? " Gea dengan panik.
"Mika_cute"
Langsung sambungan ia matikan dan melihat apa yang ada didalamnya. Dia hanya melihat foto unggahan saja karena live sudah berakhir.
Dia langsung menyahut cardigan yang ada di cantolan, bergegas menuju markas gengnya Zico.
Gea menggunakan taksi, dalam perjalanan dia menghubungi Gio tapi tidak diangkat. Menghubungi Zico juga tidak diangkat.
Untungnya dia pernah diajak ke markas mereka jadi langsung bisa kesana.
__ADS_1
Tiba di sana,
Gea langsung masuk, ternyata banyak orang di sana dan musik bergema sangat kencang. Ini rumah sudah disulap jadi diskotik. Gea yang marah tidak peduli sapaan orang yang mengenalnya.
Gea tahu kalau Gio pasti di kamar, dia mendobrak pintu yang tertutup dengan sangat keras.
Pemandangan yang tidak enak dan semakin membuatnya kesetanan. Gio sedang dielus-elus Mika dan hendak ia cium.
Gea menarik rambut Mika,
"Ao" Mika merasa tersakiti.
Lalu dia bahkan menampar nya.
"Gea?lo gila!" Mika bingung.
Kebetulan dimeja ada air putih dalam botol. Dia lalu menyiramkan nya pada Gio tepat di wajahnya.
Seketika Gio langsung sadarkan diri. Lalu sisa air yang ada di botol ia siramkan juga ke Mika.
"Apa apaan sih lo, kurang ajar. Saudara lo lagi seneng-seneng,kenapa lo ikut campur? " Mika tidak Terima perlakuan Gea.
"Breng*** lihat ini! " Gea menunjukkan layar hp yang menampilkan foto Gio dan Mika tadi.
Gio menyahut HP itu"Apa ini? apa yang terjadi? "
"Lo tanya cewek murahan ini! " Gea menarik kembali hpnya lalu pergi.
Yang lain mengetahui kejadian ini, karena tadi suara pintu yang keras.
Gea pergi, masih dengan emosi. Menahan air mata agar tidak tumpah. Kalau tumpah pikirnya nanti akan terlihat lemah.
"Gea, Gea tunggu gue bisa jelasin! " Gio mengejar tapi Gea malah berlari.
__ADS_1
Gio bingung, dia juga nggak tahu harus jelasin apa karena memang tidak begitu ingat.
Dia balik lagi ke Mika dengan amarah yang membara.
"Apa yang lo lakuin anj***! " Gea mencengkeram leher Mika.
"Sorry gue tadi cuma iseng" Mika ketakutan.
"Bi, ambil HP nya! " Gio menyuruh Bian yang salah satu manusia disini yang tidak minum.
Bian meminta HP Mika, dan langsung dikasihkan.
"Lo lepasin dulu itu Mika Gio, kasihan. Mending lo susul Gea sekarang" saran Bian sambil mengotak-atik HP Mika.
"Iya, biar kita yang urus " Zico yang masih setengah sadar.
"Ini lihat, gue udah hapus semua postingan Mika dan video live dia.Semua yang ada wajah lo udah gue hapus. " jelas Bian menunjukkan HP Mika
Mika benar-benar ketakutan, dia menangis memohon ampun.
Gio mengambil HP yang di tangan Bian, lalu melemparkannya ke dinding sangat keras hingga HP tersebut hancur. "Bangs**! "
Gio melepaskan Mika, tapi tetap mengancamnya, " Lo tidak akan gue ampuni"
Kemudian dia pergi, mengejar Gea entah kemana perginya. Dia juga mencoba menelpon tapi tidak diangkat.
Di luar rumah tidak ada, lalu dia mengambil mobilnya dan menyusuri jalan. Dia yakin Gea pasti akan pulang ke rumah.
Sedangkan di markas masih pada ricuh, ada yang tahu permasalahan ada juga yang tidak.
Mika juga bingung,
"Gea kan saudaranya Gio kenapa sampai segitunya? gue jadi bingung." Mika tanya ke Bian.
__ADS_1
"Siapapun Gea, perbuatan lo tadi bikin malu Gio bodoh. Lo harus minta ampun sama mereka. " Bian berpendapat.