
Sekarang sudah sekolah lagi membuat Gea sebel, karena hari yang ia sukai cuma sabtu dan minggu.
Kali ini Gea sedang bersama teman-temannya makan di kantin. Ada Bella dan Dinda ditambah lagi cowok namanya Jonatan.
Tadi Gea malas masak jadi tidak membawa bekal alhasil dia harus makan siang di kantin.
"Gimana makanan di kantin enak kan? lo juga bisa cuci mata disini karena banyak cogan yang bakalan jajan. " itu celoteh Dinda karena emang Gea seringnya bawa bekal dan makan di kelas.
Jarang sekali dia ke kantin atau berkeliaran keliling sekolah.
"Biasa aja, ya karna gue laper aja jadi enak"
"Ya sudah makan yang banyak Ge" Jonatan si ketua kelas itu menyodorkan makanan lagi ke Gea.
"Oh, makasih Jo. "
Lalu gerombolannya Gio juga datang.
"Eh eh si geng IPA 1 tuh datang" Bella menyenggol Dinda.
Dinda dan Bella beserta cewek-cewek penghuni kantin matanya ingin copot melihat gengnya Gio datang.
"Kok bisa sih ada manusia kaya gitu" Bella ingin ngiler mengagumi pesona Gio dkk.
"Ini nih yang gue nggak suka keluar kelas karena isinya pasti cuma Gio" gerutu Gea.
Yang dengar cuma Jo,
"Lo nggak suka sama mereka? bukankah semua menyukainya? "
"Cuma kumpulan cowok alay, suka tebar pesona apa menariknya" jawab Gea asal.
Jo tersenyum senang, Entahlah.
__ADS_1
Gio ketika tahu Gea ada di kantin merasa heran karena dia pernah mewanti-wanti kalau bisa jangan keliling sekolah termasuk ke kantin.Apalagi disampingnya ada cowok lain.
Itu salah satu alasan Gio melarang Gea.
Zico yang nggak pernah tahu tujuan Gio apa melarang Gea keluar kelas, dia langsung nyamperin Gea.
"Weih ada neng Gea " Zico dengan tingilnya menyapa Gea.
Semuanya pada terheran dan penasaran siapa yang disapa Zico kali ini. Memang tidak heran Zico bakalan kegatelan tapi tetap biasanya cewek itu istimewa.
"Lo bisa nggak sih pura-pura nggak kenal sama Gea? " bisik Gio
"Enggak bisa,sorry"
Ingin sekali Gio seret anak ini tapi kalau dia lakukan malah terlihat mencurigakan.
Gio biarkan Zico mendekati Gea.
"Boleh duduk sini? " Zico nyempil diantar Gea dan Jo.
"Apa lo? " Zico meloti Jo. " Gea milik gue, sana lo pergi. Awas aja lo berani deketin Gea lagi. "
Dan yang senyum salah tingkah Bella dan Dinda.
"Sebenarnya kalian punya hubungan apa sih? " tanya Bella
"Menurut lo apa? " Zico merangkul pundak Gea.
Langsung dihempaskan yang punya pundak.
Bella dan Dinda yang kegirangan.
"Udah deh, pergi sana lo. Ganggu aja" Gea mengusir Zico.
__ADS_1
"Ok, tapi nanti pulang bareng ya"
Zico pindah ke meja teman-temanya.
"Kalau dilihat-lihat cewek yang lo deketin cakep juga Zi" Bian mengamati Gea ternyata.
Zico tertawa, "Nggak usah dilihat, entar lo terpikat" sambil meraup wajah Bian.
"Gue baru ngeh juga, kenalin dong sama kita" kini Arya juga ikutan.
Ini yang Gio khawatirkan, selama dua setengah tahun ini dia berhasil membuat Gea tidak terkenal. Tapi lama-kelamaan gara-gara Zico yang dekat dengan Gea jadi orang nanti pasti bakalan sadar kalau Gea itu cantik banget.
"Ini mau makan apa ghibah? " Gio mengalihkan mereka.
Zico tahu kalau Gio kebakaran. Cuma nyengir aja.
"Ya kan tujuan ke kantin itu selain makan ya cuci mata ya nggak bro" Zico mencari kawanan.
"Yoi" Bian dan Arya setuju.
Padahal mereka berempat adalah obat cuci mata buat para cewek-cewek ternyata mereka juga punya tujuan yang sama.
Lalu datang ceweknya Arya.
"Mampus lo nggak bisa tepe-tepe lagi" Gio senang.
"Tumben kalian nongkrong? " Itu suara Diah, anak kelas 2 yang setahun ini Arya jadikan pacar.
"Ya kan laper Di" jawab Arya sambil memberi isyarat buat dia duduk disampingnya.
Diah duduk,
"Eh kak Gio, dapet salam dari temen gue. Ini dia nitip ini" Diah memberikan coklat ke Gio.
__ADS_1
"Oh, thanks".
Gio sering mendapatkan hadiah dari para fangirl nya. Seperti coklat, minuman, makanan ringan lainnya, dan kadang barang. Kalau barang Gio tidak mau terima karena itu tidak wajar menurutnya. Karena dia pikir anak sekolah belum mampu beli barang mahal.