Menikahi Kembaranku

Menikahi Kembaranku
Episode 21:Berangkat Sekolah


__ADS_3

Setelah menghabiskan hari minggu di puncak kini aktifitas kembali normal kembali.


Mereka berangkat ke sekolah bersama dengan mobil hadiah pernikahan mereka. Sayangnya Gea tidak bisa mengendarai mobil maupun motor jadi dia ke mana-mana harus diantar. Makanya dia selama ini ke sekolah naik angkutan umum.


"Nggak papa nih kita bareng ke sekolahnya? " tanya Gea ragu.


"Nggak masalah" jawab Gio santai.


"Gue kayanya belum siap. Jadi seperti biasa lo turunin gue di jalan aja. "


Gio memandang Gea. Sejatinya dia sebenarnya tidak malu justru bangga punya istri sangat cantik.


"Lo malu kalau ketahuan sama gue? kan kita bisa kasih tahu mereka kalau kita pacaran gitu. " Gio membujuk.


"Gue nggak mau ribet berurusan sama fangirl lo" Gea memberi alasan. " Bakalan heboh nantinya kalau tiba-tiba elo bareng gue yang notabene bukan siapa-siapa."


"Ya kan lo istri gue Ge"


"Ish, lo mah nggak ngerti. Siapa sih yang kenal gue di sekolah? gue bukan cewek terkenal yang akan di bilang cocok sama lo. " Gea ngotot.


"Habis ini lo bakalan terkenal"


"Dan gue ngga mau" Gea tidak setuju. " Gue nyaman tidak ada yang kenal gue selama ini jadi jangan bikin heboh sekolah"


Gio diam, dia mencari cara agar Gea percaya diri buat bersanding sama dia.


"Lo kalau jalan dan ngobrol sama Zico nggak malu? kenapa sama gue malu? cakepan juga gue. " Gio malah nyangkutin Zico.


"Zico sama elo itu beda kastanya. Dia itu sejenis cowok murahan yang bakalan mau sama siapa aja. Jadi ya gue fen aja kalau bereng dia." Gea malah menjelekkan Zico.

__ADS_1


"Ya udah entar gue suruh dia jemput lo diparkiran" keputusan Gio kali ini tidak bisa diganggu gugat.


"Tapi Gio nanti kalau ada yang lihat gue didalam mobil ini gimana? " Gea masih khawatir.


"Tenang saja,mobil ini nggak bisa dilihat dari luar kacanya. Hah gue rasa papa milihin mobil yang tepat. " Gio menenangkan.


Setiba di sekolah, Gio sengaja parkir di pojokan yang sepi akan orang.


Sebelum itu Gio tadi sudah bilang ke Zico buat parkir juga didekatnya.


Mereka menunggu Zico datang.


Beberapa saat kemudian Zico datang dengan cengengesan nggak jelas.


"Aneh bener pasutri ini" ledek Zico dengan mulut lemesnya.


Lalu mendahului mereka berdua.


Tapi disusul oleh Zico, Gio mengekor dibelakang.


"Kalian kok nggak ngundang gue? " tanya Zico ke Gea pelan.


"Lo kan bukan orang spesial"


Zico cuma tertawa nggak jelas." Terus gimana malam pertama kalian? "


Pertanyaan Zico membuat Gea memukul kepalanya.


Gio yang melihat dari jauh interaksi keduanya malah bikin dia panas dingin.

__ADS_1


Gea tidak mau menanggapi Zico yang bacot. Dia berlari menuju kelasnya sebelum banyak orang yang melihat mereka.


Kini tinggal Gio berjalan beriringan dengan Zico.


"Lo kalau mau mati terus aja ngeledek" ancam Gio.


"Ampun bos"


Kini mereka melewati kelasnya Gea.


Zico yang gatel, spontan berteriak.


"Gea I Love you" dengan lantang.


Langsung dapet tendangan pantatnya oleh sepatu Gio.


"Lo mah nggak bakalan berani" bisik Zico.


Sedangkan yang didalam kelas selain Gea semua heboh. Gea mengerucut kan bibirnya.


"Wah jadi beneran lo ada apa-apa sama Zico? " Bella kemakan.


Gea menggeleng. "Nggak level gue sama spesies reptil"


"Seriusan lo nggak baper digituin sama Zico? ini Zico loh Gea aaaa" Dinda kegirangan.


"B aja"


Begitulah seterusnya setahu teman-teman Gea dekatnya sama Zico sejak dulu dan di kiranya makin berlanjut.

__ADS_1


__ADS_2