Menikahi Kembaranku

Menikahi Kembaranku
Episode 38 : Membujuk


__ADS_3

Tiba didepan rumah dibarengi oleh papa dan mama juga pulang baru turun dari mobil.


Gea langsung lari masuk rumah, tidak mau mereka tahu wajah Gea yang kacau akan air mata.


Papa dan mama sampai bingung.


"Kalian bertengkar? " Tanya papa.


Gio agak sedikit takut menghadapi mereka apalagi papa yang tegas selama ini.


"Kamu mabok? " Papa yang mencium bau alkohol langsung mencengkeram kerah Gio.


"Udah pa, ayo kita masuk dulu" Mama menenangkan.


Papa menyeret Gio masuk rumah.


"Jelaskan sekarang! " papa menuntut.


"Cuma salah paham pa, Gio mau bicara dulu sama Gea. Kami akan menyelesaikan masalah kami sendiri, papa nggak usah khawatir" Gio berusaha tenang.


"Awas ya kalau kamu nyakitin anak gadis papa! " papa mengerti tapi tetap memperingatkan Gio.


Lalu Gio naik, menuju kamar Gea.


"Ge, Gea! Buka pintunya please! " Gio mengetuk pintu kamar Gea.


Namun, tidak ada sahutan apalagi dibukakan.


Gea masih menangis sambil meringkuk di atas tempat tidur. Dia hanya kecewa sama suaminya itu.

__ADS_1


"Gea, kita harus ngomong! Lo jangan gini. Gue minta maaf, jadi ayo bukain pintunya kita bicara! " Gio terus berteriak.


Mama datang.


"Sudah malam Mas, biarkan adik tidur dulu. Mungkin besok dia mau bicara, dia hanya butuh waktu" Mama menyarankan.


Gio diam.


"Lebih baik kamu bersihkan diri sana, bau banget tau" Mama membujuk.


"Mama makasih" Gio menuruti mamanya yang selalu baik itu.


###


Untunnya hari ini libur untuk kelas 3 karena sudah selesai ujian.


Papa dan mama sudah berangkat kerja Gio baru bangun. Tadi papa dan mama tidak bertanya karena menghormati anak-anak nya yang sudah berumah tangga, hanya cukup melihat Gea tidak terluka fisik saja sudah agak lega buat mereka.


"Gea boleh kita bicara? " Gio baru bangun langsung menemui Gea yang hendak ingin masuk kamar.


Gea tidak menjawab, dia memilih masuk kamar. Gio dengan cepat menyusul sebelum pintu ditutup.


"Gue beneran nggak tahu dan nggak sadar semalam. Jadi itu diluar kendali gue, Gea" Gio langsung pada intinya.


"Lalu kalau gue nggak dateng apa yang akan terjadi selanjutnya?" Gea mulai bicara. "Lo merasa paling pintar dan berusaha menjadi orang pintar dan terobsesi menjadi juara terus. Tapi lo itu sebenarnya bodoh, lo bisa dibodohi oleh wanita."


Sebenarnya ucapan Gea itu sangat menyakitkan tapi Gio menerimanya karena memang benar semuanya.


"Maaf maafin gue" Gio hanya bisa minta maaf.

__ADS_1


"Dan Terima kasih sudah menyelamatkan suami lo ini. Gue emang nggak bisa selalu sempurna. Gue sadar kalau ada saatnya gue jadi bodoh. " Gio tulus.


"Sudahlah, gue mau istirahat. Lo keluar aja" Gea mengusirnya.


"Tapi lo belum maafin gue? " Gio belum menerima ini.


"Sudahlah, itu bukan urusan gue. Lagian kita sepakat akan melakukan kehidupan kita masing-masing. Jadi semalam itu gue hanya reflek dan kaget, seharusnya gue nggak perlu kesana itu kehidupan lo urusan lo mau lo sama cewek lain terserah. " Gea bilang gitu diakhiri dengan air mata. Padahal tadi sudah ditahan tapi nggak bisa ditahan lagi.


Gio menggeleng, "Tidak Gea, tidak, gue sudah bikin lo kecewa. Lo berhak marah, lo berhak kecewa dan negor gue. Kalau nggak ada lo semalam mungkin gue sudah hancur. " Gio memegang baju Gea.


"Sudahlah, gue mau tidur" Gea naik keatas tempat tidur,lalu berbaring miring menghadap tembok.


Gio menyusul,memeluknya dari belakang.


"Maafin gue, gue bakal ngelakuin apa aja asal lo nggak marah lagi" Gio membujuk.


Gea diam, bahkan dipeluk Gio dia tetap diam. Memikirkan bagaimana dia seharusnya.


"Seandainya gue nggak datang apa lo bakalan berakhir melakukan itu dengan Mika? " tanya Gea pikirannya kesana.


"Nggak akan, lo satu-satunya wanita gue"


"Heh, lo mabok. Bisa saja lo ngelakuin itu tapi nggak tahu. " Gea masih memikirkan itu.


"Entahlah, tapi Tuhan baik banget karena mendatangkan istri yang menyelamatkan suaminya dari perbuatan dosa. " Gio bersyukur.


"Gue nggak bisa selalu mengawasi suami gue, entah apa yang akan terjadi nantinya. "


"Percaya sama gue, kalau gue ini milik lo. Gue janji nggak akan minum lagi. Minuman bikin gue jadi orang bodoh. " Gio bersungguh-sungguh.

__ADS_1


__ADS_2