
Gio udah nunggu di samping halte, mereka janjian di sana.
Tapi lama banget Gea nggak muncul.
Ternyata begitu muncul dia lagi bareng Jonatan.
"Mau naik bis aja? nggak mau bareng gue" ternyata Jo maksa Gea.
"Enggak Jo,maaf"
"Tapi gue mau ngomong sama lo" Jo terlihat serius.
Mereka sudah sampai di halte.
"Masa gue ngomong disini? " Jo melihat sekitar.
Memang sepi, dia nggak ngeh ada Gio yang ada di samping halte karena tertutup baliho iklan.
"Ngomong aja nggak papa" Gea santai.
Jonatan menghela nafas, "Gue mau bilang ka-kalau gue suka sama lo Gea. Udah lama dari dulu gue naksir sama lo"
Gea diam,
"Gue sekarang udah yakin setelah elo pakai cincin dari gue" Jonatan meraih tangan Gea yang ada cincinnya.
Gio sedari tadi diam, ingin mendengar apa yang hendak anak ini bilang. Dan dia sedari tadi agak sembunyi lalu ketika mendengar pernyataan Jo ia langsung menampakkan diri. Apalagi menyinggung cincin yang di jarinya Gea.
"Ini cincin-" Gea mau menjelaskan.
"Lo pakai cincin dari gue dan pasti lo juga suka dong sama gue? " Jo ngarep
__ADS_1
"Jo, lo salah paham. Gue aja belum buka kado dari elo. Ini itu cincin dari-"
"Dari gue" Gio menyahut.
"Gio? " Gea ternyata nggak sadar juga Gio ada di sana sedari tadi.
"Hah? kenapa elo? lo juga mau ikut campur kaya teman lo itu?" yang dimaksud Jo itu Zico.
Gio lalu menggenggam tangan Gea. "Ini cincin dari gue, dan Gea milik gue. Jadi mending lo jauhin diri lo! "
"Gue tahu Gea termasuk gadis cantik di sekolah ini yang bakalan lo rayu tapi tolong biarin Gea aja dia butuh cinta yang tulus bukan cinta yang main-main" Jo tidak percaya.
"Gue tulus cinta sama Gea atau enggak emang apa urusannya sama elo? " Gio malah bilang kaya gitu.
Jo mengepalkan tangannya, dia seketika meninju Gio.
Gio tidak mau kalah, karena tiba-tiba diserang. Dia membalasnya.
"Gea, ikut gue jangan mau sama bajin*** ini! " Jo malah narik Gea.
"Lepasin Gea! " Gio melayangkan serangan lagi ke Jonatan.
Jo tumbang, Gea bisa lepas darinya.
"Maaf Jo, gue ikut Gio. Ini cincin emang dari dia Jo bukan dari elo. Sekali lagi maaf ya Jonatan" Gea meminta maaf.
Kemudian Gea ikut Gio naik motor.
Diperjalanan mereka diam tanpa kata, tapi entah kenapa Gea memeluk Gio erat dan menyandarkan kepalanya dipunggung cowok itu.
Gio membawa Gea bukan ke rumah melainkan ke suatu tempat entah dimana. Kesebuah bangunan besar dan makin kedalam makin mewah. Dari luar tadi cuma terlihat bangunan tua tapi didalam mewah.
__ADS_1
Ada beberapa motor juga ada di sana. Gio memarkir motor paling depan dekat pintu masuk dalam.
"Kita dimana? " tanya Gea penasaran.
"Nggak usah banyak nanya lo" ternyata Gio masih dipenuhi amarah.
Mereka masuk kedalam, dan didalam ada gengnya Gio dan beberapa cowok yang Gea tidak kenal.
"Weih tumben bos kesini? bawa ceweknya juga" Sambut Zico.
Gea jadi merasa aneh, kenapa Gio disebut bos. Emang sih Gio ditakuti tapi dia jadi ke inget kalau Zico kan punya geng motor. Apa mereka semua anak buah Zico dan Gio adalah bosnya?
"Tapi muka lo kenapa? " Bian sadar
"Jonatan, bukankah dia adiknya Yohan? ketua geng Yoyo. " jelas Gio.
"Jadi kita duel nih sama geng Yoyo. Ok, kita udah lama nggak olah raga" Arya langsung nyambungnya kesitu.
Gea merasa khawatir.
"Lo tunggu di kamar sini dulu, kita mau rapat sebentar" Gio menarik Gea ke pintu kamar yang tertutup.
"Enggak Gi, lo jangan aneh-aneh. Udah deh lupain Jo. Gue mohon! " Gea menolak untuk masuk kamar.
"Udah, diam ini masalah cowok. Dia udah berani mukul gue. Dan mau ngerebut elo dari gue" Gio agak marah.
"Apa bisa gue direbut? ingat gue milik lo Gio!" Gea ikut berteriak.
Semua hanya diam menyaksikan mereka bertengkar.
"Gue mau pulang, gue nggak peduli lo mau tawuran sampai matipun terserah kalau lo nggak peduli lagi sama gue" Gea melangkah ke pintu keluar.
__ADS_1