Menikahi Kembaranku

Menikahi Kembaranku
Episode 6: Camping 2


__ADS_3

Gio mendapatkan ikan dua ekor sedangkan papa tidak dapat sama sekali.


"Wah kok papa bisa kalah sama Gio?" mama meledek papa.


"Entahlah, Gio bisa jago semua bidang papa jadi iri" papa malah memuji Gio.


Gio hanya nyengir, "anak siapa dulu kan Gio anak papa" Gio malah bangga akan dirinya.


Gea yang bertugas memasak ikan dan beberapa makanan pelengkap lainnya. Sedangkan papa dan mama habis itu malah jalan -jalan sendiri.


Gio duduk rebahan di sofa segitiga sambil menikmati langit cerah siang ini.


"Gi, beliin es krim dong panas nih" Gea meminta es krim selagi ia masak.


"Males, beli aja sendiri" Gio tetap memandang langit dengan kaca mata hitamnya.


"Nyebelin! awas aja lo nanti makan makanan gue! " ancam Gea.


"""


Tiba waktunya makan siang,


Gea sangat pandai masak.



"Wah enak ini pasti" puji papa.


Mereka makan dengan gembira.


Selesai makan, yang bagian membereskan adalah mama dan papa sedangkan Gio entah kemana.


Ternyata dia diam-diam beli es krim satu kotak buat Gea. Tapi hanya diletakkan di meja saja tidak bilang kalau dia yang beli.

__ADS_1


"Wahhh ada es krim, papa tahu aja kalau Gea mau es krim" Gea pikir papanya yang beli.


"Papa nggak beli kok" jawaban papa bikin Gea kecewa karena ternyata Gio yang beli.


Tapi Gea cuek aja, siapapun yang beli tidak peduli yang penting dapat es krim segar.


***


Malam harinya,


Lagi-lagi papa dan mama malah menghabiskan waktu berduaan. Meninggalkan kedua anaknya tidur di tenda.


Tadinya Gea berada di pinggir sana dan Gio pinggir sini tengah-tengah papa dan mama. Nah karena mereka keluar jadi Gea dengan bebas bisa bergerak.


Tidak sengaja Gea bergerak mendekati Gio yang tidurnya tenang. Gea memeluk Gio seolah guling.


Itu membuat Gio bangun karena tiba-tiba ada yang memeluknya.


"Gimana ini, duh ini bocah tidurnya pules lagi." Yang dibawah sana sudah menegang. Gio jadi ingat kapan terakhir mereka bersentuhan.


Waktu itu ketika SMP kelas 3 sudah 3 tahun yang lalu. Ketika itu Gea habis dari main bersama teman-temannya, dia pulang langsung masuk kamar Gio yang sedang asik main ps.


"Gio, lo udah pernah ciuman belum? " tanya Gea polos.


Gio menggeleng, " lagian masih SMP juga ngapain ciuman"


"Eh tapi temen-temen gue udah pernah semua loh. Gue yang belum pernah." Gea ngeyel.


"Ya udah lo ciuman sana sama pacar lo" saran Gio asal.


"Gue kan nggak punya pacar"


"Ya udah nunggu lo punya pacar dulu" Gio masih asik main game sendiri.

__ADS_1


"Ah kelamaan, gue nggak sedang suka sama cowok Gio! " Gea masih ngeluh.


"Ya terus, lo mau ciuman sama kambing? " Gio masih sambil megang stik ps.


"Gila lo" Gea kayanya sudah frustasi.


Dia diam.


Tapi cuma sejenak,


"Gimana kalau kita ciuman? " pertanyaan konyol keluar membuat Gio melihat Gea.


"Gila lo ya! " Gio terganggu


Gea tidak peduli pendapat Gio, dia langsung mendekati Gio dan menciumnya seketika.


Gio yang dicium kembarannya itu kaget hingga stik ps ia geletakan begitu saja. Gio menegang sangat tegang bahkan sesuatu dibawah sana menegang juga.


'gila gila kenapa bisa gue tegang cuma gara-gara dicium saudara gue'


Habis itu Gio mimpi untuk pertama kalinya pun pemeran utamanya Gea.


Semenjak itu, Gio menghindari Gea yang mengandung listrik yang siap menyetrum Gio. Diapun juga berpikir kalau dirinya tidaklah normal.


Tapi malam ini, Gio dibuat frustasi lagi dan nggak bisa tidur.


Tidur bareng Gea membuatnya harus menahan hasratnya.


Mama dan papa tengah malam baru balik. Mereka tahu akan tingkah Gea, Gio pura-pura tidur saja biar aman.


Ternyata papa memindahkan Gea ketempat semula.


"Ini tidak bisa dibiarkan pa, mereka sudah dewasa ini tidak baik" kata mama yang bikin Gio bertanya-tanya kenapa baru sekarang mama sadar kalau mereka sudah dewasa.

__ADS_1


__ADS_2