Menikahi Kembaranku

Menikahi Kembaranku
Episode 84 : Cerita Gio


__ADS_3

Gio berada di negeri orang kadang rindu dengan tanah airnya, rindu teman-teman nya dan tentu rindu gadisnya.


"Kenapa Gio? " Tanya papi melihat anaknya termenung sepulang kuliah di balkon.


"Gio cuma kangen Indonesia, pi" Gio menyeruput kopi hitamnya itu sambil menikmati udara sore ini.


"Mau balik kesana? " tanya papi santai.


"Tidak untuk sekarang, aku harus bisa beradaptasi disini. "


"Papi akan buat kamu betah di sini, awalnya memang sulit tapi sama aja kehidupannya kok. Mungkin setelah kamu disini lama nggak akan mau balik ke Indonesia" papi meyakinkan.


"Nggak akan, di sana ada cewek gue. " Gio kini sudah mulai santai dan terbuka dengan papi yang frienly.

__ADS_1


Mereka bapak dan anak nyambung, pola pikir papi terbuka tidak seperti kebanyakan orang tua. Lagipula umur nya papi masih muda,37 tahun jadi lebih mirip kakak laki-laki di mata Gio.


Bagaikan ngobrol dengan temannya sendiri.


Papi meminta pelayan menyiapkan kopi yang sama juga untuknya. Meluangkan waktu untuk anaknya adalah hal wajib disela kesibukannya sebagai CEO perusahaannya setelah ayahnya meninggal setahun yang lalu.


Rasa penasaran akan kehidupan anaknya ini dulu selalu muncul,mungkin perlahan dia akan tahu tentang Gio.


"Papi penasaran gimana anak papi ini tumbuh, pelan-pelan tolong ceritakan tentang kamu ya. Dari kamu anak-anak hingga dewasa ini papi ingin tahu. " Papi terdengar sungguh-sungguh.


"Apanya yang nggak menarik, kamu aja bisa jatuh cinta sama kembaran kamu sendiri. Apa nggak edan hidup kamu itu? " Papi mengejek agar tidak kaku.


Gio tertawa lepas, menyadari dia memang gila.

__ADS_1


"Aku dulu selalu bersama Gea dia itu sejak kecil sudah manis dan cantik tapi lemah. Tidak sih bodoh pokoknya sejak kecil hingga dewasa tidak berubah. Kami selalu main bersama, tidur bersama, mandi bersama dan pokoknya ke mana-mana berdua deh. Ya namanya ceritanya kita anak kembar." Gio mulai cerita.


"Papa dan mama selalu memanjakan kita mereka sayang banget sama kita. Apalagi Gea manjanya minta ampun. Kalau Gio masih ada waktunya dikerasin sama papa. Kalau mama enggak sih, mama baik banget. " Gio jadi teringat mama.


"Kan ada mami di sini. " Papi peka akan kerinduan Gio terhadap wanita yang telah merawatnya selama ini.


"Oh, iya. Lanjut ya pi. Aku selalu terobsesi jadi anak perfeksionis dan mendapatkan nilai sempurna. Sebenarnya aku bisa saja ikut kelas akselerasi api mama menyarankan jangan ambil. Kalau aku lulus duluan Gea tidak ada yang jagain dan bantu dia. Iya bantu dia bikin PR. Soalnya dia itu pemalas kalau soal belajar, dia lebih memilih nonton drakor, ngerecokin art pengurus rumah dan masak. Gea masakannya enak banget pi,,, jadi papi harus coba pasti bakalan ketagihan"


"Gea selalu aku katain bodoh dan sejenisnya tapi dia tetap nempelin aku. Karena aku saudaranya yang dia sayang dan jagain dia dari anak-anak yang ngeganggu dia. Gea anaknya periang dan polos sampai-sampai kami pernah ciuman saat SMP hanya gara-gara keinginannya dan kepolosannya ingin mencoba ciuman. "


Papi syok, menutup mulutnya. "Gila, jadi Gea nih yang nyosor duluan"


"Hem, waktu itu dia penasaran sama rasanya ciuman. Dan semenjak itu Gio yang gila. Mana ada ciuman sama kembarannya dibibir dan bikin Gio horny. Lalu aku mencoba melupakan peristiwa itu tapi tidak bisa sampai sekarang. Lama kelamaan aku jadi sadar kalau aku tertarik sama Gea sebagai seorang wanita bukan saudara. Aku tersiksa waktu itu apalagi aku lagi beranjak dewasa dan mengenal cinta pertama eh malah cinta sama saudara sendiri. Setiap melihat Gea yang pakai baju seksi aku nggak tahan. Dan itu setiap hari kalau dirumah Gea begitu. Baju kebanggaannya ya tengtop sama hotpen gitu. Kalau pakai yang lain malah dress pendek di atas lutut dan tetap talinya spageti. Apa nggak kesiksa akunya? "

__ADS_1


"Lalu aku menjauhi dia,dengan bersikap dingin padanya. Aku tahu dia nggak salah, tapi perasaan ini yang salah. Jadi harus aku lupakan. Gea kalau disekolah aku larang buat menampakkan diri, dia aku ancam nggak boleh bilang kalau kita ini anak kembar dan tidak usah saling kenal kalau di sekolah. Lalu aku sadar Gea semakin menarik dan cantik saat SMA jadi aku suruh dia buat tidak pakai make-up dan seragam yang agak gede pokoknya aku larang dia tampil cantik. Kalau sekolah aku ngebolehin pakai hijab aku suruh kok Gea pakai, tapi sayang tidak bisa."


__ADS_2