Menikahi Kembaranku

Menikahi Kembaranku
Episode 62 : Liburan


__ADS_3

Setelah menempuh 2 jam setengah mereka tiba di lokasi camping yang berada di pesisir pantai.


"Waaaa, gue nggak nyangka lo bawa gue ke pantai" Gea sangat senang sekali.


Ia segera turun dari mobil dan menghirup udara segar pantai. Padahal matahari sudah mulai terik.


Gio melempar sunblock Gea, lalu segera ia semprot kan ke seluruh wajah dan tangan.


"Kalau gue sudah tua masih cantik nggak ya kaya Veronika tadi? "


"Entahlah" jawab Gio santai.


Dia senang melihat Gea tidak murung lagi karena merasa bersalah yang tidak jelas sejak kemarin.


"Kita mendirikan tenda dulu, nanti sore saja kita jalan-jalan. " Gio meraih tangan Gea mengajaknya ke kawasan yang boleh untuk tenda.


Mereka membawa tenda sendiri dan peralatan kemah juga. Tapi hanya Gio yang sibuk, Gea kebanyakan duduknya.


Setelah selesai Gio menendang kaki Gea yang sedang duduk nyender di kursi lipat sambil menikmati udara.


"Bangun woi, bikinin gue makanan. "


"Aduh, Gio. Kita jajan aja ya. Gue males masak nih. Lagian baru juga nyampe udah mau makan aja" Gerutu Gea.


"Namanya juga camping. "


"Ihh"


Gea terpaksa menuruti perintah Gio. Sebelumnya mereka membeli ikan dulu untuk dimasak.



"Ini enak banget, kenapa sih gue seberuntung ini bisa punya istri jago masak" puji Gio ketika makan ikan bakar ala Gea.

__ADS_1


"plus cantik" tambah Gea kepedean. " Seharusnya lo bersyukur kan"


Gio lalu mengecup bibir Gea.


"Ih, jorok lagi makan juga"


Setelah makan mereka jalan-jalan di sore hari sambil bergandengan tangan.


"Gea kapan lo jatuh cinta sama gue?" Tanya Gio saat mereka berhenti dan duduk sambil menikmati langit senja.


"Gue sayang sama lo sejak dulu hingga sekarang, kenapa nanya? "


"Bukan sebagai saudara Gea, tapi seorang wanita sama pria." Gio mengkoreksi.


"Gue mau menikmati suasana saat ini, jangan merusaknya Gio. "


Karena menghargai keinginan Gea, akhirnya Gio tidak tanya lagi perihal perasaan mereka.


Mereka memilih aktifitas di dalam tenda, karena ternyata diluar sangat dingin.


Gio hanya bermain game seperti biasanya. Gea lelah berselancar ke dunia maya lewat HP nya juga.


"Gio, kita ini liburan berdua kenapa malah main HP sih" Gea mengeluh karena bosan.


"Ya begini kalau kita liburan sebagai saudara. " Gio menyindir.


Gea merengut, merasa disindir dan ngena banget.


"Terus kalau liburan ala pasangan gimana? " Gea memeluk Gio dari belakang agar cowok ini kaget.


"Anj****! " reflek Gio. " Ah, gue kalah bego! "


"Tuh kan, gue di katain lagi. Mana bisa gue jatuh cinta sama elo heh? gue udah bilang kan-"

__ADS_1


Belum selesai ngomel Gio mengecup bibir Gea.


"Bawel"


Lalu Gio meneruskan dengan mencium Gea lagi dengan sangat lembut. Dan Gea membalasnya.


"Disini cuma kita berdua loh, lo nggak takut? kenapa bales ciuman gue? " perkataan Gio membuat merinding Gea.


Gea seketika mendorong Gio.


"Nyebelin! "


Gio tertawa.


Gea merebahkan diri dengan membungkus semua tubuhnya dengan selimut tebal.


Gio tidak berhenti menggoda dia menyelusup masuk kedalam selimut Gea.


"Gio! " Gea berteriak tapi sebelum terdengar keras sudah dibungkam Gio.


"Stzzzzz, jangan teriak. Lo mau diusir dari sini. Udah deh diem aja, lagian tubuh lo itu halal buat gue. " Gio membisikkan tepat ditelinga Gea.


"Aaaa, gue nyesel liburan berdua sama lo. Aduh mama tolongin Gea, " Gea merengek.


Gio cuma cekikikan, " Lucu banget. " Dia mencubit pipi Gea yang merah.


Gio lalu memeluk Gea dari belakang, ini sebenarnya membuatnya bergairah tapi harus ditahan.


"Gio, jangan sekarang. Lo tahu kan kita sedang di alam bebas. Tidak baik loh" Gea mencari alasan.


"Apa kita pindah ke hotel aja? "


"Hah? gue ngantuk mau tidur" alasan lagi.

__ADS_1


__ADS_2