Menikahi Kembaranku

Menikahi Kembaranku
Episode 111 : Penthouse


__ADS_3

"Kita tinggal di penthouse hotel wi mulai hari ini. Kalau males bawa baju nggak usah bawa kita beli lagi. Entar gue beliin. " kata Gio ketika mereka dalam perjalanan ke hotel rose satu mobil.


"Hah?" Gea melongo akan kalimat itu. "nggak mau gue, jarak ke hotel Rose jauh. Terus belum kamar itu paling atas sendiri, kalau keluar mesti turun dulu. " alasan.


"Nggak ada penolakan. " Gio degan tegas.


"Emang udah bilang ke mama papa?" Nyari alasan lagi.


"Udah, lagian serah gue mau bawa lo kemana." jawab Gio santai sambil mengemudi.


"Dan pikirin lo juga mau bulan madu kemana?pasti cewek punya impian kemana gitu. "


"Nggak ada, gue udah pergi kemana yang gue inginkan. " mendesah kesal.


"Lo keliling-keliling tapi nggak ada niat gitu dulu nyamperin gue? "


"Nggak sama sekali. Kebanyakan gue ke Eropa dan Asia. Nggak niat banget gue ke Amerika. " biar ni anak tambah kesel batin, Gea.


"Ya udah kita ke Afrika aja" Nggak berpengaruh ke Gio.


"Tidak, gue mau ke Arab. " sarkas Gea.


"Hah? ngapain? "


"Mau haji lah" asal ngucap.


"Baik ummi" Gio malah bercanda.


Tidak peduli akan pendapat dan perasaan istrinya.


****


Semua berjalan sesuai keinginan Gio, tinggal di kamar penthouse hotel wi dengan istrinya adalah keinginannya sejak dulu. Biasanya kamar ini ditempati papi kalau berkunjung kesini. Tapi kali ini papi dan mami malah memilih nginep di apartemen mami saja tanpa Gerald yang betah dengan mama dirumah.

__ADS_1


"Ge, disini juga ada dapur kalau mau masak sendiri. " Gio berkata ketika mereka mulai tinggal di penthouse hotel.


"Ok" jawabnya berat banget.


Walau agak kesel tapi dalam hati Gea mengagumi semua kemewahan isi ruangan ini. Tidak disangka kalau dia istri dari orang yang punya ini semua.


"Kenapa? nggak suka? " Gio memeluk dari belakang.


"Suka, hanya terlalu mewah nggak sih." Gea nyari alasan lagi.


"Nggak lah. "


"Mungkin beberapa tahun ini kamu terbiasa hidup mewah kali ya. "


"Dih sok tahu,mami bahkan memilih tinggal di komplek perumahan sederhana." ucap Gio sambil membalikkan badan sang istri.


"Gue juga suka kaya mami gitu."


"Mami nggak kerja, dia dirumah terus makanya dia mau punya banyak tetangga buat teman ghibah." Gio asal padahal belum tentu alasannya itu padahal.


Gio tersenyum, "Gue paporit para tetangga loh"


"Yahh gue tahu lo pasti suka tepe-tepe gitu kan"


Gio mengecup bibir wanita bawel ini.


"Ge"


"Apa? "


"Kok tambah tua semakin cantik si"


"Dih, ngardus! "

__ADS_1


"Beneran loh" Dikecup lagi itu bibir.


Dan berlanjut menyatukan cinta mereka.


*****


"Sore ini gue mau ke acara TV, jadi nanti ada manager gue yang bakalan nyusul. Jadi apa boleh gue suruh dia kesini aja?. " kata Gea minta ijin membawa orang masuk ke kamar ini.


"Manager lo cewek apa cowok? "tanya Gio sambil melihat ipad lihatin jadwal kerjanya.


"Cewek, biasanya juga ngerangkep jadi asisten gue juga dan rencananya mau sekalian gue di make-up sama make-up artisnya. " Jelas Gea.


"Bentar,jadi lo juga ngundang make-up artis juga gitu maksudnya?"


"iya"


"Selama cewek gue nggak masalah, tapi gue nggak bisa nganter sore ini ada jadwal gue." Gio mengijinkan dan memberitahu tentang jadwalnya.


"Dih siapa juga yang minta anter, kan udah ada asisten gue. " Gea memperjelas.


"Ya kan gue juga pingin nganter kemana pun istri gue pergi, bego! " Gio mulai deh.


Gea cuma bisa mengerucutkan bibirnya.


*


Sorenya manager Gea, namanya Lily datang sendiri lebih awal karena ada yang mau dibicarakan dulu.


"Wahhh ini tempat tinggal lo yang baru Geeee? beneran? sumpah? demi apa lo? " Lily mengagumi kamar penthouse ini.


"Nggak dah norak deh. "


Lily melihat-lihat, setelah puas dia baru duduk di ruang tamu bersama Gea.

__ADS_1


"Ok, sekarang lo cerita sama gue apa yang terjadi. "


Gea menarik nafas dulu, "Apa lo nggak nanya gue tinggal sama siapa disini? "


__ADS_2