Menikahi Kembaranku

Menikahi Kembaranku
Episode 118 : Peresmian


__ADS_3

Pesta berlangsung sangat meriah, semuanya bahagia. Tapi ada yang aneh dalam tubuh Gea,selama acara dia merasa tidak nyaman.


Acara diawali dengan peresmian hotel W yang baru dengan dipimpin oleh Gio didampingi komisaris Wilson group papinya. Mama dan papa tentu saja juga hadir, karena setalah ini acara pesta pernikahan anak mereka.


Lalu dilanjutkan dengan pengumuman bahwa Gio dan Gea adalah pasangan suami istri. Yang belum tahu tentu sangat terkejut tapi banyak yang mendukung dan senang karena mereka sangat serasi.


Disaat pesta berlangsung Gea merasa ingin pergi dari keramaian ini.


"Gio, aku mau pulang aja. "


"Jangan gila lo! " Gio seketika melotot kearah wanita yang menggunakan gaun putih elegan yang cantik ini. Tapi terlihat tidak nyaman, pucat dan tangannya dingin ketika ia sentuh.



"Aku mau muntah, pingin cepat pergi dari sini Gioooo" rengek Gea.


"Kenapa sih lo? Masih banyak tamu Ge, jangan aneh-aneh deh. "


"Ihhh beneran Gio aku nggak nyaman banget. "


Lalu mama seperti tahu kalau putrinya ini nggak enak badan.


"Kenapa sayang? " tanya mama ketika sudah berada di dekat Gea.


"Kaya eneg mama,nggak nyaman pokoknya lihat banyak orang. Sudah dari tadi kayak gini cuma Gea tahan tapi lama kelamaan nggak kuat. " Gea menjelaskan keluhannya.


"Kamu sakit? " Mama menyentuh dahi anaknya ini.

__ADS_1


"Enggak tau ma,tapi perutku nggak enak. "


Mama menepuk pundak Gio yang malah asik ngobrol dengan Zico temannya dulu. Tadi Zico sudah menyapa Gea, cuma karena dia agak nggak enak badan dia lebih banyak diam.


"Gea kayanya sakit, biar dia istirahat saja. Mama yang akan antar. " mama meminta ijin Gio.


"Halah dia cuma manja ma, biarin aja"


"Gio ini,istri sakit malah dibilang manja." Mama geleng-geleng kepala heran.


"Udah deh ma, nggak usah hiraukan Gio yang nggak peduli. Ayo ma antar Gea ke kamar. " Gea meminta mama untuk digandeng melewati Gio begitu saja.


"Lama nggak ketemu Gea jadi dingin gitu ya? " Zico yang menangkap pergerakan Gea.


"Biarin aja, lagi pms kali." Komentar Gio.


Sedangkan Gea dan mama masuk salah satu kamar khusus untuk Gea dan Gio tidur kalau sedang berada di hotel ini.


Gea langsung merebahkan diri, rasanya sangat lega bisa kabur dari pesta tadi.


"Hah lega ma, akhirnya bisa bernafas dengan baik. "


"Kok aneh ya Gea, kamu apa cuma mau menghindari pesta? " Mama heran


"Entahlah ma, perut ku nggak enak banget pas disana tadi. Ini aja masih mual cuma nggak parah banget. Huek" Gea baru saja berucap malah mual lagi.


Dia pun langsung pergi ke kamar mandi.

__ADS_1


Memuntahkan semua makanan yang belum dicerna sempurna oleh perut. Mama membantu dengan memijit leher bagian belakang Gea.


Setelah dirasa cukup mama memapah Gea yang sudah lemas ke tempat tidur. Dengan telaten mama membantu gaun Gea untuk di lepas dan diganti dengan baju biasa.


"Sayang, kapan terakhir kamu haid?" tanya mama ketika sudah beres,kini menyelimuti Gea yang berbaring lemas.


Gea nampak berpikir, "Lupa mama, karena kesibukan akhir-akhir ini Gea nggak memperhatikan kapan terakhir aku haid. "


Mama tersenyum, "Ya udah, kamu istirahat saja. "


Gea mengangguk, lalu memejamkan mata.


***


Pesta sudah selesai, Gio masuk kamar. Hanya ada Gea yang sudah terlelap tidur. Mama tadi sudah pulang bersama papa.


"Ge, Gea bangun lo! malah enak tidur! " Gio membangunkan istrinya agak kasar karena kesal akan sikap Gea yang begitu saja meninggalkan pesta.


Gea menggeliat, dia membuka mata.


"Kok lo ninggalin pesta begitu saja, nggak sopan banget. Banyak yang nanyain kamu tadi, pengumuman pernikahan tapi istrinya nggak ada! " Gio mengomel.


Gea cuma diam, "Sorry aku beneran nggak enak badan. Tadi habis muntah banyak. Memang mama nggak cerita. "


"Mama bilang, ya seharusnya habis itu langsung turun lagi dong malah tidur" Gio masuk kamar mandi setelah itu.


Gea menangis, padahal cuma diomeli seperti itu tapi entah kenapa rasanya sakit.

__ADS_1


__ADS_2