
Begitu pulang Gio masuk kamar Gea dengan melemparkan apa yang ia dapat kan hari ini dari fangirl nya.
Ya Gea yang bakalan nerima semuanya, Gio tidak sekalipun makan apapun itu.
"Lo nggak pernah dapet duit gitu? " tanya Gea nyeleneh.
Gio melotot, "Lo pikir gue- " Gio tidak melanjutkan kalimatnya. Dia malas merendahkan dirinya sendiri.
Selesai dengan kebiasaanya lalu dia mandi dan keluar lagi.
Ternyata Gea juga mau keluar.
"Mana lo? " tanya Gio sinis.
"Mau belajar sama temen-temen gue"
Gio tertawa meledek
"Iya, sama Jonatan, dia kan murid paling pintar di kelas gue. Dan dia mau ngajarin gue. Nggak kaya elo! pelit ilmu! " setelah mengatakan itu dia lalu pergi.
Gio merasa khawatir, karena kalau Gea sudah menggunakan outfit diluar sekolah siapapun bakalan terpesona.
Dia tidak mungkin mengikuti Gea.
Lalu dia menelpon Zico buat mengikuti Gea kemana perginya.
Begitulah selama ini, jadi Gea itu tidak boleh dekat dengan cowok manapun kecuali Zico.
__ADS_1
Zico kalau dapat tugas itu, akan ia laksanakan dengan senang hati. Zico mencari tahu kemana mereka lewat teman-temannya di kelas Ips 5.
Jadi Zico temannya banyak, dia punya semacam geng motor yang mayoritas anak ikut. Kecuali Gio, malah tidak ikut gengnya Zico.
Zico sudah menemukan keberadaan Jonatan yang akan bertemu Gea di kafe dekat sekolah.
Segera mengabari Gio agar dia merasa tenang kalau Zico akan kesana memantau mereka.
Tiba di Kafe, Zico pura-pura kebetulan ketemu Gea.
"Loh ada neng Gea disini" Zico mendekati Gea dan Jo yang baru datang juga.
Gea mencibir sebel
"Zico? " Jo kaget.
"Kalian lagi ngedate? " Zico tanpa permisi duduk disebelah Gea.
"Oh, ya udah. Kerjain aja, tapi nggak papakan gue disini." Zico menyilangkan kakinya.
Gea menarik nafas dalam-dalam. Begitulah Zico selalu ikut campur urusan Gea kalau dia sedang bersama teman laki-laki.
Namun kali ini Gea biarkan saja Zico, toh dia emang niatnya mau belajar bersama dengan Jo.
Ketika belajar, entah kenapa Gea tidak konsentrasi karena Zico selalu mengganggunya. Seperti main-main dengan rambutnya Gea dan memandang wajahnya dengan tatapan menyebalkan buat Gea.
Karena risih Gea memutuskan untuk mengakhiri kegiatan ini.
__ADS_1
"Jo, gue pulang aja deh nggak nyaman ada setan yang mengganggu." Gea merapikan buku-bukunya.
Jo hanya melongo, dia juga melihat Zico yang tertawa tanpa dosa.
"Jo maaf ya, gue pamit " Gea meninggalkan mereka dengan perasaan jengkel.
Zico menyusul Gea.
"Gue anter" Zico berusaha memegang tangan Gea tapi dihempaskan Gea.
"Zi, kali ini tolong biarin gue pleaseeee" Gea memohon. "Jo orang baik dan dia juga bisa ngajarin gue soalnya dia pintar. Gue mohon jangan ikut campur masalah gue kali ini. " Gea mengatakan dengan sungguh-sungguh.
"Pintar apa? pintaran juga gue gantengan juga gue. Apa menariknya heh? " Zico menyombongkan diri.
Jadi selama ini Zico selalu menggagalkan semua usaha para cowok yang mendekati Gea. Biasanya cowok-cowok nggak jelas dan jauh dari tipe ideal Gea. Tapi kali ini adalah Jo, menurut Gea dia lumayan baik dan masuk kriteria nya.
"Sekarang gue tanya sama lo, selama ini yang nyuruh elo itu Gio kan? " Gea mengintrogasi Zico.
"Bukanlah,ya itu karena gue cemburu Gea. ya kan gue suka sama elo. Masa lo nggak tahu sih" Zico asal jawab.
"Sudahkah Zico makhluk sejenis elo ini nggak pantas buat bilang suka. " Gea menghardik Zico yang seorang playboy.
Zico hanya nyengir saja, karena apa yang Gea bilang semuanya benar. Dia emang cuma disuruh Gio saja buat ngejaga Gea dari gangguan cowok nggak jelas.
Zico memaksa juga mengantar Gea pulang walau ditolak tapi dipaksa akhirnya jadi mau.
"Ngaku aja lo emang dibayar berapa sih sama Gio" Gea tetap ngotot saat didalam mobil agar Zico ngaku.
__ADS_1
Zico tertawa, " gue punya banyak uang Ge"
Itu memang benar keluarga Zico lebih kaya daripada keluarga Gio.