Menikahi Kembaranku

Menikahi Kembaranku
Episode 64 : Syukurlah


__ADS_3

Mama dan papa sedang menghadap kepala sekolah.


"Bapak,ibu apa benar Gio dan Gea sudah menikah?" tanya ibu kepala sekolah.


"Iya benar, kami menikahkan mereka beberapa bulan yang lalu. " jawab papa


Kepala sekolah menahan emosi, geregetan bisa-bisanya masih sekolah dinikahkan apalagi mereka anak kembar.


"Maaf bapak ibu, setahu kami mereka itu saudara kembar bagaimana ceritanya ini? "


"Mereka bukan saudara kandung melainkan sama-sama anak angkat kami, karena kami ingin mereka tetap bersama jadi kami nikahkan begitu ibu kepala" mama menjelaskan.


"Oh, baiklah. Tapi mereka masih terlalu dini buat menikah bapak ibu" bu kepala sekolah berkomentar.


"Iya kami tahu, kami hanya menikahkan mereka tidak menuntut rumah tangga layaknya pasangan yang sudah dewasa. Kami hanya ingin tetap menjadi keluarga selamanya. Begitulah kira-kira ibu kepala" papa yang kini menjelaskan.


Bu kepala diam sejenak.


"Beberapa hari sekolah heboh dengan skandal ini. Apalagi yang dibicarakan Gio, dia murid teladan dan idola teman-temannya juga adik-adik kelasnya. Karena kabar ini image Gio menjadi turun, mereka bahkan menambahkan gosip yang menjatuhkan Gio. Untung saja kelas 3 sudah bebas, tidak ada lagi kelas, jadi mengurangi gosip yang ada. Tapi di hari-hari terakhirnya Gio malah membuat heboh jadi citranya yang baik seakan hilang begitu saja." bu kepala berbicara panjang lebar.


"Tidak apa bu, kami akan memberitahu Gio dan Gea kalau hidup tidak selamanya diatas dan di sanjung. Adakalanya dibawah juga. " mama menerima


"Asalkan mereka tidak terpaksa saya pribadi mendukung, asalkan juga tidak mempengaruhi psikologi mereka juga. " Bu kepala mengerti.


Begitulah lalu mereka pamit.

__ADS_1


Ternyata Gio menunggu di depan kantor kepala.


"Gimana pa ma apa ada masalah? " tanya Gio penasaran.


"Tidak, lagian kalian sudah tidak lagi sekolah hanya tinggal nunggu kelulusan kan. Jadi tidak ada masalah Gio. " yang jawab mama.


"Syukurlah."


###


Dalam perjalanan pulang, mama dan papa menanyakan perihal orang tua kandung Gio yang akan bertemu.


"Apa itu perlu?ini semua sudah terlambat Gio sudah tidak butuh mereka apa mereka juga membutuhkan Gio. Tidak akan ada bedanya juga kan, kehidupanku berjalan dengan baik. Dan aku pikir begitu juga mereka. " Gio masih ragu.


"Sebenarnya ibu kandung kamu itu menunggu saat seperti sekarang bisa menemui kamu setelah sekian lama. Dia dulu terpaksa meninggalkanmu mas, kamu harus tahu alasannya. Begitu banyak penderitaan yang dia alami, jadi kini saatnya dia ingin bahagia bertemu denganmu. Yah seperti yang kamu bilang ini tidak akan merubah apapun. Tapi dia hanya ingin bertemu kamu saja, setelahnya itu terserah. " mama menjelaskan.


"Gio akan pertimbangkan lagi. "


***


Sedangkan Gea di rumah sedang di datangi tamu istimewa baginya.


Yaitu Veronika Zein yang pernah datang waktu itu.


Dia membawa beberapa bingkisan dan hadiah, itu disambut hangat Gea.

__ADS_1


"Wah ini bagus banget tante" Gea menerima hadiah berupa jam jam tangan mewah brand terkenal.


"Itu cocok buat kamu. Lalu kira-kira Gio suka nggak ya jam tangan ini juga. Ini samaan cuma ini model cowok. " tante Vero memberi pendapat dan meminta pendapat Gea.


"Jadi ini semacam couple gitu tante? "


"Iya, tapi kalian kan suadaraan ya? "


"Ohh,emm bu- eh iya. Sebenarnya bukan tante. " Gea jawab ragu.


"Tante tahu semua nya." tante Vero tersenyum. Tapi dipikirannya Gio anak angkatnya jadi mereka bukan saudara.


Lalu tibalah Gio beserta papa dan mama.


"Itu mereka sudah pulang. " Gea antusias.


Mereka masuk, wajah tante Vero berseri melihat Gio.


"Mbak Vero sudah tiba? " mama menyambutnya.


"Iya dokter Ana,saya sudah tidak sabar. "


Perasaan Gio nggak enak. Kenapa artis papan atas ada dirumahnya?


"Gimana Pa ma? apa Gea dan Gio dapat hukuman? " Gea penasaran akan keputusan kepala sekolah tadi.

__ADS_1


"Tidak sayang, kalian kan sudah bisa dibilang sudah lulus walau belum resmi. Jadi tidak apa-apa sayang" Papa yang jawab.


"Syukurlah"


__ADS_2