Menikahi Kembaranku

Menikahi Kembaranku
Episode 12 : Papa marah


__ADS_3

Sampai rumah,


Gea membantu Gio, ini adalah hal yang menyebalkan buat Gea. Karena badan Gio sangat berat, ditambah lagi kejadian tadi. Kalau bisa Gea mau buang aja saudaranya ini.


Dan ternyata papa dan mama bangun, mereka tahu kalau Gea pergi tadi hingga mengetahui ternyata Gio juga belum pulang.


"Kenapa mas Gio dek? " mama menghampiri membantu Gea.


Gea belum jawab, tapi papa sudah marah karena mencium bau alkohol dari tubuh Gio.


"Letakkan anak itu disitu jangan bantu dia! "


Gea yang ketakutan langsung melepaskan tangannya, mama juga. Hingga Gio tergeletak di atas lantai. Untungnya sudah masuk rumah dan ada karpet ruang tamu juga.


"Gea, lain kali jangan mau disuruh Gio buat jemput kalau dia lagi mabok. Kamu itu wanita, itu berbahaya kalau kamu keluar malam, apalagi ke tempat minum buat jemput manusia ini" papa marah.


"Maaf pa, Gea cuma khawatir sama Gio" Gea sudah menangis.


Gio yang mendengar kemarahan papa jadi sedikit sadar.


"Sudah ayo kita tidur lagi, tinggalkan Gio disitu." Papa memberi perintah, lalu masuk kamar disusul mama.


Gea masih disitu.


"Kenapa juga lo jemput gue Goblok! " Gio malah memarahi Gea.


Gea makin emosional, "ya seharusnya gue nggak pernah peduli sama lo. Lo aja nggak pernah peduli gue, gue emang goblok." lalu meninggalkan Gio.

__ADS_1


Gio jadi menyesal sendiri.


***


Pagi harinya.


Gio sudah tidak mabok lagi, berhubung ini sabtu dia berlari keliling komplek. Lalu saat pulang sudah ada Gea yang sedang memasak bersama mama.


Gio minum didekat Gea yang sedang memotong sayuran.


Gea diam saja, tidak seperti biasanya yang akan bawel kalau terganggu.


"Habis ini mas Gio makan sup ya biar enak perutnya" mama yang selalu perhatian sama anaknya.


Gio tersenyum, dia pikir bakalan kena ambek seluruh rumah." Iya ma"


Lalu muncul papa yang baru bangun.


"Maaf, maafin Gio tadi malam" Gio malah merasa tidak enak.


"Minta maaf sama adek kamu kayanya kamu malah marah sama dia padahal sudah ditolong" mama menepuk punggung Gio.


Gio melihat Gea yang cemberut terus.


"Gea, sorry ya"


"Sudah gue bilang kesalahan lo itu banyak jadi lo minta maaf yang mana? " Gea kembali bawel.

__ADS_1


"Yang semalam"


"Yang mana? yang lo bentak gue ngatain gue goblok apa yang lo cium gue saat di taksi? " Gea nyerocos tanpa mikir ada mama dan papa disitu yang sangat terkejut.


"Gio nyium adek? " Papa kaget.


Gio bingung harus gimana, " emm itu Gio kan mabok jadi ya nggak sadar nggak sengaja. Udah deh Ge, lo jangan besarin masalah ini"


"Heh, gue juga ingat ternyata kemarin pas malam-malam mati lampu gue nggak mimpi. Lo beneran nyium gue kan diem-diem heh? " Gea nyerocos lagi tanpa pikir panjang.


"Apa sih kalian ini mama kok jadi bingung." Mama yang syok.


"Gea, please jangan bahas disini ada mama dan papa" bisik Gio.


Papa marah, " Gio, apa bener apa yang dikatakan Gea? "


Gio anak yang patuh jadi sulit sekali untuk berbohong, " Iya pa, tapi itu ciuman sama saudara pa. Kan nggak papa Gio cium saudara sendiri. "


" Mana ada nyium saudara sendiri tapi dibibir" Gea dengan polosnya.


"Geaaa" Gio mengeratkan giginya.


"APA? " papa terkejut lagi.


"Sudahlah pa, nanti kita bicarakan lagi. Papa jangan emosional. Biarkan mereka sudah dewasa biar diselesaikan sendiri. " mama memilih menenangkan papa.


"Tapi ma, ini tidak bisa dibiarkan. Gio nyium anak gadis kita. " papa masih kesal.

__ADS_1


Lalu mama berhasil membuat papa tenang.


"Kita bicara lagi nanti habis sarapan. Kalian jangan ke mana-mana" mama serius.


__ADS_2