Menikahi Kembaranku

Menikahi Kembaranku
Episode 81 : Perpisahan


__ADS_3

Gea memilih diam dengan tangis yang menemaninya dikamar saat tahu kabar kalau Gio akan pergi ke Amerika untuk ikut bersama orang tua kandungnya.


Kata papa pernikahan mereka sudah berakhir karena tidak ada gunanya diteruskan. Entahlah Gea hanya menerima keputusan papanya itu.


Rasanya sakit sekali, Gio tidak bertanya pendapatnya dan membicarakan keputusan ini padanya.


Gio bersama papi dan mami pamitan akan berangkat besok.


"Maafin Gio selama ini ya pa ma kalau selama ini jadi anak yang bandel dan nyusahin kalian. Terima kasih banyak telah mengurus Gio dengan baik. " Gio mengatakan itu pada papa dan mama.


Air mata mama tidak hentinya mengalir, dia terus memeluk dan menempeli Gio.


"Gio itu cuma mau kuliah disana, bukanya sebelum ini Gio juga sudah mendaftar dan bersiap ke sana. Ayolah mama jangan begini, Gio kan jadi nggak enak. " Gio menenangkan mama.


"Iya, sayang. Mama nggak nyangka akan seberat ini melepas kepergianmu. " mama mengusap air matanya.


"Papa juga minta maaf, soal terakhir kali." papa ternyata menyesal.


"Iya pa" lalu memeluk papanya berdamai dengan orang yang telah membesarkannya.


*


Usai berpamitan ke papa dan mama, Gio ke atas masuk ke kamarnya mengambil barang yang kiranya penting harus dibawa lalu menghampiri kamar Gea yang tertutup.


tok tok tok

__ADS_1


Gio mengetuk pintu.


"Ge, bukain! lo nggak mau ketemu gue? gue mau pergi loh. " Gio berusaha santai bicaranya.


"Pergi aja lo!! " Gea berteriak. " Gue nggak butuh lo!!. Lo juga nggak butuh gue kan! "


Gio sedih ini memang sangat berat, "Gea, sorry tapi emang gue mau pergi dari dulu kan. Dan lo nggak mau ikut? apa lo berubah pikiran mau ikut gue?ayo bukain pintu dulu!"


"Enggak akan! udah deh pergi sana! Hubungan kita sudah berakhir! " Gea tidak mau membuka pintu dan malah mengakhiri hubungan mereka.


Gio hanya diam menahan tangisnya, dia malah bingung. Niatnya kan emang cuma mau kuliah ke Amerika kenapa jadi dia mengakhiri hubungan gini.


"Gea, jaga diri lo baik-baik ya?"


"Udah deh nggak sah banyak ngomong! PERGI!!. " Gea menangis tersedu-sedu.


"Enggak! jangan sampai lo telpon gue! gue nggak mau denger tentang lo lagi! " Gea hancur.


Gio sedikit ragu apa akankah dia harus pergi dengan keadaan ini, karena selama ini tidak pernah Gea marah seperti ini sama dia. Kalau marahpun tidak akan dia berteriak begitu.


Papa, mama, papi dan mami menyusul.


Mereka melihat Gio duduk tidak bisa menahan tangisnya lagi, didepan pintu kamar Gea tidak berdaya.


"Tidak apa-apa jangan berat hati, Gea akan baik-baik saja tanpa kamu. Ini hal baik buat dia kalau kalian berpisah. " Kata-kata papa malah semakin membuat Gio sakit.

__ADS_1


Padahal dia sudah berdamai tadi sama papa tapi malah dikatain seperti itu lagi. Seolah Gio memberi pengaruh buruk terhadap Gea.


Namun dengan kalimat papa tadi membuat Gio bangkit, dia bangun dan pergi dari rumah itu.


***


Besoknya Gea hanya melihat di sosial media video dan gambar keberangkatan Gio dan keluarganya. Tentu saja banyak komentar menuju pada Gio yang tampan. Dia bukan selebritis tapi popularitasnya meningkat pesat sejak muncul di pernikahan orang tuanya yang waktu itu.


"Bahkan gue cuma bisa melihat kepergian lo lewat medsos. Menyedihkan sekali perpisahan kita." Gea bergumam sendiri menatap layar HP nya.


***


Sedangkan Gio masih sangat berat hati meninggalkan negara ini, bukan perkara negaranya tapi salah satu penduduknya yang cantik itu.


"Aaa anjing! kenapa kaya gini jadinya! " umpat dia saat berada di pesawat.


Padahal ada papi dan mami yang ada disampingnya kirinya.


"Gio, bisa kendalikan diri kamu? " papi menegur pelan.


"Gea goblok itu kenapa pi? " tanya Gio dengan emosi.


Papi melotot, "udah Gio, ini itu di pesawat. Kenapa nggak tanya kemarin pas ketemu. Mana papi tahu hatinya Gea. "


"Otaknya kenapa bisa gitu ya, gue itu cuma mau pergi kuliah. Seakan gue mau ninggalin dia selamanya. Kan aneh" Gio berusaha meredam amarahnya.

__ADS_1


"Sudahlah,nanti kalau sudah nyampai. Kamu telpon dan kasih pengertian sama dia ya sayang" Mami menenangkan.


Merasa sungkan dengan penumpang lainnya. Papi memindahkan Gio ke dekat jendela yang tadinya dipinggir.


__ADS_2