Menikahi Kembaranku

Menikahi Kembaranku
Episode 55 : Gio menyerah


__ADS_3

Begitu sampai rumah, Gea membuka HP nya. Ternyata Bella dan Dinda menelpon beberapa kali dan mengirim pesan yang isinya mengkhawatirkan dirinya.


"Gea, jangan khawatir lo pantas dapetin Gio. Mereka cuma iri sama lo dan bikin gosip yang nggak bermutu. "


"Ini kita berdua sama gengnya Zico mencoba cari tahu siapa yang ngambil foto dan video itu."


"Jadi lo tetap tenang ya,titip Gio jaga dia baik-baik ya. Jangan biarkan dia khawatir juga. "


Gea membuka itu dengan dibanjiri air mata. Gea merasa bersalah, ternyata temannya tidak sejahat yang dia kira. Jadi kenapa bisa dia berpikir buruk tentang mereka selama ini hanya karena mereka mempunyai kebiasaan bergosip.


Gio masuk kamar Gea,


Melihat gadis itu menangis, hatinya menjadi sakit.


"Ada apa? "


Gea menggeleng, tidak menjawab.


Gio lalu merebut HP nya, "Jangan lihat HP, kalau lo baca hujatan mereka malah bikin lo sakit hati sendiri. " Lalu membanting HP itu ke tempat tidur.


"Gue bersalah, tadi berpikir kalau mereka yang nyebarin. Ternyata mereka baik sama gue Gio. " Gea bercerita dengan isakan tangis.


Lalu Gio memeluk gadisnya itu.


"Sudahlah,gue ngerti kok lo bisa berpikir seperti itu. Ini semua gara-gara gue yang selalu ngebatesin pergaulan lo. Gue sadar saat gue menjauh dari lo beberapa tahun terakhir dan tidak mau lo bergaul dengan siapapun membuat lo jauh dari siapapun." Gio menyadari tadi saat mandi dan berpikir keras bagaimana bisa seorang Gea yang extrovers berubah jadi introvers itu gara-gara dirinya yang protektif selama ini.

__ADS_1


Bahkan dulu saat SMP Gea sering bermain dengan teman-teman nya, disaat SMA ini dia jadi pendiam.


"Kenapa jadi salah lo? " Gea heran.


"Ah, sudahlah otak lo nggak bisa berpikir keras. " Gio bercandain.


Gea melepaskan diri dari pelukan Gio.


Lalu ngambil hp yang tergeletak.


"Udah nggak sah lihat grup lagi" Saran Gio.


"Gue nggak lihat chat grup, karena gue nggak gabung"


"Hah lah terus lo lihat apa sampai nangis gitu tadi? " Gio ikut melihat layar HP Gea.


"Tuh kan mereka baik, lo aja yang freak" Gio malah menghina lagi.


"Ah tahu ah, tadi meluk meluk ngerasa bersalah sekarang ngatain gue lagi. Pergi lo sana! " Gea mengusir Gio.


"Gue laper, ayo bikinin gue makanan." Gio mengalihkan pembahasan.


"Lo makan telur aja deh, males masak gue" Gea menggerutu.


"Gue nggak bisa masak Gea"

__ADS_1


"Nyeplok telur aja masa nggak bisa"


"Mungkin bisa, ya udah lo istirahat aja deh" Gio pengertian.


Dia lalu turun, berharap ada makanan yang bisa dimakan tanpa harus nyeplok telur. Karena dia nggak yakin bisa membuatnya.


Namun, nasib berkata lain dia hanya menemukan bahan mentah. Karena tadi bikin sarapan langsung habis kalau sisa biasanya dibersihkan sama yang tukang bersih-bersih rumah.


"Duh, terpaksa deh. " Gio mencari telur, tidak ada di lemari es. Padahal biasnya kalau Gio lihat di acara TV telur ada di lemari es.


Ternyata ada di rak khusus telur. Karena Gea suka bikin kue jadi telur tidak dimasukkan dalam lemari es.


Gio mencari garam, tapi bingung membedakan antara garam dan gula. Dengan cara mencicipi nya dia menemukan garam.


Lalu beralih mencari penggorengan, yang ada dalam lemari. Ada berbagai macam ukuran dan bentuk. Gio jadi bingung lalu mengeluarkan semuanya. Ada yang bulat cekung, bulat datar, bulat datar kecil, bulat datar besar, lalu ada yang persegi juga.


"Haduh, kenapa gue jadi orang tolol gini ya cuma perkara milih wajan aja"


Akhirnya dia memilih yang teflon bulat besar.


Dia letakkan di atas kompor, dan dinyalakan. Tapi tidak bisa, "waduh apa lagi ini"


Dia mencari tahu dengan melihat katup gas ternyata dimatikan. "Habis ini gue ganti kompor listrik, mama kan banyak duit kenapa masih pakai kompor gas. "


Sudah bisa nyala, lalu dia ambil minyak tapi bingung lagi perkara minyak ada beberapa. Dia ambil pintasnya saja milih didalam lemari stok, ada minyak goreng yang masih ada dalam kemasannya.

__ADS_1


Tiba saatnya menggoreng telur. Tapi sulit sekali caranya, beberapa kali gagal hingga habis beberapa telur. Sudah berhasil, tapi kulitnya ikut masuk dan minyaknya meletup-letup.


"GEA!!! " Akhirnya Gio menyerah. " Bantuin gue! please! " berteriak.


__ADS_2