Menikahi Kembaranku

Menikahi Kembaranku
Episode 117 : Dasar bucin


__ADS_3

"Kapan pesta pergantian nama hotel dilakukan? " tanya Gea di pagi hari sambil sarapan dengan suaminya.


"Lusa, gue cepetin karena sudah siap semuanya. Lagian papi dan mami akan segera balik, Gerald sudah terlalu lama libur sekolah. Keenakan itu anak, bisa-bisa entar minta pindah disini. " jawab Gio yang panjang padahal yang dibutuhkan cuma harinya saja.


"Kita sekalian gelar pesta pernikahan juga. " Gea memantapkan hati.


"Lah katanya nggak mau? katanya ini nggak baik untuk karir lo,dasar labil! "


Gea bergeming sesaat.


"Aku akan jadi istrimu saja Gio, aku tidak akan peduli bagaimana tanggapan netizen mengomentari hidupku. Lagian karirku adalah memasak menyajikan masakan bukan memberikan kesan baik pada orang. Aku hanya butuh makananku dimakan orang dan lidahnya merasakan enak serta puas akan hidangan yang aku buat." Gea memutuskan itu.


"Ok, serah lo deh. " Gio setuju


"Tapi segala persiapan akan mendadak, kalau sejak kemarin-kemarin pasti sekarang sudah siap,lo sih plin-plan. Minta tolong mami dan mama mereka pasti tahu bagaimana baiknya. "


"Iya, nggak usah bawel"


"Lo tuh yang pake acara sok terkenal segala. Coba gue muncul di publik, lalu bikin akun sosmed pasti lebih banyak penggemar gue." Gio asal.


"Ih kedepedean! "


"Mau gue buktikan? siapa sih yang nggak mengidolakan pria mapan, rupawan, dan hartawan? " Gio pura-pura sombong.


"Cih, sombong! kekayaan bokap lo itu semua?! "


"Lah nggak sopan lagi ni anak" Gio mendekat, menggelitik perut Gea hingga yang punya perut teriak-teriak.


"Ahhh stop! emang bener kan, coba kamu bukan anak mr. Mark Wilson? pasti cuma jadi pegawai rumah sakit kecil kan? "


"Wahhh malah menghina rumah sakitnya papa, dasar anak kurang ajar ya lo. "

__ADS_1


Mereka bercanda hingga tidak menyadari kalau sudah ada Max yang berdiri sejak tadi menahan diri kalau bisa nahan nafas agar tidak ketahuan.


"Loh Max, sejak kapan kamu disini?" tanya Gea.


"Maaf nyonya, saya langsung masuk saja tadi. Saya pikir tidak ada nyonya disini. " Max menyesal.


"Mulai sekarang dia sudah sadar Max, jadi istri yang nurut adalah yang terbaik. Kamu kalau mau masuk bilang dulu ya. " Gio menjelaskan situasi.


Gea menatap Gio, "bisa-bisanya kamu bilang kaya gitu kan jadi malu sama Max, seolah aku istri membangkang."


"Kan sudah gue bilang, Max sudah tahu lo yang sejak dulu bodoh, sayang. " Gio mengejek tapi pakai kata lembut.


Gea cemberut, dia memilih masuk kamar.


Gio menyusul, dia tahu istrinya butuh ngomong privasi tanpa diketahui Max.


"Mulai sekarang jangan jelekin aku dihadapan orang. Aku istri kamu, jadi terima kekuranganku juga. " Gea seakan merajuk.


"Maksud lo? "


"Jangan umbar kejelekan istri. "


Gio duduk didekat Gea yang sedang duduk di sofa.


"Gue nggak pernah menjelekkan siapapun, apalagi elo. Max sahabat gue, dulu cuma sekedar cerita kalau gue udah punya istri gini gini gitu aja. " jelas Gio yang menggantung.


"Gini gini itu apa? "


Gio tersenyum kuda, "Masa gue harus puji lo? "


"Pujian? "

__ADS_1


"Lah masa gue kasih tahu ke orang lain kalau lo itu kalau tidur mangap?" Gio malah ngajak bercanda yang kedengarannya ngajak gelut.


"Gue sangat cinta sama lo Gea, dan nerima lo yang bodoh ini. "


"GIO!!!! " Gea memukul lengan kokoh itu.


Tapi dibalas dengan kecupan bertubi-tubi dari Gio.


"Ge, coba katakan cinta sama gue sekali aja. Gue sejak dulu belum pernah dengar. " kini menggoda wanita yang langsung melotot.


"Nggak penting banget! "


"Iya, gue tahu tapi sekali aja entar gur kasih lagi. " Gio membujuk.


"Kasih apa? "


"Hah, males gue kalau lo lagi mode bodoh gini. " menghela nafas.


Lalu melangkahkan kaki ingin keluar kamar.


"Gue mau berangkat, lo mau bareng?"


Yang ditanya tidak menjawab malah memeluk suaminya itu dari belakang.


"Gio, aku cinta sama kamu. "


Tubuh Gio seketika panas, hormon kebahagiaan langsung menyeruak keluar.


"Max, Lo pergi dulu, nanti gue nyusul! " Gio berteriak sambil membuka pintu kamar sedikit, agar Max dengar.


Max syok berat, karena jadwal bosnya hari ini sangat padat. Ditambah persiapan pergantian nama hotel juga. Nah ini malah seenaknya mengulur waktu hanya demi berdua dengan istrinya.

__ADS_1


"Dasar bucin! "


__ADS_2