Menikahi Kembaranku

Menikahi Kembaranku
Episode 69 : Lulus


__ADS_3

Semua murid dinyatakan lulus. Itu membuat Gea sangat senang karena bisa lulus SMA.


Dan Gio menjadi lulusan terbaik dengan nilai sempurna.


Sesuai permintaan sekolah jauh-jauh hari Gio akan mewakili para murid untuk berpidato di acara kelulusan. Namun banyak itu menuai kontroversi. Ada beberapa murid yang tidak rela Gio mendapat kesempatan berpidato mewakili mereka.


Istilahnya kalau Gio ini artis mereka hatersnya. Jadi para haters berkumpul melakukan aksi protes dikantor kepala sekolah sebelum acara dimulai besok.


Haters Gio ternyata dipimpin oleh Jonatan.


Bu kepala sekolah mendengarkan mereka.


"Mana bisa bu,Gio jadi perwakilan kami? dia bukan contoh yang baik buat murid. Mana ada seorang siswa menikah dan hubungan mereka itu terlarang bu. " Jo protes dengan menjelek-jelekkan Gio.


"Dia nggak layak bu"


"Ganteng doang tapi kelakuannya ba*ingan"


"Nggak harus yang pinter juga kalau cuma pidato bu"


Kebetulan Gio ke sana mendengar semua protes yang dilakukan. Niatnya tadi memang mau mengundurkan diri karena banyak yang protes tapi kini dia malah mendengar sendiri dia dijelek-jelekkan.


"Maaf teman-teman semua, gue nggak akan berpidato mewakili kalian. Jadi tenang saja ya. " Gio menenangkan

__ADS_1


"Tidak Gio, ibu dan sekolah sudah memutuskan ini jauh-jauh hari memang kamu yang pantas. Dari dulu siswa lulusan terbaik yang akan pidato. " Bu kepala tidak setuju.


"Tapi bu, saya nggak mau mereka ribut. " Gio memohon.


"Nggak sah sok baik lo! " ada yang berceloteh.


Gio hanya diam


"Pinter doang tapi breng***" ada lagi.


"Gue juga heran kenapa Gea mau sama saudaranya sendiri. Gea memang cewek murahan siapa aja pasti mau. " Jonatan kini malah menghina Gea.


Itu tidak bisa diterima Gio. Kalau hanya dia yang dihina dia akan tahan tapi tidak dengan wanitanya.


Seketika Gio meraih kerah Jo lalu memukulnya hingga terjungkal. Gio tidak berhenti sampai disitu dia memukul lagi tapi lalu ditahan bu kepala sekolah.


Gio melepaskan Jonatan.


Habis itu bu kepala menyeret mereka berdua masuk kedalam ruangannya.


"Jonatan, ini juga salah kamu. Mulut kamu itu nggak bisa dijaga." bu kepala marah.


"Jonatan mau panggil pengacara keluarga bu, saya pernah dipukul sama ba**ngan ini tapi diam. Sekarang saya nggak terima ini diulangi lagi. " Jo menahan amarahnya.

__ADS_1


"Ok, panggil aja pengacara lo. Gue nggak takut! " Gio nggak takut.


"Sudah, maafkan ibu ya. Kalian sudah lulus dari sekolah dan hanya gara-gara kalian berkelahi di sekolah saya mohon jangan libatkan urusan pribadi kalian disini. " bu kepala khawatir kalau akan berurusan dengan hukum.


"Tenang saja bu, urusan saya sama dia,jadi jangan khawatir tentang sekolah. " Gio menenangkan.


Mereka sudah keluar dari kantor kepala sekolah.


"Lo akan menyesal karena berurusan sama gue, bokap gue akan terlibat juga. " Jo mengancam Gio.


"Heh, gue biarin lo selama ini. Gue tahan karena gue nggak mau mengotori tangan gue kalau berurusan dengan sampah kaya lo. Emang gue nggak tahu lo kan yang menyebar video itu hah? lo kan yang mengambil gambar itu? " Gio tidak mau kalah.


Memang sebenarnya Gio sudah tahu , saat itu Gio bertanya pada ibu kantin. "Siapa pelanggan sebelum mereka datang. " Dan jawabnya " Jonatan yang pernah jadi ketua OSIS. "


"Ya, dengan itu semua bisa tahu kalau kalian menjalin hubungan terlarang? " Jo tak takut sama sekali.


Lalu ada Zico, Arya dan Bian datang.


"Ada apa ini Gi? apa pecundang ini bikin masalah? " Zico tanya ke Gio.


"Ini bukan urusan kalian, gue akan tempuh jalur hukum kali ini. Kalau jalur kekerasan pasti kalian main keroyokan. Lihat saja lo, gue bakal bikin lo jera. " Jonatan mengancam.


lalu ingin pergi tapi ditahan oleh Zico dengan menarik kerah Jo, tangannya sudah ingin memukul

__ADS_1


"Jangan Zic, lepasan sampah itu! " Gio menyarankan.


Zico melepas Jo. "Brengs***! cupu! "


__ADS_2