
Troli masih penuh makanan tadi dikembalikan.
"Katanya tidak mau makan set menu breakfast ini chef. " kata petugas room service pada Gea yang kini membersihkan sisanya tadi.
"Hah? terus dia bilang mau makan apa? "
"Sarapan pagi. " jawaban petugas yang bernama Dino ini mengejutkan Gea.
"Lah emang kamu pikir ini menu dinner apa? " Gea agak emosi.
"Saya cuma menyampaikan apa yang tamu itu bilang chef, bukan perkataan saya. " Dino agak takut.
"Saya juga bilang, seharusnya kamu bilang kaya gitu ke dia. " Gea menahan emosinya. "Baiklah, nanti kamu balik lagi, itu cuma emosi sesaat kok. "
"Ok chef" Dino pergi.
Gea berpikir mungkin tamu itu mau menu asia. Sekarangkan lagi di asia, mungkin dia bosan menu seharian nya. Ya sudah Gea bikin nasi goreng dan masih dengan pelengkap lainnya.
Begitu selesai diantar ke kamar tamu oleh Dino lagi.
Tapi beberapa saat Dino balik, masih dengan troli berisi makanan.
"Katanya dia nggak mau makan nasi goreng nanti ngantuk, hari ini dia mau kerja bukan tiduran. " Dino menyampaikan perkataan tamu itu.
Gea mencoba menetralkan perasaannya, karena percuma marah sama Dino dia hanya penyampai saja.
"Emang orangnya kaya apa sih No? " Gea bertanya agar tahu bule mana dan menyesuaikan kesukaannya.
"Seorang pria wajahnya agak bule tapi nggak bule banget, dia masih ada wajah asianya. Chef tahu gangster? " Dino berbisik di kalimat terakhir.
__ADS_1
"Hah? " Gea jadi kaget.
"Iya chef, nyeremin kaya gangster gitu. Mungkin dia mafia dari Amerika. " Dino menambahkan.
"Kok jadi takut ya" Gea sedikit takut. "Terus dia maunya makan apa dong."
"Kalau saya pintar dalam menebak menu saya mau jadi chef kaya chef Geandra atau minimal asisten chef lah. " Dino malah ngelantur.
Gea meninggalkan Dino yang malah nyeleneh.
Dia lalu memutuskan membuat sarapan Indonesia saja, bubur ayam. Kalau tamu itu nggak suka paling dikembalikan lagi.
Begitu selesai tinggal plating ada telpon dari pak Haidar.
"Selamat pagi Pak"
"Entahlah ini nomer berapa yang jelas rewel banget, ini sudah menu ketiga yang saya buat. "
"Oh, ini kalau ada pesanan kamar 308 itu tamu spesial kamu harus membuat makanan spesial. " Haidar menjelaskan
"Emang kenapa pak? "
"Jangan bilang -bilang ya, dia pemilik hotel yang baru. Semalam dia nginap secara diam-diam. Dia mulai hari ini mau melihat sendiri secara langsung tanpa diketahui para pegawai hotel keberadaannya. Jadi khusus kamu saya beritahu, biasanya kalau urusan perut sudah bagus bakalan bagus semuanya. " Haidar memberitahu sebuah rahasia.
Gea jadi terkejut. "Baik pak, saya akan berusaha semaksimal mungkin. "
Setelah di sajikan dan masuk troli, Dino datang lagi.
"Diganti apa chef? " tanya Dino sambil senyam senyum.
__ADS_1
Gea nggak jawab," Eh emang tamu ini kamarnya nomer berapa? "
"308 chef, dan saya sudah tahu ternyata dia beneran dari Amerika mungkin liburan gitu. Datang tadi malam kata resepsionis Elsa. " jawab Dino panjang. Padahal cuma butuh nomernya saja Gea sudah tahu siapa dia.
Gea menghela nafas, "semoga tamu itu suka. "
Dino membawa makanan lagi, kali ini tamu tersebut membuka penutup lalu mengangkat sendok malah mengaduk bubur tersebut sedikit. Lalu berkata beberapa kalimat.
Dino balik lagi ke dapur.
"Chef dia nggak suka kacang di bubur ini, terus buburnya terlalu encer dia nggak suka dan satu lagi dia mau jus buah saja daripada susu." Dino mengembalikan makanan lagi.
Gea menahan emosinya.
"Terus dia bilang, kalau harus chef sendiri yang mengantarkannya katanya dia ingin bertemu dengan pembuat makanan ini." Dino menjelaskan lagi.
Penjelasan Dino membuat Gea terkejut, selama kerja disini tidak pernah dia membawakan makanan ke tamunya langsung. Tapi batin Gea,ini pemilik yang baru pasti mau mengujiku.
"Chef boleh menolak kok kan ini bukan tugas chef Geandra. " Dino memberitahu melihat ekspresi chef itu tidak enak.
"Terus apa lagi? mungkin kamu melupakan sesuatu? " Gea memulai membuat bubur lagi.
"Katanya dua porsi, yang satunya terserah chef mau bubur apa yang lainnya." Dino ternyata masih ada yang dibicarakan.
"Emang ada dua orang di sana? "
"Dia sendiri, saya sudah pastikan itu. Mungkin dia mau makan semuanya biar kenyang kali. " Dino tanpa ragu.
"Baiklah, kamu boleh pergi. Nanti saya yang antar."
__ADS_1