Menikahi Kembaranku

Menikahi Kembaranku
Episode 19 : Sepakat


__ADS_3

Besoknya mereka berbicara dengan papa dan mama.


"Kami sudah sepakat menerima wasiat nenek dengan kami menikah tapi kami tetap menjalani kehidupan kami seperti biasanya. Tidak ada yang berubah sedikitpun dari kehidupan kami. " jelas Gio secara langsung pada mama papa.


Mama papa sangat senang dan tersenyum bahagia.


"Baik, itu terserah kalian. Yang penting kita semua tetap menjadi keluarga. " papa menyetujuinya.


"Pernikahan ini pernikahan kalian jadi terserah kalian. Mama percaya sama kalian" Mama juga setuju.


Lalu dipeluk nya satu persatu anak-anaknya itu tanpa sadar air mata kebahagian mama menetes.


"Kok mama nangis? " tanya Gea.


"Mama bahagia, kamu akan jadi istrinya laki-laki yang mama papa didik sejak bayi. Dan kamu juga mama dan papa didik sejak bayi dengan sebaik-baiknya seorang wanita. Gio memang pilihan yang tepat buat anak gadis mama yang manja tapi bisa mengurus semuanya. Dan Gio yang pintar juga bijaksana sekaligus tegas bisa menuntun kamu anakku. " mama memeluk Gea lagi.


Gea jadi terharu dan meneteskan air mata juga.


Gio juga, mama benar memang begitulah Gea yang sangat manja dan menggemaskan tapi dia gadis yang terhormat dan layak dihormati karena selalu menjaga diri dengan baik. Dia pandai mengurus rumah, selain pintar memasak dia tidak enggan membantu art tukang bersih-bersih saat libur dan dia senggang. Makanya Gio bisa jatuh cinta sama Gea selama ini.


***


Lalu kehidupan berjalan seperti biasanya hanya saja Gio selalu memaksa Gea buat berangkat sekolah bareng.


Gea setuju tapi diturunkan dijalan saja.


"Aneh, dulu aja lo marah gue turunin di jalan. Sekarang malah minta" Gio yang sedang menurunkan Gea di jalan yang masih tersisa 50 meter dari sekolah.

__ADS_1


"Udah deh, pergi sana lo! " usir Gea yang langsung menjauh.


Gio hanya bisa menuruti dan tersenyum.


Di sekolah mereka tetap tidak saling menyapa dan kenal.


"Katanya mau nikah di sapa aja enggak? " ledek Zico saat mereka berpapasan hendak ke kantin.


"Diem lo! " Gio memberi peringatan.


"Anj***, gue nggak percaya. " Zico masih aja ngeledek.


Dan Zico sampai tanya pada Gea saat selepas sekolah


"Mau bareng? mumpung belum jadi istri orang? " tanya Zico dengan pelan.


Gea langsung nabok kepala Zico.


Lalu akhirnya Gea nebeng mobil Zico.


"Seriusan kalian bakalan nikah? " tanya Zico.


"Hem, lo bisa dipercayakan? ini rahasia besar. "


"Selama gue kenal kalian gue selalu jadi seorang pendiam dan nggak banyak ngomong" Zico asal.


"Pantat lo yang pendiam! " Gea tertawa.

__ADS_1


Zico tertawa juga.


Lalu ada telpon dari Gio ke HP Zico


"Eh bentar si calon suami nelpon nih" canda Zico.


Segera ditabok Gea


"Lo sama Gea?! " teriak Gio begitu tersambung.


"Iya, dia aman sama gue"


"Justru sama elo itu nggak aman nyet! "


Gea nyahut, " heh serah gue ya mau sama siapa aja. Kan lo yang bilang kita jalani hidup masing-masing"


"Anj*** dispiker lagi" umpat Gio.


"Heh ngatain gue apa lo? " Gea tidak Terima


"Oh, sorry. Ya sudah suruh Zico nganter lo dengan selamat. "


Kemudian panggilan berakhir.


Zico cuma ngakak aja dari tadi.


"Lo ketawa mulu" Gea heran.

__ADS_1


"Gak papa" padahal ngetawain Gio yang bucin abis sama Gea hingga nurut.


Sudah lama Zico tahu kalau Gio suka sama Gea yang notabene adalah kembaran dia. Dan sekarang pasti sahabatnya itu sangat senang sekali karena cewek yang dia suka bisa didapatkannya bahkan mereka akan menikah. Pasti tambah bucin sekali Gio sama Gea.


__ADS_2