Menikahi Kembaranku

Menikahi Kembaranku
Episode 100 : Berkumpul kembali


__ADS_3

Gio ikut pulang ke rumah bersama Gea setelah pekerjaannya selesai.


Yang mengemudi Gea, karena tadi mereka janjian bertemu di lobby.


"Wuih, udah bisa mengemudikan mobil nih. " Gio duduk di kursi penumpang. "Aman kan? "


"Kalau nggak mau lo boleh jalan kaki. "


Setelah itu banyak obrolan sepanjang jalan, Rata-rata membahas jalanan yang sudah banyak berubah.


*


Mereka sudah sampai rumah.


Mama tidak nampak di manapun, biasanya kadang menyambutnya pulang. Yang muncul malah papa yang tersenyum.


Tapi tidak dibalas oleh Gea, dia merasa kesal dengan papa.


"Kalian sudah bertemu? " papa bertanya.


"Iya pa, kebetulan ketemu di hotel tempat Gea bekerja. " yang jawab Gio.


Gea menatap papa penuh pertanyaan. "Kenapa papa bohong sama Gea? "


"Bohong apa? " papa ngajak duduk mereka diruang keluarga.


Gio dan Gea mengikuti.


"Papa bilang kami udah bercerai? padahal tidak sama sekali. Kenapa papa melakukan itu? " Gea meminta penjelasan begitu duduk disamping Gio.


"Maaf,maafin papa ya sayang. Papa hanya ingin kalian fokus dengan pendidikan kalian dan meraih cita-cita kalian. Papa sudah egois menikahkan kalian diusia dini, jadi kalau kalian tetap bersama waktu itu pasti bakalan menghambat pendidikan kalian." Papa menjelaskan maksud dan tujuan nya.

__ADS_1


"Tapi apa papa nggak tahu kalau Gea tersiksa selama ini? Dari luar aku baik-baik saja tapi tidak hati ini pa. Sejak dulu aku dan Gio selalu bersama lalu tiba-tiba dipisahkan. Papa pikir itu mudah? " Gea mengatur emosinya.


"Sudahlah Ge, lagian kita udah ketemu. Jangan salahkan papa ya sayang. " Gio mengelus rambut istrinya itu.


"Aku bahkan selama ini selalu membenci Gio, dan ternyata kebencianku tak beralasan. " Gea masih mengutarakan isi hatinya.


"Baiklah, kita udah berkumpul lagi sekarang kan. " Gio menenangkan, dia memeluk erat Gea.


Kemudian datang mama dan Gerald,


"Kakak dari mana saja? kenapa aku ditinggal sendiri disini? " Gerald bertanya pada Gio.


"Kan udah kakak bilang kalau kakak disini itu kerja bukan liburan." jawab Gio.


Gerald ikut duduk di antara Gea dan Gio.


"Maaf ya ma, Gio merepotkan mama. Jadi nambahin beban, harus ngurusin bayi ini. " Gio melihat mama yang kini duduk disamping papa.


"Tidak repot sama sekali, justru malah senang ada Gerald disini. " mama memang selalu baik hati.


Gea mendengarnya jadi merasa malu.


Tidak dengan Gio dia justru santai, "Iya juga sih, sayang banget pas waktu itu bikin nggak berhasil. "


Otomatis dapat cubitan dari istrinya itu. "ada anak kecil Gio! "


"Aduh, sakit banget tahu" Gio pura-pura kesakitan.


"Heeh, orang dewasa pasti bikin drama. " Gerald memilih berdiri dan pergi ke atas saja.


*

__ADS_1


Setelah mengobrol banyak mama lalu istirahat duluan.


Gea juga masuk kamarnya. Gio masih lanjut ngobrol dengan papa ternyata.


"Maaf pa, Gio nggak jadi ambil kedokteran." Gio merasa tidak enak, karena dulu papa berharap Gio jadi dokter.


"Tidak apa, lagian kamu bahkan sekarang bergelar doctor. " papa maklum.


"Papi menyarankan agar aku ambil bisnis. Aku bingung mau ambil apa, lalu perusahaan papi saat itu butuh bantuan aku juga. Kalau aku ambil kedokteran yang tugasnya banyak dan juga menyita waktuku tidak akan bisa kuliah sambil kerja. Jadi aku memilih jurusan yang bisa membantuku dalam pekerjaanku. Apa papa kecewa? " Gio menceritakan alasannya.


"Tidak, justru papa bangga. Kamu meraih gelar tinggi. Tuan Mark butuh pewaris, dia mempunyai banyak perusahaan jadi keputusan kamu sangat benar. " papa menepuk punggung Gio tanda dia bangga akan putranya itu.


"Makasih pa" Gio memeluk papa sebentar.


*


Lalu naik, niatnya mau tidur. Tapi dia bingung masuk kamar mana. Dia memilih masuk kamarnya sendiri.


Gerald sudah tidur pulas, dan tempat tidur ia kuasai sendiri.


Gio memilih membersihkan diri dan ganti baju saja. Lalu pergi ke kamar depan.


tok tok tok


Gio mengetuk dulu, padahal nggak pernah ia lakukan.


"Tumben pakai acara ngetuk . " Gea membuka pintu, masih mengingat kebiasaan Gio yang dulu pernah jadi kembarannya.


"Biar sopan sayang. " Gio masuk


"Cuih"

__ADS_1


Gio melihat kamar ini banyak berubah, dulu didominasi warna pink sekarang sudah tidak hanya ada beberapa yang warna pink. Tempat tidurnya sudah diganti queen size jadi cukuplah buat berdua.


Gio merebahkan diri, lalu menarik istrinya kedalam dekapannya.


__ADS_2